Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Semoga kita bertemu lagi


__ADS_3

Gracia dan Zahra yang sudah selesai berpakaian langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Fania.


Di perjalanan Zahra melihat Rara yang sedang berjalan sendirian. Zahra pun menghentikan mobilnya dan membuat Gracia memasang wajah bingungnya.


"Kenapa loe berhenti disini sih, nggak ada rumah disini" Ucap Gracia.


"Loe lihat cewek yang lagi jalan sendiri itu?" Tanya Zahra.


"Iya gue liat, kenapa memangnya, loe kenal dia? yang jelasnya dia bukan keluarga kita kan" Ucap Gracia sambil melihat Rara yang sedang jalan dan seperti sedang ada pikiran.


"Bukan lah, dia itu cewek yang sangat gue jengkel yang gue ceritain ke loe" Ucap Zahra kesal.


"Oh jadi itu ceweknya?" Tanya Gracia antusias.


"Iya, tapi kok dia jalan kaki yah, tumben dia nggak bersama pacarnya" Ucap Zahra.


"Ngapain sih loe urus itu lagian bagus dong kalau dia jalan kaki sendiri begini mungkin dia lagi marahan, sini gue kasih pelajaran sedikit sama cewek itu" Ucap Gracia.


"Pelajaran gimana?" Tanya Zahra.


"Kita tukaran tempat duduk biar gue yang nyetir buruan mumpung lagi sepi nih" Ucap Gracia.


Zahra pun mengikuti ucapan Gracia. Gracia mulai mengemudikan mobil Zahra dengan menambah kecepatannya.


"Loe mau nabrak dia?" Tanya Zahra.


"Iya, kasih dia pelajaran awal dulu" Ucap Gracia sambil fokus untuk menabrak Rara.


Zahra pun mendukung rencana Gracia.


Untung saja ada yang melihat dan menolong Rara. Rara langsung terkejut begitu di dorong oleh seorang laki-laki dan mereka pun terjatuh bersama di pinggir jalan.


"Sialan ada yang nolongin dia lagi, darimana sih itu orang" Ucap Gracia kesal.


"Nggak tahu juga, dia itu memang selalu beruntung tahu nggak" Ucap Zahra yang tak kalah kesalnya.


"Loe nggak kenapa-kenapa?" Tanya Aldi khawatir kepada Rara.


Laki-laki yang menolong Rara bernama Aldi, dia melihat ada mobil yang dengan sengaja ingin menabrak Rara beruntung Aldi sempat menolong Rara.


Rara masih tampak terkejut dengan apa yang barusan dia alami, dia pun mencoba mengatur pernapasannya dulu.

__ADS_1


"Loe nggak kenapa-kenapa kan?" Tanya Aldi lagi karena belum mendapat jawaban dari Rara.


"Iya gue nggak kenapa-kenapa, loe sendiri nggak kenapa-kenapa juga kan?" Tanya Rara balik dan juga khawatir sambil melihat Aldi.


"Baguslah, gue nggak kenapa-kenapa kok" Ucap Aldi sambil menarik tangan Rara agar segera berdiri.


"Syukurlah, oh iya terima kasih yah loe udah nolongin gue, kalau nggak ada loe gue nggak tahu sekarang mungkin gue udah meninggal, gini akibatnya kalau jalan sambil melamun" Ucap Rara.


"Mobil itu sengaja pengen nabrak loe tadi, karena loe sudah jalan di pinggir tadi walaupun loe lagi melamun" Ucap Aldi.


"Apa sengaja nabrak gue" Ucap Rara seakan tak percaya.


"Iya loe harus hati-hati mulai sekarang, oh iya kok loe jalan sendiri sih malam-malam begini bahaya tahu" Ucap Aldi.


"Gue habis pulang kerja dan disini angkutan umum udah sedikit kalau udah malam begini jadi gue mutusin buat jalan kaki saja sampai di rumah gue kebetulan nggak terlalu jauh" Ucap Rara.


"Kenapa nggak pakai ojek online ajah atau taksi online?" Tanya Aldi.


"Ponsel gue baterainya habis" Ucap Rara sambil nyengir padahal sebenarnya Rara tidak berpikiran sampai disitu, dia sebenarnya mengharapkan Rafa yang menjemputnya tapi harapannya sia-sia.


"Ya ampun kasian banget sih loe, oh iya rumah loe dimana biar gue yang antarin loe pulang" Ucap Aldi perhatian.


Rara pun langsung berpikir lagi karena di rumahnya sudah pasti ada Rafa dia merasa tidak enak jika pulang bersama laki-laki lain dan sudah malam lagi, Rara tidak mau Rafa berpikiran macam-macam.


"Nama gue Rara" Ucap Rara sambil tersenyum juga dan menjabat uluran tangan Aldi.


"Oke Rara ayo sekarang gue antarin loe pulang" Ucap Aldi.


"Emm gimana yah" Ucap Rara dengan ekspresi wajah bingung dan juga penuh dengan di lema.


"Kenapa loe takut di marahi sama orang tua loe kalau pulang malam di antar cowok, udah nggak usah takut biar gue yang bicara dan juga pasti loe nggak bakalan di marahi kok kan yang antarin loe cowok ganteng" Ucap Aldi lalu tertawa.


Rara pun ikut tertawa mendengar ucapan Aldi.


"Bukan karena itu" Ucap Rara setelah menghentikan tawanya.


"Terus karena apa?" Tanya Aldi.


"Rafa" Ucap Rara begitu melihat Rafa sedang mengendarai motornya menuju ke arahnya.


Aldi pun mengikuti arah pandangan mata Rara dan dia juga melihat Rafa.

__ADS_1


"Rara kamu nggak kenapa-kenapa? maaf aku lupa tadi buat jemput kamu dan aku juga ada urusan tadi" Ucap Rafa sambil melihat Aldi.


Aldi pun melihat Rafa juga.


Rara pun merasakan kecewa lagi karena mendengar ucapan Rafa yang melupakan dirinya padahal sejak tadi Rara selalu mengingat Rafa, namun Rara selalu mencoba terlihat baik-baik saja mencoba memaklumi semuanya.


"Aku nggak kenapa-kenapa kok Rafa dan maaf kalau aku buat kamu repot" Ucap Rara.


"Terus dia siapa?" Tanya Rafa sambil melihat Aldi.


Rara pun baru teringat kalau ada Aldi disitu.


"Oh dia Aldi yang nolongin aku tadi" Ucap Rara.


"Nolongin kamu, memang tadi kamu kenapa sampai dia nolongin kamu?" Tanya Rafa.


"Tadi aku hampir di tabrak dengan mobil dan untungnya Aldi nolongin aku" Jawab Rara.


"Kok bisa?" Tanya Rafa terkejut.


"Dia itu sengaja mau di tabrak, kayaknya ada yang tidak suka sama Rara, loe kakaknya Rara yah, gue cuma mau bilang jagain adek loe" Ucap Aldi.


"Bukan Aldi dia suami gue" Ucap Rara.


"Oh loe udah punya suami pantas saja tadi loe kayak bingung gitu gue mau antarin loe pulang" Ucap Aldi.


"Ya berarti loe sebagai suaminya harus jagaian Rara yah" Ucap Aldi lagi kepada Rafa.


"Iya terima kasih yah udah tolongin Rara tadi" Ucap Rafa.


"Iya, ya sudah gue balik dulu, Rara gue balik dulu yah. Kalian hati-hati" Ucap Aldi.


"Iya terima kasih yah Aldi atas pertolongan kamu tadi dan kamu juga hati-hati" Ucap Rara tulus.


"Iya Rara semoga kita bertemu lagi kalau loe kesusahan" Ucap Aldi sambil nyengir kemudian dia pun segera pergi dari hadapan Rara dan Rafa.


Rara hanya menggelengkan kepalanya.


"Ayo kita pulang ada yang ingin aku bicarakan sama kamu" Ucap Rafa.


Rara pun menuruti ucapan Rafa. Di motor Rafa hanya diam saja membuat Rara benar-benar merasakan perbedaan pada sikap Rafa sebelum dan sesudah Gracia kembali, terlihat jelas perubahannya.

__ADS_1


"Rafa kamu sudah makan?" Tanya Rara basa-basi agar Rafa tidak terus-terusan diam.


__ADS_2