Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Memiliki hati yang lembut


__ADS_3

"Kamu tuh yang salah bukan aku tahu nggak," ucap Citra kepada Fandi.


"Yee aku lagi,, jelas-jelas kamu yang mulai tahu nggak,, bilangin aku tua duluan,, padahal mau di lihat dari lubang pipet pun jelas kamu yang tua," ucap Fandi.


"Fandi udah deh ngalah sama cewek,, jangan gitu dong kasihan Citra kalau kamu nggak mau ngalah," ucap Aldi.


"Haa kasihan kamu bilang Aldi dia ini nggak pantas di kasihani tahu nggak,,aku emang akan mengalah sama wanita tapi kalau wanitanya modelan kayak dia ini,, ihh ogah banget," ucap Fandi sambil bergidik ngeri.


"Siapa juga yang mau kamu mengalah sama aku,, dan kamu nggak usah kasihan padaku,, aku nggak butuh di kasihani sama kamu," ucap Citra.


Astaga kedua orang ini nggak selesai-selesai kayaknya bertengkarnya,, kalau aku biarin bisa-bisa aku nggak masuk kantor atau terlambat masuk kantor hanya karena mereka berdua, batin Rafa.


"Fandi ayo kita ke kantor, nggak usah berisik melulu," ucap Rafa.


"Iya ayo kita ke kantor, aku sakit mata disini melihat dia," ucap Fandi sambil menunjuk Citra.


"Ana dan Aldi,, ingat yah jagain Rara,, jangan biarkan deh Citra dekat-dekat dengan Rara karena dia itu nggak baik," ucap Fandi langsung.


"Iya Fandi,, udah kamu ke kentor deh, aku capek dengan keributan kalian," ucap Aldi.


Yang lain pun hanya tertawa berbeda dengan Fandi dan Citra yang saling melihat dengan tatapan kesal.

__ADS_1


"Sayang aku ke kantor dulu yah," ucap Rafa.


"Iya hati-hati," ucap Rara sambil salam kepada Rafa dan Rafa langsung memberikan ciuman di seluruh permukaan wajah istrinya membuat orang yang menyaksikan hanya bisa melongo tak percaya.


"Astaga Rafa kamu benar-benar tega," ucap Aldi.


"Tega apaan sih,, makanya nikah biar tahu rasanya,,, kalau nggak cium istri sebelum pergi kerja tuh rasanya nggak enak, kamu bilang begitu karena belum nikah tahu nggak,, coba kalau udah nikah kamu pasti akan mencium istrimu juga sebelum pergi kerja," ucap Rafa.


Rara hanya diam membisu saja.


"Iya aku pasti akan menciumnya juga,, tapi bukan di depan orang lain,, apalagi di depan orang jomblo karena aku akan menghargai perasaannya orang jomblo," ucap Aldi.


"Terserah aku dong,, aku memang sengaja tuh,, dan nggak mau menghargai perasaannya orang jomblo," ucap Rafa lalu tertawa bahagia.


#########


Di dalam mobil


"Fandi kamu itu kenapa sih,, benci banget sepertinya sama Citra,, emang ada masalah apa kalian, jangan-jangan kalian sudah saling kenal duluan, terus kamu nembak Citra dan dia nolak kamu,, terus kamu nggak mau lagi dekat dengan wanita sekarang dan kamu juga dendam sama dia karena di tolak," ucap Rafa tiba-tiba membuat Fandi shock setengah mati,, bagaimana bisa pikiran Rafa sampai kesitu, Fandi tidak menyangka sama sekali.


"Rafa kamu masih sadar kan berbicara seperti itu padaku?" tanya Fandi.

__ADS_1


"Iya masih sadar banget ini,, ayo kasitau aku yang sejujurnya,, kamu udah kenal duluan yah sama Citra?" tanya Rafa padahal Rafa lah yang kenal duluan dengan Citra melalui Aldi hanya Rafa tidak terlalu menghiraukan Citra, karena Rafa tipe cowok dingin dan nggak sembarangan mau dekat dengan wanita apalagi semenjak Gracia meninggalkan dia waktu itu.


"Rafa aku itu nggak kenal Citra sama sekali, bukannya kamu yang kenal dia, masa kamu malah bertanya seperti itu sama aku," ucap Fandi sambil fokus menyetir mobil.


"Iya sih tapi aku nggak dekat sama dia,, yah aku hanya menduga-duga ajah Fandi,, siapa tahukan ada masa lalu di antara kalian sehingga kalian saling membenci seperti itu," ucap Rafa lagi.


"Haduhh aku itu nggak ada masa lalu apa-apa sama dia nggak usah mikir macam-macam kamu yah,, dan juga aku itu benci banget sama dia,, karena dia selalu melihat Rara dengan tatapan tidak suka aku kesal lihatnya, masa kamu nggak sadar sih kalau dia suka melihat Rara dengan tatapan tidak suka, aku tuh nggak mau kalau sampai Rara itu di apa-apain sama dia" ucap Fandi.


"Iya aku tahu kok yang kamu lihat itu karena aku juga suka melihat dia seperti itu,, tapi percayalah pada Aldi kalau memang Aldi melihat Citra akan melakukan hal buruk pada istriku, sudah pasti dia akan turun tangan langsung, Aldi pasti sangat mengenal dan mengerti dengan Citra," ucap Rafa.


"Hemm iya juga sih,, aku hanya nggak mau saja kalau Rara akan mengalami hal kayak dulu lagi,, untung saja kan waktu itu ada Aldi,, dan untung saja Aldi juga nggak kenapa-kenapa,, makanya aku sangat nggak suka kalau melihat Rara di kelilingi dengan orang yang membenci dia,, Citra itu sangat terlihat jelas membenci Rara, jelas banget dimata aku, aku nggak mau saja jangan sampai nanti dia ada niat jahat pada Rara," ucap Fandi lagi.


"Iya sama kok aku juga merasa seperti itu, aku juga melihat dan menyadarinya kok,, cuma aku pura-pura nggak tahu ajah, karena dia dekat pada Aldi dan Ana,, aku sudah menyuruh Aldi dan Ana untuk selalu mengawasi Citra kok ketika Rara bersama mereka,, aku ini suami yang sangat memperhatikan istriku kali walaupun terlihat diam dan tidak tahu apa-apa," ucap Rafa dengan senyum bangganya.


"Bohong banget kamu Rafa, palingan kamu juga baru menyadarinya sekarang, iyakan?" ucap Fandi.


Rafa segera mengambil ponselnya lalu memperlihatkan pada Fandi sebentar tentang pesan yang dia kirimkan kepada Aldi dan Ana tadi pagi.


"Jelaskan, aku itu sangat perduli pada istriku tahu," ucap Rafa setelah memperlihatkan pesan yang dia kirim untuk Aldi dan Ana.


Rafa mengirimkan pesan kepada Aldi dan Ana, untuk tidak membiarkan Citra dan Rara berdua karena Rafa tahu istrinya itu memiliki hati yang lembut,, dia tidak mau kalau sampai Citra macam-macam pada Rara dan Rara hanya diam saja bahkan Rafa juga tahu pasti, bahwa Rara pasti tidak akan bilang padanya apabila ada yang menindasnya atau menghinanya, dan Rafa tidak mau itu apabila istrinya di tindas atau dihina.

__ADS_1


Itulah sebabnya Aldi dan Ana tidak meninggalkan Citra dan Rara berdua. Mereka sangat setuju dengan pesan yang di kirim Rafa. Mereka tahu Citra tidak menyukai Rara mungkin karena iri pada nasib Rara atau bahkan mungkin menyukai Rafa. Tapi mereka juga tidak mau ikut campur dengan urusan Citra, yang mereka tahu hanyalah menjaga Rara saja dari Citra. Aldi dan Ana juga tahu betapa baiknya hati Rara, yang sudah pasti akan terima saja dengan perlakuan orang lain padanya dan sudah pasti akan menyembunyikan semuanya.


__ADS_2