Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Bilang ajah iri


__ADS_3

Reno yang sudah sampai di rumahnya dan sudah berada di dalam kamarnya segera menelepon Fania,, karena tadi dia di usir oleh Fania dan Fania juga sedang marah.


Fania yang mendengar bunyi ponselnya segera melihat siapa yang meneleponnya,, Fania sudah menduga bahwa itu pasti Reno dan memang benar seperti dugaan Fania Reno lah yang menelepon dirinya.


Hemm sesuai dugaanku pasti Reno yang menelepon batin Fania.


"Angkat nggak yah," gumam Fania.


Dan Fania pada akhirnya tidak mengangkat panggilan telepon dari Reno.


Palingan juga sebentar dia nelpon lagi,, batin Fania yang sudah tahu betul dengan kebiasaan Reno.


"Ya ampun Fania kok nggak angkat telepon dari aku pasti dia masih marah nih, padahalkan aku cuma memberikan dia saran untuk kebaikan dia juga dan Zahra" gumam Reno.


Telfon lagi deh wanita tuh kalau marah memang kayak gitu,, perlu di telfon berulang-ulang,, kalau di diamkan pasti semakin marah dia,, batin Reno.


Reno segera menelepon Fania lagi. Dan Fania kembali mendengar ponselnya yang berdering. Lalu dia dengan segera melihat siapa yang meneleponnya.


Hemm Reno lagi,, Reno lagi,, kenapa sih dia ini kalau aku marah selalu saja nelfon terus,, udah tahu kalau aku lagi kesal,, batin Fania sambil menolak panggilan telfon dari Reno.


"Astaga tega banget sih nih anak," ucap Reno.


Namun Reno tidak putus asa dia tetap menelepon Fania.


"Aku akan terus menelepon kamu sampai kamu angkat panggilan telfon dari aku sayang," ucap Reno sambil tersenyum.


Astaga menyebalkan sekali dia,, batin Fania begitu tahu Reno lagi-lagi meneleponnya.


"Siapa sih tuh Fania?" tanya Zahra.


"Berisik banget tahu nggak,, angkat dong," ucap Zahra lagi.


"Aku malas mengangkatnya,, itu panggilan telfon dari Reno,, aku lagi kesal dengan dia tahu nggak," ucap Fania.


"Oh dari Reno si ngeselin itu,, kenapa kamu kesal sama dia,, bukannya tadi kamu baik-baik saja dengan dia," ucap Zahra.


"Yah karena dia belain Rara jadi aku kesal deh,, masa dia belain Rara seharusnya dia itu belain kita tahu nggak," ucap Fania.


"Iya juga sih,, udah nggak usah gubris itu cowok,, nonaktifkan saja ponsel kamu,," ucap Zahra lagi dan Fania pun menuruti ucapan Zahra.

__ADS_1


Ya ampun nggak aktif deh sekarang nomor ponselnya,, batin Reno.


"Duh tuh anak kalau marah emang keterlaluan banget deh,, padahal dia kan seharusnya nggak usah marah ya ampun,," ucap Reno.


Biarin ajah dulu deh,, nanti bentar aku telfon dia lagi,, pasti sebentar nomor ponsel dia aktif lagi, batin Reno.


##########


Rumah Aldi.


Aldi tersenyum begitu melihat Ana,, Rara dan Citra sudah sampai di rumah,, Aldi sudah sejak tadi menunggu mereka. Aldi menggelengkan kepalanya begitu melihat belanjaan Ana dan Citra yang sangat banyak,, berbeda dengan Rara yang hampir tidak ada belanjaannya.


"Kenapa tidak mall saja kamu bawa pulang Citra dan Ana," ucap Aldi.


"Nggak bisa di tarik,," ucap Ana.


Rara tertawa begitu mendengar ucapan Ana.


"Ra kok kamu cuma itu saja sih?" tanya Aldi heran.


"Aku nggak mau belanja emang tadi cuma mau jalan-jalan ajah, lagian masih banyak di rumah,, Rafa sudah menyediakan semuanya keperluanku dengan sangat banyak,, aku saja sampai pusing,, dan aku nggak mau tambah lagi,," ucap Rara.


"Iya nih kak Rara memang nggak hobby belanja," ucap Ana.


"Iya sama-sama dan nggak usah bilang terima kasih terus,, itukan uang Rafa,, nanti sama Rafa ajah kalian terima kasihnya," ucap Rara.


"Aku lebih mending terima kasih sama kamu saja Ra," ucap Citra.


"Ehh kok gitu kamukan pakai uangnya Rafa,,," ucap Ana.


"Udah-udah nggak usah ribut,, uang Rafa adalah uang Rara juga,, oke. Sekarang bawa ke kamar kalian tuh barang-barang terus masak, Rafa mau datang pasti mau makan,, atau aku suruh bibi ajah yah," ucap Aldi.


"Ehh jangan biar aku saja yang masak," ucap Rara cepat.


"Nah ini istri yang baik begini,," ucap Aldi.


"Aku juga kak Aldi kalau nikah nanti akan begitu kok tenang saja,, tapi sekarang aku belum menikah dan masih jomblo jadi santai dan manja-manja ajah dulu sama kak Aldi," ucap Ana.


"Terserah kau lah dek,, yang penting bawa deh tuh barang-barang kalian yah,," ucap Aldi.

__ADS_1


"Oke kak," ucap Ana.


"Ayo kak Rara ikut kita dulu,, nanti kita turun bareng buat masak,, kak Rara nggak boleh masak sendiri yah,," ucap Ana dan Rara pun segera mengikuti Ana dan juga Citra.


Aldi hanya geleng-geleng kepala melihat adiknya itu yang sangat manja,, dan juga Rara yang sudah sangat akrab dengan mereka. Aldi benar-benar merasa senang.


Aldi segera menghubungi Rafa untuk memberikan informasi.


Rafa segera mengangkat telfon begitu melihat Aldi yang meneponnya.


"Halo,, istriku udah balik?" tanya Rafa.


"Iya udah kok tenang ajah," jawab Aldi.


"Nggak lecetkan dia?" tanya Rafa.


"Yah nggak lah,, mereka cuma pergi belanja doang juga dan di jaga baik-baik,, tapi yah istrimu itu nggak suka belanja sama sekali,, dia bahkan tidak banyak membeli barang berbeda dengan Ana dan Citra," ucap Aldi.


Hemm sudah kuduga pasti dia tidak akan belanja banyak,, padahal aku ingin dia itu belanja juga seperti wanita yang lain,, batin Rafa.


"Dia memang seperti itu,, aku sudah tahu tadi pasti dia tidak akan belanja banyak," ucap Rafa.


"Oh iya katanya kamu sudah menyediakan banyak untuk dia,, jadi dia tidak mau menambah lagi,, karena dia yang akan pusing juga," ucap Aldi lalu tertawa.


"Rara emang beda banget dia,," ucap Aldi.


"Iya dia emang beda banget,, makanya kamu nggak boleh yah suka sama dia,, awas kamu jangan sampai baper pada istriku," ucap Rafa.


"Astaga nggak kok tenang ajah,, sembarangan banget kamu mikirnya pak Rafa,," ucap Aldi.


"Oh iya dia juga semangat banget buat masakin kamu makanan,, dia nggak mau menyuruh bibi,,, enak kamu yah dapat istri seperti Rara," ucap Aldi lagi.


"Iya dong rezeki itu mahh, makanya aku sangat menjaga dia dan mencintai dia, karena dia itu spesial, nggak matre lagi,," ucap Rafa.


"Udah dulu dehh kalau gitu,, aku mau lanjut kerja lagi,, karena pengen cepat pulang,, aku udah kangen sama istriku," ucap Rafa.


"Hemm lebay banget kamu," cibir Aldi.


"Bilang ajah iri karena belum punya istri,, yang sabar yah,," ucap Rafa lalu tertawa.

__ADS_1


"Tega banget kamu Rafa," ucap Aldi.


"Aku emang tega,, bye,," ucap Rafa lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Aldi.


__ADS_2