
Rafa pun teese begitu mendengar ucapan Rara.
"Kita akan usahakan supaya kamu bisa hamil,,, aku nggak akan pernah mencari wanita lain,, aku hanya ingin anak dari kamu,, dan kalaupun kita sudah usaha tapi kamu juga nggak bisa hamil,,, bagiku tidak apa-apa,, atau kita juga bisa adopsi anak saja,,, yang intinya sayang jangan pernah menyuruh ku untuk bersama wanita lain demi mendapatkan anak,, karena aku nggak akan mau,,, aku hanya mau kamu lah istriku satu-satunya sampai kita tiada nanti,," ucap Rafa sambil melihat Rara.
Rafa sudah sangat tau arah pikiran Rara makanya Rafa berucap seperti itu.
"Tapi..," ucap Rara yang tidak sampai selesai karena Rafa sudah lebih dulu memotong ucapannya.
"Nggak ada tapi-tapian sayang, pokoknya harus seperti itu,, aku nggak akan mau ada wanita lain," ucap Rafa lagi.
"Kamu membutuhkan penerus suamiku,, dan itu harus dari darah daging kamu sendiri," ucap Rara.
"Iya aku memang membutuhkan penerus,, kita bisa usaha dari sekarang,," ucap Rafa.
"Kamu sudah baik-baik saja istriku?" tanya Rafa penuh maksud namun Rara tidak menyadari itu.
Rara pun menganggukkan kepalanya.
"Baguslah,, ayo kita lebih usaha lagi," ucap Rafa lalu dengan segera menindih tubuh Rara.
Rara baru menyadari maksud dari pertanyaan Rafa.
__ADS_1
Rara hanya bisa melayani Rafa.
##############
Pagi harinya....
Rafa mengawali pagi dengan sangat ceria karena semalam mendapatkan jatah lebih dari satu kali dari istrinya. Sedangkan Rara mengawali pagi dengan pinggang yang sedikit encok akibat perbuatan Rafa.
Rafa jadi khawatir begitu melihat Rara yang tampak encok.
"Sayang,, kamu nggak apa-apa? kok bisa gini,, katanya kamu sudah baik-baik aja sayang?" ucap Rafa sambil mendekati Rara.
Hmmm bisa-bisanya dia berbicara seperti itu,, disaat dia lah pelakunya,, batin Rara yang heran pada Rafa.
"Sini,, aku gendong, karena itu perbuatan dari aku semalam makanya kamu seperti ini," ucap Rafa sambil tersenyum.
"Nggak usah sayang,, malu tau kalau diliat," ucap Rara.
"Tapi sayang sakit pinggang tuh," ucap Rafa lagi.
"Udah aku nggak apa-apa," ucap Rara lagi.
__ADS_1
##################
"Cie,, Ana sejak tadi senyum-senyum terus,, jadi tambah manis," goda Citra.
"Ishh apaan sih Cit,, siapa juga yang senyum-senyum coba,, aku nggak senyum yah,, kamu tuh ada-ada aja," ucap Ana.
"Hmm nggak mau ngaku lagi,, pasti karena malu sama Reno yah?" goda Citra lagi.
"Sayang sini nggak usah ladenin Citra,, dia gitu pasti karena jomblo,, jadi dia gangguin kamu terus," ucap Reno sambil menggenggam tangan Ana.
Mereka pun langsung menertawakan Citra.
"Yah betul kata Reno,, kasihan banget sih jomblo," ledek Fandi juga.
"Hmm nggak usah gangguin aku,, kalau kamu tiba-tiba putus nanti,, aku yang tertawa paling depan," ucap Citra sambil melihat Fandi dengan tatapan kesal.
"Maaf Delia aku nggak maksud mendoakan kalian putus,, aku hanya kesal pada dia," ucap Citra lagi yang merasa tidak enak pada Delia.
"Iya nggak apa-apa kok,, aku mengerti," ucap Delia sambil tersenyum.
"Udah nggak usah ribut,, ayo kita balik," ucap Aldi dan akhirnya mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing.
__ADS_1
Sementara di tempat lain ada Fania yang benar-benar sakit hati begitu mendengar laporan dari anak buahnya.