
"Astaga Aldi please percaya sama omongan aku,, Ana nggak mungkin kenapa-kenapa,,, ibu-ibu itu baik aku berani jamin Aldi,, kamu tuh berpikiran macam-macam pada ibu-ibu yang sudah tua tau nggak,, kan kasihan,, tega banget kamu,, emang kamu nggak pikir apa,,, Ana itu sengaja membantu ibu-ibu itu karena dia lihat ibu-ibu itu kesusahan membawa belanjaan,, jadi Ana duluan yang berniat,, nggak mungkin kan ibu-ibu itu ada niatan jahat,, sementara Ana sendiri yang memutuskan untuk membantu ibu-ibu itu,, aku sangat yakin kok,, pasti ibu-ibu itu hanya ingin mengucapkan terima kasih pada Ana atas kebaikan Ana,, jadi kamu nggak usah mikir macam-macam dan menyuruh anak buah kamu lagi,," ucap Citra.
Aldi tampak berpikir keras begitu mendengar ucapan Citra.
"Cit nggak begitu juga kalau mau mengucapkan terima kasih,, nggak mesti kan Ana ikut ibu-ibu itu,, mereka baru kenal loh,," ucap Aldi.
"Kamu bicara seperti itu kalau cowok,, nah ini ibu-ibu kamu ngomong begitu,,, udahlah nggak usah terlalu khawatir,, aku berani jamin Ana nggak bakalan kenapa-kenapa,,, atau siapa tau aja mungkin dia bakalan ketemu jodohnya,, siap-siap aja kamu di tinggal nikah adik kamu,," ucap Citra asal lalu tertawa bahagia.
"Sembarangan aja kamu,, mana mungkin seperti itu,," ucap Aldi.
"Iya nggak mungkin emang,, aku cuma bercanda aja kali Aldi,, nggak usah bawa perasaan segala,, jadi intinya nggak usah menyuruh bawahan kamu untuk mencari tau keberadaan Ana,, biarkan Ana bersama ibu-ibu itu dia pasti aman asal jangan saja Ana jalan berdua dengan pria yang baru dikenalnya,, kalau Ana jalan berdua dengan pria yang baru dikenalnya barulah aku mendukung kamu kalau kamu mau menyuruh anak buah kamu untuk mencari tau keberadaan Ana,," ucap Citra lagi.
"Udah dulu deh kalau begitu,, kamu lanjut kerja saja lagi,, karena aku sudah minta izin juga sama kamu untuk ke rumah Rara," ucap Citra lagi.
"Citra ingat yah jangan berani macam-macam kamu,, jangan cari masalah,, ingat itu,," ucap Aldi lagi yang tidak bosan-bosan mengingatkan Citra.
"Iya Aldi,, aneh banget sih kamu,, siapa juga yang mau cari masalah coba,, sementara aku mau cari teman ngobrol,," ucap Citra sambil menggeleng-gelengkan kepalanya penuh keheranan pada Aldi,, yang selalu berpikiran terlalu jauh pada dirinya.
"Yah aku cuma ingatkan saja,, siapa tau aja kamu khilaf kan,, atau kamu sudah buat rencana memang," ucap Aldi lagi.
"Nggak Aldi,, aku nggak begitu kok,, aku tutup dulu yah telfonnya,,, mau siap-siap dulu aku baru mau ke rumah Rara,," ucap Citra.
"Oke,, hati-hati kamu kalau ke rumah Rara bentar,, jangan ngebut-ngebut bawa mobil," ucap Aldi lagi.
"Iya," ucap Citra lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Aldi.
Aldi masih terus kepikiran pada adiknya,,, meskipun Citra sudah memberikan penjelasan pada dirinya tadi,, tapi tetap saja dia masih belum tenang.
Jangan sampai Ana kenapa-kenapa,, batin Aldi.
"Aku harus memastikannya sendiri,, aku telfon Ana saja biar jelas," ucap Aldi sambil mencari nama kontak Ana di ponselnya.
Begitu sudah menemukan nama kontak Ana di ponselnya,, dia segera menghubungi Ana.
Ana yang masih menyetir mobilnya sedikit terlonjak kaget begitu mendengar bunyi ponselnya. Dengan segera dia melihat siapa yang meneleponnya.
Huuf kak Aldi,, pasti dia mau tanya nih,, aku udah di rumah atau belum,, sementara aku belum sampai ke rumah,, aku masih mau ke rumah tante,, bentaran aja deh aku angkat panggilan telfonnya,, nggak usah sekarang,,, batin Ana.
Ana dengan sengaja tidak mengangkat panggilan telfon dari Aldi.
Kenapa dia tidak mengangkat panggilan telfon dari aku,, dia nggak kenapa-kenapa kan,, batin Aldi yang mulai panik karena Ana tidak mengangkat panggilan telfonnya.
Aldi kemudian menelepon Ana lagi.
Astaga punya kakak begini amat,, dia pasti lagi khawatir nih sekarang karena aku nggak mengangkat panggilan telfon dari dia,,, huff aku diperlakukan seperti anak kecil saja padahal aku ini sudah gede,, nggak bisa gitu keluar rumah sendirian terus lama-lama,,, batin Ana.
Ana akhirnya memutuskan untuk mengangkat panggilan telfon dari Aldi.
"Halo kakakku tersayang,, ada apa?" tanya Ana sambil fokus menyetir mobil mengikuti mobil mama Reno yang berjalan pelan.
Aldi bernafas lega begitu Ana menjawab panggilan telfon dari dirinya.
"Kenapa lama mengangkat panggilan telfon dari aku?" tanya Aldi terlebih dahulu tanpa menggubris pertanyaan Ana sebelumnya.
Hemm sudah ku duga,, batin Ana.
__ADS_1
"Hemm gini loh kakakku sayang,, aku lagi menyetir mobil jadi nggak terlalu dengar tadi bunyi ponselku,, maaf yah,," ucap Ana.
"Bohong banget kamu adikku sayang,, kamu pikir aku nggak tau bunyi ponsel kamu itu nyaringnya gimana,, kalau mau bohong jangan terlalu begitu juga,," ucap Aldi yang membuat Ana langsung nyengir.
"Tuh kan ketahuan kan kamu bohong,,, sudah pintar bohong yah kamu sama kakak,," ucap Aldi.
"Nggak kok kak,, aku nggak mau belajar bohong sama kakak,, cuma tadi mau bercanda aja dikit,, aku lagi nyetir loh kak takut nggak konsentrasi bawa mobilnya makanya tadi agak lama angkat panggilan telfon dari kakak,," ucap Ana.
"Earphone mu mana?" tanya Aldi.
"Iya-iya kakak yang menang deh,," ucap Ana pasrah karena kakaknya memang selalu saja menemukan kebohongan dirinya apabila dia mencoba berbohong.
"Kenapa bohong sama aku?" tanya Aldi lagi.
"Yah abis kakak sih,, pasti mau tanya aku udah di rumah atau belum,, dan kalau belum pasti tanya lagi aku kemana,, aku seperti anak di bawah umur saja,, aku kan udah gede kak,, nanti juga pulang sendiri tanpa perlu di tanya-tanya atau di ikuti sama anak buah kakak,, aku bisa jaga diri juga kok," ucap Ana.
"Kakak itu khawatir sama kamu Ana,, nanti kamu kenapa-kenapa,, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa,,, itu saja kok,, makanya kakak selalu memantau kamu,," ucap Aldi.
"Iya kak,, tapi aku nggak bakalan kenapa-kenapa kok,, aku kan nggak punya teman cowok,, aku juga palingan hanya jalan-jalan sebentar aja terus pulang kok,," ucap Ana.
"Bukan hanya cowok saja yang berbahaya,, sekarang kamu lagi dimana ini?" tanya Aldi.
"Di jalan kak," jawab Ana.
"Mau kemana adikku?" tanya Aldi.
"Mau ke rumah tante yang aku bantuin waktu di Mall,, aku nggak sengaja bertemu dia tadi kak,, terus dia mengajak aku untuk ke rumahnya,,, ya udah aku ikut aja kak nggak enak juga mau menolak,, tantenya baik,," ucap Ana.
Aku nggak mungkin bilang sama kak Aldi kalau tadi aku di jambret, terus di tolong sama tante,,, bisa-bisa nasib kedua penjambret itu lebih parah lagi,, batin Ana.
"Kamu bertemu dia dimana?" tanya Aldi lagi.
Muncul deh jiwa wartawannya kakak aku ini,, batin Ana.
"Kamu yakin tante itu baik?" tanya Aldi.
"Iya kak,, aku yakin dia baik,, malahan baik banget,, aku tau kakak khawatir tapi aku benar-benar nggak salah menilai tante ini kok,, dia memang baik kak,," ucap Ana yang sedang meyakinkan kakaknya,, sebelum kakaknya menyuruh anak buahnya untuk mencari tau keberadaannya.
"Jangan menyuruh anak buah kakak yah,, aku nggak suka dipantau-pantau,," ucap Ana lagi.
"Hemm baiklah adek aku yang bawel,, tapi kamu jangan pulang malam yah,, sebelum aku balik dari kantor kamu harus sudah berada di rumah,,," ucap Aldi.
"Siap bos,," ucap Ana cepat.
"Oke,, hati-hati nyetir mobilnya yah,," ucap Aldi.
"Iya kak,," ucap Ana.
"Kakak tutup dulu panggilan telfonnya kalau gitu," ucap Aldi.
"Iya kakakku sayang," ucap Ana sambil tersenyum bahagia.
"Dasar kamu kalau ada maunya," ucap Aldi lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ana.
Sedangkan di waktu yang sama Citra sudah selesai berpakaian rapi untuk ke rumah Rara,, dengan segera dia mengambil kunci mobil lalu berjalan ke luar rumah menuju salah satu mobil yang sedang terparkir.
__ADS_1
Citra memutuskan untuk menelepon Rara dulu,, dia ingin memberitahukan Rara kalau dia sekarang sudah menuju ke rumahnya.
Rara langsung mengangkat panggilan telfon dari Citra.
"Halo Cit,, lagi dimana? kamu jadi datang kesini?" tanya Rara langsung.
"Iya dong Ra jadi,, aku udah di dalam mobil nih mau kesitu,,, aku sengaja beri kabar sama kamu dulu,, kalau aku sudah mau ke rumahmu,," ucap Citra.
"Oke Cit,, hati-hati aku tunggu yah,," ucap Rara sambil tersenyum.
"Iya Ra,, aku tutup dulu yah panggilan telfonnya," ucap Citra.
"Iya Cit,," ucap Rara.
Citra segera menutup panggilan telfonnya dengan Rara lalu segera menyetir mobilnya menuju rumah Rara dan Rafa.
Sementara Ana akhirnya sampai di rumah mama Reno.
Ya ampun rumahnya besar juga dan bisa-bisanya waktu itu aku mengira tante ini seorang pembantu,, benar-benar kamu yah Ana,, lain kali perlu lebih teliti lagi dalam menilai orang untung tantenya nggak marah kan sama aku,,, aku benar-benar merasa tidak enak banget nih sudah salah mengira,,, batin Ana.
Sedangkan mama Reno terus tersenyum bahagia begitu mereka sudah sampai di rumahnya,, dia sangat bahagia akhirnya bisa membawa Ana ke rumahnya,,, padahal dia hanya membawa Ana saja tanpa ada status apapun tapi itu sudah membuatnya bahagia. Walaupun jauh di dalam lubuk hatinya dia sangat ingin mempunyai menantu seperti Ana.
Mama Reno segera memarkirkan mobilnya begitu pun dengan Ana. Lalu mereka segera turun dari dalam mobil masing-masing.
"Ayo sayang kita masuk,," ucap Mama Reno sambil tersenyum.
"Iya tante," ucap Ana.
Mama Reno pun segera berjalan masuk ke dalam rumah begitu pun juga dengan Ana segera mengikuti mama Reno.
Ana masuk sambil melihat-lihat di sekeliling. Dia takjub dengan desain rumah mama Reno.
"Ayo duduk sayang,, anggap saja rumah sendiri yah nggak usah malu-malu,," ucap mama Reno sambil menunjuk sofa dan tersenyum manis.
"Iya tante,," ucap Ana sambil tersenyum juga.
Mama Reno segera memanggil pelayan lalu menyuruhnya untuk membuatkan Ana minuman.
"Bi buatin Ana minuman yah,," ucap mama Reno.
"Emm nggak usah bi,," ucap Ana cepat.
"Loh kok nggak usah sayang?" tanya mama Reno.
"Biar aku buat sendiri aja,, nggak perlu repot-repot, kan tadi tante bilang anggap saja rumah sendiri,," ucap Ana sambil tersenyum ramah.
"Tapi tante nggak enak loh kalau kamu mesti buat sendiri,,," ucap mama Reno.
"Nggak apa-apa kok tante,, santai aja mahh kalau sama aku,," ucap Ana.
"Biar kita buat bersama saja kalau gitu,, kamu mau?" tanya Mama Reno.
"Iya dong tante aku mau,," ucap Ana.
"Emm tapi tante beneran kan nggak ada anak tante?" tanya Ana lagi untuk memastikan sekali lagi,, karena dia benar-benar kesal pada Reno dan tidak mau melihat Reno.
__ADS_1
"Iya sayang nggak ada,, kamu tenang saja tante tau kamu tidak suka sama dia karena dia menjengkelkan dan sama kok tante juga nggak suka sama itu anak karena menjengkelkan,," ucap mama Reno lalu tertawa.
Tapi sepertinya tante akan menyuruhnya untuk pulang,, biar kalian bisa bertemu,, siapa tau aja kan kalian bisa dekat,, yang tadinya kalian saling jengkel langsung tiba-tiba saling suka,, yang penting aku usahakan saja dulu,, masalah hasilnya nanti saja di lihat,, yang terpenting anak aku itu yang gobloknya sangat lumayan bisa melihat wanita cantik selain Fania,, yang berada di rumah sekarang ini cantik luar dan dalam,, batin Mama Reno.