Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Sangat bahagia...


__ADS_3

Citra merasa iri pada Rara yang bisa mendapatkan perhatian dari Fandi,, bahkan sangat khawatir,, Citra sangat ingin Fandi seperti itu juga padanya meskipun hanya sekali,, tapi Citra sangat yakin hal itu tidak mungkin terjadi.


"Cit,, kok malah bengong,, ayo kita ke rumah sakit juga,," ucap Ana sambil menepuk bahu Citra.


Citra pun tersadar dari lamunannya.


"Ehh iya ayo kita ke rumah sakit,," ucap Citra.


Citra melihat Fandi dan yang lainnya sudah lebih dulu pergi.


"Ayo,, nanti kita ketinggalan lagi," ucap Ana sambil menarik Citra masuk ke dalam mobil.


Citra pun hanya mengikuti langkah Ana yang sedang menarik tangannya.


Aisshh apa sih yang aku pikirkan,, sekarang yang terpenting kesehatan Rara,, batin Citra.


"Cit,, kamu mikirin apa sih tadi?" ucap Ana begitu sudah berada di dalam mobil bersama Citra.

__ADS_1


"Nggak mikirin apa-apa kok,," ucap Citra.


"Massa sih?" ucap Ana yang tak percaya begitu saja karena Citra sejak tadi sangat aneh.


Citra pun menganggukkan kepalanya.


Nggak mungkin aku katakan kalau aku sedang iri pada Rara yang bisa mendapatkan perhatian Fandi,, akkhh gimana sih rasanya mendapatkan perhatian begitu besar dari Fandi,, nih perasaan juga kok nggak bisa berubah-rubah sih,, kenapa aku masih sangat mencintai Fandi yang tidak mencintai aku sama sekali,, bahkan saat ini sudah memiliki pacar,, Citra hatimu benar-benar tak tau malu, batin Citra yang lagi-lagi merutuki dirinya sendiri yang sangat mencintai Fandi kekasih orang.


"Iya Ana,, sudahlah kamu nggak usah mikir aneh-aneh,, sekarang kita doakan saja semoga Rara tak kenapa-kenapa,," ucap Citra.


Ana pun menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan ucapan Citra.


#################


Rumah sakit...


Rara segera diperiksa oleh dokter sedangkan Fandi dan yang lainnya menunggu di luar. Tampak ketegangan pada ekspresi wajah mereka. Sedangkan Rafa yang tak kalah khawatirnya sudah berada di dalam untuk menemani Rara.

__ADS_1


Rafa terus mengingat-ingat apakah Rara muntah-muntah karena terlambat makan tapi Rafa sangat ingat bahwa jadwal makan Rara sangat teratur.


Sementara di luar Fandi terus bolak-balik seperti setrika. Aldi pun memaklumi dengan Fandi yang seperti itu karena Fandi dan Rara sudah sangat dekat sejak dulu,, Aldi tak menyimpan curiga sedikitpun bahwa Fandi selama ini mencintai Rara.


"Fan,, duduk dulu," ucap Aldi.


"Nggak bisa Aldi,, aku sangat khawatir pada Rara," ucap Fandi.


"Iya aku mengerti,, tapi kamu nggak capek memangnya sejak tadi berdiri seperti itu,, lebih baik tenangkan diri kamu dulu,, semoga Rara nggak kenapa-kenapa,," ucap Aldi sambil melihat Fandi.


"Iya benar yang dikatakan Aldi,, duduklah dan minum dulu supaya kamu lebih segar,," ucap Citra tiba-tiba yang membuat Fandi dan Aldi langsung menoleh padanya.


Citra segera memberikan minuman pada Fandi dan Aldi yang sempat dibelinya tadi.


"Terima kasih," ucap Fandi sambil mengambil minuman dari tangan Citra,, yang membuat Citra seperti ingin lompat-lompat namun Citra menahan diri dan berusaha terlihat biasa saja meskipun jantungnya berasa ingin copot saat ini.


Sementara di dalam ruangan Rafa benar-benar sangat bahagia begitu dokter mengatakan bahwa istrinya sedang hamil saat ini.

__ADS_1


#############


__ADS_2