
Rara dan Rafa benar-benar langsung tertawa begitu melihat Citra yang terjatuh kembali ke lantai.
Fandi pun juga ikut tertawa.
"Tega yah kalian tertawain aku seperti itu," ucap Citra.
"Maaf Cit,," ucap Rara cepat setelah menghentikan tawanya.
"Jadi kapan nih jadiannya?" ucap Rafa yang langsung membuat Fandi mengernyitkan dahinya bingung.
"Jadian apaan?" tanya Fandi.
"Yah kalian pacaran kapan? kalian mesra-mesraan seperti itu pasti udah pacaran kan hanya malu aja bilang sama kita,, seharusnya nggak perlu malu tau,, atau jangan-jangan kalian udah jadian di belakang kita selama ini,, iyakan jujur aja?" ucap Rafa sambil melihat penuh selidik pada Fandi dan juga Citra yang masih setia duduk di lantai.
"Astaghfirullah,," ucap Fandi refleks begitu mendengar ucapan Rafa.
"Apaan sih abang Fandi bicara seperti itu,,, aku seperti setan aja," ucap Citra.
__ADS_1
"Cie abang,, jadi panggilan sayangnya abang nih ceritanya,," ledek Rafa lagi.
"Citra kamu jangan bicara sembarangan dong,, Rafa dan Rara salah paham nih,," ucap Fandi cepat sambil melihat Citra dengan tatapan kesal sedangkan Citra hanya nyengir saja pada Fandi.
"Rafa dan Rara jangan mikir macam-macam kalian yah,, aku nggak ada hubungan apa-apa dengan Citra,, dia bukan tipe wanita aku,, aku nggak suka sama dia jadi jangan mikir macam-macam apalagi mikir aku pacaran dengan dia,, aku tadi itu hanya mau menolong dia aja yang terjatuh di lantai udah itu aja nggak lebih dan nggak kurang," ucap Fandi yang sebenarnya membuat hati Citra sedikit sakit begitu mendengar ucapan Fandi,, tapi dia tetap mengerti dan tidak akan mundur.
Sedangkan Rara yang sudah tau perasaan Citra pada Fandi langsung melihat pada Citra,, dia tau hati Citra pasti sedang sakit sekarang begitu mendengar ucapan dari pria yang dicintainya seperti itu,, dia tau senyuman palsu Citra.
Sabar yah Citra,,, semoga nanti Fandi mau membuka hatinya untuk kamu,, aku akan selalu mendoakan dan membantu kamu untuk bisa mendapatkan hati Fandi, batin Rara sambil melihat Citra.
"Yah seperti kamu Ra,," jawab Fandi refleks yang langsung membuat semua mata tertuju pada dirinya.
Dan Fandi benar-benar merutuki kebodohannya sendiri yang langsung mengucapkan kata-kata itu,, dia tidak mau kalau sampai perasaan dirinya untuk Rara di tau oleh oleh orang lain apalagi oleh Rafa dan Rara,, dia tidak mau ada kecanggungan yang terjadi diantara mereka.
Menurut Fandi biarlah cukup dirinya saja yang tau perasaannya sampai perasaan itu hilang untuk Rara meskipun dia sendiri tidak tau kapan perasaan itu akan hilang untuk Rara,,, karena sampai sekarang dia masih sangat mencintai Rara dalam diam,, walaupun hatinya selalu sakit melihat kemesraan Rara dengan Rafa tapi Fandi tau diri Rafa sangat berhak untuk mendapatkan semua itu.
"Apa kamu bilang Fandi,, wanita seperti istriku? berarti kamu menyukai istriku?" tanya Rafa dengan tatapan penuh selidik pada Fandi.
__ADS_1
Seperti dugaan aku,, batin Citra yang langsung sedih.
"Ya ampun Rafa kamu ini,, aku memang menyukai istrimu sebagai teman,, lagian siapa yang tidak menginginkan wanita seperti Rara,, sudah baik mau menerima apa adanya lagi,, dan masih banyak lagi yang membuat dia menjadi tipe wanita yang diinginkan oleh semua pria,, jadi bukan berarti aku menyukai Rara,, dia kan istri kamu juga Rafa,, aku nggak mungkin dong suka sama dia,," ucap Fandi sambil berusaha terlihat biasa saja supaya tidak ada yang curiga pada dirinya.
"Oh iya juga sih,, memang istriku ini tipe idaman setiap pria banget,," ucap Rafa.
Huuf syukurlah Rafa nggak curiga,, batin Fandi tenang.
"Jadi Cit,, belajar banyaklah sama istriku yah kalau kamu menyukai Fandi," ucap Rafa yang langsung membuat Fandi melongo.
"Udahlah jangan bicara sembarangan Rafa,, ayo kita pergi makan siang,, di restoran aja yah,," ucap Fandi.
"Sini kamu berdiri jangan duduk di lantai terus,, aku lagi baik ini biar nggak lama,, aku sudah sangat lapar,," ucap Fandi sambil membantu Citra kembali berdiri dan seketika itu kesedihan Citra hilang sudah.
Di restoran....
"Rara,," ucap pria itu dengan senyum bahagianya sambil melihat Rara,, tanpa menyadari adanya tatapan tajam dari Rafa.
__ADS_1