Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Seperti itu sama kamu?


__ADS_3

"Ehh tapi nggak perlu kok,, ini nggak apa-apa,," ucap Ana sambil mengikuti Reno karena Reno menggandeng tangan Ana.


Ana benar-benar merasa deg-deg kan begitu Reno menggandeng tangannya.


Duhh aku kenapa sih,, kok jantung aku detak beda yah,, cepat banget nggak seperti biasanya padahal cuma gandeng tangan seperti ini,, pasti ini karena aku nggak pernah di gandeng tangannya dengan cowok lain selain kak Aldi,, jadi begini deh,, iya pasti hanya karena itu, batin Ana.


"Nggak boleh kamu ngomong begitu Ana,, aku tau kok itu pasti sakit banget karena aku lihat sendiri Fania menampar kamu dengan sangat kuat tadi,, maaf nggak bisa menahan tamparan Fania,, maaf juga yah kamu ikut-ikutan di dalam masalah hubungan aku dan Fania,, padahal kamu ini nggak tau apa-apa,," ucap Reno.


"Iya nggak usah minta maaf terus,, kamu sadar nggak sih kita sebelumnya nggak akur loh,, jadi kamu jangan mendadak jadi baik begini,, aku jadi merinding kalau kamu seperti ini sama aku," ucap Ana.


"Iya kok,, bentar kita ribut lagi,, sekarang kita damai dulu,," ucap Reno.


Emang ada seperti itu,, batin Ana sambil menggelengkan kepalanya.


"Oke kalau begitu," ucap Ana.


"Ayo duduk disini," ucap Reno lagi begitu sudah sampai di taman belakang rumahnya.


"Kenapa nggak di dapur saja tadi,, kok disini?" tanya Ana.


"Di dapur mama aku pasti ceramah terus,, jadi lebih baik disini aja supaya lebih konsen kompres pipi kamu," jawab Reno.


"Oh gitu yah,, kamu nggak nanya aku dulu mau atau nggak," ucap Ana.


"Nggak,, aku malas nanya,, dan sekarang aku lupakan alat kompres untuk kamu,, tunggu disini yah aku ambil dulu,," ucap Reno lalu segera pergi mengambil alat kompres untuk Ana.


Ana pun melihat-lihat taman di belakang rumah Reno yang sangat indah.


"Ana mana?" tanya mama Reno begitu melihat Reno datang kembali di dapur.


"Itu lagi duduk di bangku taman belakang rumah ma,, aku mau ambil alat kompres dulu,, lupa tadi," ucap Reno sambil menyiapkan semuanya untuk mengompres pipi Ana.


"Oh gitu,, jadi gimana sekarang mata kamu,, udah tau bedakan mana yang baik dan mana yang nggak baik?" ucap mama Reno.

__ADS_1


"Maksudnya ma?" tanya Reno.


"Pakai tanya lagi,, wanita seperti Ana itu cocok jadi istri kamu bukan yang seperti Fania,, atau Ana saja kamu dekati siapa tau dia mau sama kamu," ucap mama Reno.


"Apaan sih ma,, Ana nggak mungkin suka sama aku,, dan aku juga nggak mungkin suka sama Ana,, udah ahh aku mau balik ke taman dulu,,, mama jangan mikir macam-macam," ucap Reno lalu segera kembali ke taman.


"Lama yah Ana? maaf yah,, mama ngajak bicara dulu tadi,," ucap Reno sambil duduk kembali di bangku taman.


"Emm nggak kok, santai aja,, bicara dengan mama kamu itu lebih penting," jawab Ana.


"Hemm seandainya saja yah Fania bisa seperti kamu,, pasti dia disuka dengan mama aku deh, tapi sayangnya dia tidak seperti kamu,, dia selalu mempertahankan sifat dia yang nggak baik itu," ucap Reno sambil mengompres pipi Ana. Jarak di antara mereka sangat dekat sehingga membuat Ana semakin deg-degkan.


"Ana kamu beneran yah nggak pernah pacaran?" tanya Reno.


Ana dengan cepat menganggukkan kepalanya.


"Kamu juga nggak pernah sedekat ini yah dengan cowok sebelumnya?" tanya Reno lagi dan dengan cepat Ana menganggukkan kepalanya.


"Pantas saja kamu terlihat sangat gugup," ledek Reno lalu tertawa.


"Aku cuma dekat dengan kakakku saja,," ucap Ana.


"Cowok?" tanya Reno.


"Iya," jawab Ana.


"Kenapa kamu nggak pacaran?" tanya Reno.


"Belum menemukan yang cocok,, aku mau langsung nikah aja rencananya karena aku takut patah hati, terus kakak aku juga pasti nggak akan membiarkan pria itu jika melihat aku patah hati,, jadi daripada membahayakan orang lain lebih baik aku nggak usah pacaran saja,, karena aku juga sudah melihat perjalanan cinta kamu yang sangat rumit,," ucap Ana lalu tertawa karena dia merasa lucu saja begitu mengucapkan itu.


"Tau nggak pacaran itu enak kalau lagi bahagia-bahagia nya aja,, tapi kalau saat posisi aku dan Fania ini memang nggak enak banget pacaran,,, mana aku juga sudah sangat mencintai Fania lagi,, dan tiba-tiba begini,, aku nggak tau lagi gimana kedepannya hubungan aku dan dia,, tapi aku akan selalu mempertahankan dan buat dia mau berubah,," ucap Reno.


"Fania itu beruntung banget dapat kamu yang sangat mencintai dia,, seharusnya dia tak perlu salah paham lagi,, antara hubungan aku dan kamu,," ucap Ana.

__ADS_1


"Yah seharusnya begitu sih,, tapi nggak tau lah,, aku terkadang bingung sama cewek,," ucap Reno.


Sementara di tempat Zahra,, Fania datang sambil marah-marah. Dan Zahra sangat terkejut begitu melihat memar di bibir Fania.


"Fania siapa yang lakukan ini sama kamu? kok bisa jadi seperti ini sih? aku udah bilang kan kamu jangan pergi sendiri ke rumah Reno," ucap Zahra sambil membawa Fania ke dapur,, karena dia ingin mengompres pipi Fania.


"Mamanya Reno yang lakukan ini sama aku,, aku benar-benar kesal banget Zahra,, Reno nggak bantuin aku,, malahan dia menyuruh aku pulang," ucap Fania.


"APA!!! Reno bisa-bisanya seperti itu sama kamu,, lalu wanita itu beneran dia ada di rumah Reno?" tanya Zahra untuk memastikan semuanya.


"Iyalah,, dia ada,, dan ini semua terjadi hanya karena dia,,, aku di tampar,, tanganku terkena minyak panas begini hanya karena dia,, wanita tidak tau diri itu," ucap Fania.


"Hah,, kok bisa sih?" tanya Zahra.


"Aku malas cerita karena bawaannya kesal aja kalau mengingat kejadian tadi Zahra,, benar-benar aku tidak terima di perlakukan seperti ini," ucap Fania sambil sesekali meringis kesakitan ketika Zahra mengobati pipi dan bibirnya.


"Cerita aja dong Fania,, aku benar-benar pengen tau kok bisa kamu pulang dalam keadaan seperti ini,, kasihan banget kamu tau," ucap Zahra.


"Kalau aku ada di sana sudah tentu kamu tidak akan seperti ini," ucap Zahra lagi.


"Yah intinya sih mamanya Reno suka sama Ana,, makanya mamanya Reno sangat membela Ana,, dia nampar aku hanya karena aku nampar Ana,, padahal aku lakukan itu karena aku nggak suka lihat tipe wanita seperti Ana itu,," ucap Fania kesal.


"Dan parahnya lagi Reno nggak membela aku sedikit pun Zahra,, dia malah minta aku seperti Ana agar aku disukai dengan mama dia,, ihh malas banget,," ucap Fania.


"WHAT!!! Reno seperti itu sama kamu?" tanya Zahra ulang.


"Iya," jawab Fania.


"Kita harus balas wanita itu Fania,, tenang saja,, siapa suruh dia telah berani mengganggu kamu,," ucap Zahra sambil tersenyum licik.


##########


Mampir ke novel baru author Yee...

__ADS_1


"Dendam dan Cinta"


klik profil ku aja,, mksh sebelumnya 🙏 😊


__ADS_2