
Rara ingin menangis karena mengingat kesalahn fatalnya itu menurut dirinya, berbeda dengan Rafa yang santai saja malahan sekarang dia masih menertawakan istrinya itu.
"Sudah...sudah sayang lagian mereka tidak mungkin bergosip di depan kamu paling di belakang kamu," ledek Rafa sambil membawa istrinya itu ke dalam pelukannya dan mengusap-ngusap punggung istrinya itu.
"Aku benar-benar malu, aku nggak mau lagi memperlihatkan wajahku sama mereka," ucap Rara.
"Oke sayang kamu tunggu ajah aku di dalam kamar terus, aku nggak keberatan kok," ucap Rafa.
"Ihh nggak gitu juga maksud aku sayang," rengek Rara yang benar-benar kesal dengan suaminya itu yang selalu saja meledek dirinya.
"Ya udah aku pecat saja mereka nanti aku cari pelayan lain," ucap Rafa lagi sambil menahan tawanya dan dia juga sudah tahu betul istrinya tidak mungkin menyetujui ucapannya itu.
"Enak ajah kamu mau main pecat-pecat kasian tahu mereka, apalagi kalau yang udah punya keluarga, udah punya anak pasti sedih banget kalau di pecat dan nyari kerja itu susah, pokoknya kamu jangan pecat mereka," ucap Rara cepat.
"Iya sayang sesuai permintaanmu, kan tadi aku cuma usulkan saja sayang, karena kamu malu sama mereka, jadi biar kamu nggak merasa malu lagi, aku usulkan untuk memecat mereka," ucap Rafa lalu mencium rambut lembut istrinya itu yang masih sedikit basah dan juga wangi.
"Nggak usah aku nahan malu ajah daripada kamu pecat mereka," ucap Rara pada akhirnya yang hanya pasrah saja.
Itulah kenapa aku sangat tergila-gila padamu istriku karena hatimu itu sangat baik, kamu memikirkan orang lain padahal kamu baru bertemu dengan mereka hari ini, aku akan selalu menjaga kamu batin Rafa yang tiba-tiba teringat dengan Gracia, Rafa yakin Gracia pasti akan balas dendam.
"Baiklah sayang, lagian kamu nggak perlu malu sebenarnya karena itu hal wajar bagi pengantin baru seperti kita ini," ucap Rafa.
Kitakan sudah pengantin lama hanya baru melakukannya saja batin Rara.
Rara pun hanya menganggukan kepalanya.
"Ayo makan dulu sayang, buat mengembalikan tenaga kamu yang terkuras sejak semalam," ucap Rafa lalu tersenyum.
"Kamu juga makan," ucap Rara lalu segera menyiapkan makan untuk mereka berdua.
"Sudah pasti istriku sayang, kalau kamu makan aku juga makan," ucap Rafa sambil memperhatikan istrinya itu.
"Hemm gombal terus, aku bisa-bisa jadi mendadak kenyang nih," ucap Rara sambil tersenyum.
"Aku nggak gombal sayang," ucap Rafa lalu mengecup pipi istrinya itu.
"Iya deh percaya, ayo makan sayang," ucap Rara.
Rafa dan Rara pun segera makan di dalam kamar, karena sangat malas keluar kamar hanya untuk makan.
__ADS_1
#######
"Tahu nggak cap di tubuh istri tuan Rafa sumpah banyak banget," ucap pelayan yang mengantarkan makanan tadi di dalam kamar Rafa.
Pelayan itu sudah menikah dan sudah agak tua juga tapi jiwanya masih jiwa muda.
"Beneran?"
"Iya, aku sampai senyum-senyum sendiri melihatnya,"
"Memang Nyonya nggak menutupnya?"
"Nggak, sepertinya Nyonya lupa, tadi tuh dia masih pakai baju mandi jam segini, antara dua saja kalau bukan baru bangun berarti habis gitu-gituan, nggak kebayang deh punya cap sebanyak itu, pasti ganas banget tuan Rafa,"
"Tuan Rafa senyum-senyum mulu lagi tadi, puas banget pasti dia tuh, senyumannya menunjukan segalanya," ucap pelayan itu lagi lalu tertawa.
"Semoga Tuan dan Nyonya selalu bahagia yah, aku senang dengan Nyonya kita, walaupun baru melihatnya aku yakin dia orang yang baik,"
"Iya aamiin semoga mereka selalu bahagia,"
Begitulah percakapan pelayan-pelayan di rumah Rafa.
########
"Oke sayang, tapi aku nggak punya baju yang layak pakai berarti aku pakai baju yang ada di dalam saja dong," ucap Rara lemas.
"Nggak dong sayang baju-baju itu kamu pakai ketika kita sedang berdua di dalam kamar saja, di luar kamu jangan pernah memakainya, pokoknya baju itu kamu pakai areanya di dalam kamar bersama aku," ucap Rafa.
"Siapa juga yang mau pakai di luar," ucap Rara.
"Emm berarti baju untuk aku ada yang udah layak pakai dong?" tanya Rara.
"Iya ada sayang, kamu pakaian gih sana," ucap Rafa.
Rara pun segera ke kamar mandi terlebih dahulu untuk menyikat gigi ulang sebelum berpakaian, setelah itu Rafa pun menyikat gigi juga.
Rafa nyiapin baju ini, sangat cocok aku gunakan sekarang lehernya tertutup jadi aman deh batin Rara begitu melihat baju yang sudah di siapkan suaminya itu, dia pun segera memakainya, baju itu sangat cocok dia gunakan.
"Baguskan sayang," ucap Rafa sambil memeluk istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Iya bagus sayang, makasih yah, baju ini bisa melindungi leher aku yang penuh dengan bekas gigitanmu" ucap Rara lalu berbalik dan mengecup pipi suaminya itu.
"Bibir juga dong," ucap Rafa sambil menunjuk bibirnya.
Rara pun tersenyum lalu mencium bibir suaminya itu.
"Aku jadi tambah semangat nih," ucap Rafa setelah selesai berciuman dengan istrinya.
"Iisshh, pakaian cepetan terus kita ke rumah sakit untuk menjenguk Aldi," ucap Rara yang melihat suaminya itu belum siap sama sekali.
"Siap istriku," ucap Rafa.
Rara pun segera keluar untuk dandan sedikit biar tidak terlihat pucat. Rara juga baru menyadari ternyata sangat banyak alat make up yang di siapkan Rafa dan Rara tidak tahu cara memakainya.
#######
"Zahra apa yang loe mau lakukan selanjutnya?" tanya Fania yang masih berada di rumah Zahra.
"Yah dapatin Rafa lah, kalau nggak bisa dengan cara baik-baik yah harus pakai cara licik, gue nggak ikhlas Rara bersama dengan Rafa, enak ajah Rafa suka sama gue dulu tapi masa dia yang enak-enakan sekarang dengan Rafa yang kaya raya," ucap Zahra.
"Itukan dulu, loe yang nolak Rafakan Zahra, loe nggak ingat itu," ucap Fania.
"Ingat kok gue, tapi waktu itu gue pikir dia hanyalah gembel yang tidak berarti sama sekali makanya gue melakukan itu tahu nggak," ucap Zahra sambil merutuki kebodohannya sendiri karena telah membuang harta karun yang hampir saja berada dalam genggamannya.
"Itu salah loe, terus rencana licik loe apaan?" tanya Fania.
"Rahasia dong, malas gue beritahu loe, loe kan ngejar Rafa juga sekarang," ucap Zahra.
"Beritahu ajah lah, kalau salah satu dari kita bisa dapatin Rafa nanti kita saling bagi ajah harta Rafa" ucap Fania.
######
Rara dan Rafa yang sudah selesai berpakaian segera keluar dari dalam kamar dengan wajah yang berseri-seri, mereka terlihat sangat bahagia sekarang. Rafa berjalan sambil menggandeng tangan Rara.
Rara yang melihat pelayan yang senyum-senyum lain-lain kepadanya langsung melihat kepada Rafa.
"Sayang aku malu mereka lihatin aku gitu banget," ucap Rara pelan.
Rafa pun langsung menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
"Kalian jangan lihatin istriku kayak gitu yah, dia lagi malu sekarang karena cap yang aku buat," ucap Rafa sambil menahan tawanya.
Iiishh dia malah bilang lagi batin Rara dan dia merasa semakin malu.