Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Kok kamu nggak pernah cerita sama aku


__ADS_3

Tega di tambah sombong pula mentang-mentang udah nikah kamu yah,, batin Aldi sambil melihat ponselnya.


"Jodohku dimanakah dirimu berada,, apakah kamu sudah lahir,, atau sekarang kamu lagi di pelukan pacarmu,, pokoknya dimanapun kamu berada,, semoga kamu baik-baik saja dan bisa menjaga diri,,, juga semoga kita cepat bertemu,," gumam Aldi lalu segera duduk kembali di sofa sambil menunggu Rara,, Ana dan juga Citra.


Di dalam kamar Ana.


"Kita cobain dulu dikit baju-baju ini,," ucap Citra.


"Oke boleh juga," ucap Ana.


Mereka segera mencoba semuanya.


"Emm aku ke bawah duluan yah,, karena Rafa mungkin sebentar lagi bakalan datang,," ucap Rara.


"Astaga kita sampai kelupaan karena terlalu asik,, ayo kita ke bawa nanti kak Aldi nyusul lalu ngomel-ngomel," ucap Ana.


"Iya,, Ra tungguin kita ajah yah,, kan kalau bersama kamu,, Aldi pasti nggak terlalu ngomel,," ucap Citra.


"Iya kak Rara tungguin kita yah,,, nggak lama lagi kok tinggal ganti baju ini ajah," ucap Ana.


"Iya aku tungguin kok,," ucap Rara.


Ana dan Citra segera mengakhiri tes-tes baju mereka.


#############


Ana,, Citra dan Rara segera turun ke bawah. Aldi sudah melihat kesal pada Citra dan Ana,, tidak pada Rara karena Aldi tahu pasti Citra dan Ana penyebab mereka turun lama,, sementara Citra dan Ana hanya nyengir saja karena mereka sudah mengerti maksud dari tatapan kedal Aldi.


"Aldi kamu kenapa?" tanya Rara heran begitu melihat ekspresi kesal Aldi.

__ADS_1


"Aku lagi kesal pada Citra dan Ana,, mereka pasti penyebab kamu lama di dalam kamarkan,, dan kalian Ana dan Citra lupa apa kalau mesti masak,, harusnya tuh sejak tadi kalian turun,, udah jam berapa ini,, dan pasti kalian sengajakan turun bareng Rara biar aku nggak terlalu marah," ucap Aldi.


"Nggak lah Aldi,, maaf yah kalau kita lama," ucap Citra.


"Nggak usah bohong deh,, aku tahu kok karena Rara itu nggak mungkin kali lama-lama,, kan yang banyak belanjaan kalian berdua," ucap Aldi sambil melihat Ana dan Citra.


"Dan juga sengaja membuat Rara bersama kalian," ucap Aldi.


"Kak Aldi kok tahu sih,, iya sih kita emang sengaja kak mencegah kak Rara turun duluan,, biar kak Aldi nggak marah-marah," ucap Ana sambil nyegir.


"Iyalah aku tahu,, secara aku itu lama mengenal kalian berdua, dan kalau Rara walaupun aku baru kenal tapi aku tahu banget dia itu gimana orangnya," ucap Aldi.


"Udah-udah nggak usah ribut,, sekarang ayo kita masak saja karena Rafa dan Fandi akan segera datang,, pasti nggak lama lagi mereka mungkin balik dari kantor dan langsung kesini," ucap Rara.


"Ngapain sih Fandi juga datang,, harusnya tuh dia nggak usah datang lagi,, malas banget aku melihat wajahnya tuh orang," ucap Citra kesal.


"Ya ampun Cit,, jelaslah dia datang kan kak Rafa mau kesini juga sudah pasti dong kak Rafa mengajak Fandi juga,, gimana sih kamu,, jangan malas-malas deh kamu melihat wajah kak Fandi,, nanti kamu suka lagi sama dia,, terus kangen gitu kalau nggak lihat wajahnya," ledek Ana.


"Ra,, tolonglah bilang sama Rafa nggak usah bawa Fandi kesini,, suruh saja Fandi pulang ke rumahnya.,," ucap Citra lagi pada Rara.


"Yah nggak mungkinlah Cit,, nggak usah menyuruh Rara yang macam-macam,, lagian emang kenapa sih kalau Fandi datang toh Fandi juga nggak bakalan ribut dan nyolot pasti,, kamunya saja yang kegeeran Cit," ucap Aldi.


"Isshh siapa juga coba yang kegeeran,, ada-ada saja kamu," ucap Citra.


"Yah kamulah Cit,, masa aku sih," ledek Aldi lalu tertawa.


"Iishh ngeselin banget kamu Aldi,, ayo Ra kita masak, kamu juga Ana ayo kita ke dapur,, malas banget aku bicara dengan Aldi," ucap Citra sambil melihat kesal pada Aldi.


"Awas yah kalau kamu ajak aku bicara lagi,," ucap Aldi sambil menahan tawanya.

__ADS_1


"Lagian emang benar kok kamu kegeeran duluan," ledek Aldi.


"Udah,, ayo kita ke dapur saja buat masak," ucap Rara.


"Ayo kak Rara,," ucap Ana.


"Cit kamu lanjut ajah dulu yah ributnya dengan kak Aldi,," ucap Ana.


"Isshh nggak mau lah,," ucap Citra lalu segera berjalan duluan ke dapur,, sambil mengibaskan rambutnya pada Aldi.


"Ihhh rambut kamu bau banget Cit," ledek Aldi.


"Terserah apa katamu,, yang intinya rambut aku harum banget," ucap Citra.


Rara hanya menggelengkan kepalanya lalu segera ke dapur untuk memasak bersama Citra dan juga Ana.


##########


"Zahra kamu nggak usah yah mikirin ucapan Reno tadi,, dia itu emang gitu ngeselin banget tahu nggak, masa dia nggak mendukung kita,," ucap Fania.


"Iya sih sebenarnya aku juga nggak mau mikirin,, tapi beneran yah dia itu ngeselin banget tahu nggak,, kenapa sih dia itu harus bela Rara dan nggak mendukung kita padahal kamu itu kekasih dia,, kenapa dia harus mendukung Rara yang bukan siapa-siapa tahu nggak,, bawaannya bikin kesal ajah," ucap Zahra dengan perasaan kesalnya pada Reno.


"Iya aku juga bingung dan kesal sama dia,, kenapa aku bisa punya pacar sampai segitu ngeselinnya,, padahal kalau mau aku pikirkan baik-baik dia itu bucin banget sama aku tapi dia juga kok bisa ngeselin seperti itu mendukung Rara sampai segitunya,,, nggak mendukung aku dan kamu sama sekali tahu nggak, malahan mengeluarkan ceramah dia yang ngeselin itu,," ucap Fania.


"Jangan-jangan dia itu nggak cinta sama kamu lagi,, tapi dia itu cinta pada tubuh kamu saja,, kaliankan selalu seperti itu tiap bertemu,, sadar nggak sih kamu," ucap Zahra.


"Yah nggak mungkin Zahra,, Reno itu cinta banget sama aku bukan cuma pada tubuh aku ajah dia itu malahan mau menikahi aku hanya saja mama dia nggak mau,,, kita tinggal menunggu restu mama dia ajah yang menjengkelkan itu,,, jadi dia itu cinta banget sama aku dan serius juga sama aku," ucap Fania yang sangat yakin jika Reno sangat mencintai dirinya.


"Haa masa sih,, emang kamu pernah ke rumah Reno atau bertemu mama dia?" tanya Zahra yang seakan tidak percaya dengan perkataan Fania.

__ADS_1


"Iya dong,,, Reno pernah membawa aku ke rumah dia untuk bertemu mama dia karena Reno ingin hubunganku dengan dia segera ke jenjang yang lebih serius lagi,, hanya saja mama dia yang menjengkelkan itu tidak suka padaku dan tidak merestui hubungan aku dan Reno,,, pacaran saja dia tidak merestui apalagi menikah coba,, ngeselin bangetkan," ucap Fania.


"Iya sih,, kok kamu nggak pernah cerita sama aku,, kalau Reno sudah seperti itu sama kamu?" tanya Zahra.


__ADS_2