
Fandi langsung bergidik ngeri begitu mendengar nama Citra,, membuat Rara dan Rafa langsung tertawa begitu melihat ekspresi Fandi.
"Kamu kenapa sih Fandi,,, kalau dengar nama Citra pasti seperti itu,, nggak baik tau,," ucap Rafa sambil menggelengkan kepalanya melihat Fandi.
"Iya Fandi,, Citra itu baik loh,, kalau kamu dekati mungkin kalian bisa bersama," ucap Rara juga.
"Nah benar tuh kata istriku," ucap Rafa lagi.
"Udah deh jangan bawa-bawa nama Citra,, aku nggak suka sama dia dan nggak ada niat mau mendekati dia,,, tapi aku liat dia udah lumayan berubah kok nggak seperti dulu waktu awal-awal bertemu dengan dia,, dia menjengkelkan sekali waktu itu," ucap Fandi.
"Iya dia emang sudah sangat berubah Fandi,, jadi kamu bisa tuh pendekatan sama dia lagian dia juga jomblo,," ucap Rara sambil tersenyum.
"Nggak mau lah Ra,, jangan jodoh-jodohkan aku dong,," ucap Fandi.
"Iya deh,, tapi coba kamu pikir-pikir lagi siapa tau kamu berubah pikiran aku bisa membantu kamu loh,," ucap Rara lagi.
"Nggak Ra,, aku nggak berubah pikiran," ucap Fandi.
Aku nggak mencintai dia sama sekali Ra,, batin Fandi.
"Terus kamu mau jomblo terus nih Fan?" ucap Rafa.
"Yah nggak juga,, tapi nantilah kalau aku udah menemukan yang cocok baru aku kenalkan sama kalian yang penting jangan jodoh-jodohkan aku dulu,, apalagi dengan Citra,," ucap Fandi lagi.
"Iya,, iya jangan nangis kamu,," ucap Rafa lalu tertawa.
"Apaan sih aku nggak nangis yah,," ucap Fandi lagi.
"Oh kirain nangis," ucap Rafa lalu tertawa lagi.
"Udah jangan gangguin Fandi terus kasihan,,"ucap Rara.
"Tau nih suami kamu Ra ngeselin banget,," ucap Fandi.
"Baperan," ucap Rafa lagi.
"Ayo sarapan jangan berisik,," ucap Rara yang telah selesai menyiapkan semuanya.
"Oke istriku,,"
__ADS_1
"Oke Ra,"
Ucap Rafa dan Fandi bersamaan.
"Kompak banget," ucap Rara sambil tersenyum.
"Harus dong,," ucap Fandi.
Rara pun segera mengambilkan makan di piring Rafa lalu mereka segera sarapan pagi bersama.
"Rafa kamu mau ke kantor hari ini?" tanya Fandi di sela-sela makan mereka.
"Iya,, nih kamu nggak lihat pakaian aku," jawab Rafa.
"Iya aku nggak lihat," ucap Fandi.
"Hmmm katarak," ejek Rafa.
"Sembarangan aja,," ucap Fandi.
"Ra,, kamu ikut aja ke kantor biar aman," ucap Fandi lagi.
"Oh iya sayang kamu ikut aja,, jangan di rumah sendirian,," ucap Rafa juga.
"Biar banyak sih sayang,, tapi lebih aman kalau kamu ikut kita aja ke kantor,, aku nggak mau kamu di culik lagi,, aku udah nggak bisa terlalu percaya dengan penjagaan karena pelaku yang sebenarnya itu sangat pintar,, sampai sekarang dia belum tertangkap loh," ucap Rafa.
"Hah,,, yang di kantor polisi itu bukannya penjahatnya?" tanya Rara.
"Bukan Ra,, aku yakin banget bos aslinya itu masih bebas,, yang di tangkap itu pasti hanya bawahan saja," ucap Fandi.
"Hah,, aku pikir sekarang aku udah bisa tenang," ucap Rara lemas seketika.
"Belum sayang, jadi kamu jangan keluar sembarangan yah,, jangan juga terlalu baik,, kita masih belum tau bosnya itu siapa," ucap Rafa lagi.
"Iya,, kalau gitu aku ikut aja kalian ke kantor," ucap Rara pada akhirnya.
"Iya Ra kamu memang harus ikut kita saja," ucap Fandi.
"Ehh tapi mungkin nggak sih penjahatnya itu ada hubungannya dengan Gracia?" ucap Fandi lagi yang sudah berpikir sejak semalam.
__ADS_1
Rafa pun langsung berhenti mengunyah begitu mendengar ucapan Fandi.
Apa mungkin iya Gracia pelakunya,, apa mungkin dia belum meninggal, dan masih berkeliaran bebas di luaran sana, batin Rafa.
Rara hanya melihat saja pada Rafa dan Fandi.
"Rafa kamu kok malah jadi bengong gitu sih,, aku lagi bicara loh tadi,, apa mungkin pelakunya itu Gracia," ucap Fandi lagi.
"Yah kalau di lihat-lihat dari cara dia bisa juga sih Gracia pelakunya,, tapi bukannya dia sudah meninggal,," ucap Rafa.
"Jangan-jangan dia belum meninggal Rafa,, itu semua bisa saja terjadi,, lalu sekarang dia mulai teror kita," ucap Fandi yang tiba-tiba menjadi sangat serius.
"Kalau memang dia belum meninggal,, lalu dimana dia?" ucap Rafa.
"Disini mungkin," ucap Fandi asal.
Rara langsung tertawa begitu mendengar ucapan Fandi.
"Fandi aku lagi serius kamu malah bercanda,, dosa tau," sewot Rafa.
"Yah maaf,, abis aku juga nggak tau Gracia berada dimana sekarang,, di akhirat atau di bumi,, aku masih bingung karena belum ada informasi juga dari anak buah ku,,, kan aku menyuruh anak buah ku untuk tetap berjaga di tempat Gracia,, tapi dia tidak melapor sampai sekarang berarti dia belum menemukan hal-hal aneh,, iyakan?" ucap Fandi yang membuat Rafa tampak berpikir lagi.
"Iya juga sih Fandi,, jadi kita gimana ini sekarang,, curiga kalau ini perbuatan Gracia tapi kita tidak menemukan petunjuk sedikit pun," ucap Rafa.
"Wanita itu sangat licik,, kita pasti menemukannya nanti,, atau bisa jadi kita menemukan pelaku lain,, kan masih tanda tanya juga mengenai Gracia ini," ucap Fandi.
"Apa mungkin Zahra?" ucap Rara juga yang tiba-tiba teringat dengan Zahra yang menurut Rara,, Zahra lumayan licik.
"Loh kamu kok bisa berpikiran ke Zahra sayang?" ucap Rafa.
"Yah kan dia juga jahat,, siapa tau aja kan," ucap Rara.
"Kayaknya kalau Zahra nggak deh Ra,, Zahra itu memang jahat tapi dia itu kalau menyusun rencana nggak pernah seperti ini,, Zahra itu hanya mengikuti kemarahannya saja tanpa persiapan matang-matang jadi sepertinya bukan Zahra,," ucap Fandi.
"Iya juga benar kata Fandi,, kalau Zahra pasti sudah ketahuan,, nggak mungkin seperti ini,," ucap Rafa juga.
"Jadi ada kemungkinan ini Gracia,, dan dia masih hidup mungkin," ucap Fandi lagi.
"Ya udah kita anggap saja ini kelakuan Gracia,, yang berarti kita harus menemukan dia bagaimana pun caranya,," ucap Rafa juga.
__ADS_1
"Kamu kan mantannya Gracia Rafa,, emang nggak ada gitu yang kamu ingat mengenai tempat-tempat kesukaan Gracia yang sering dia kunjungi,, siapa tau aja kan dia berada di sana untuk mengingat kenangan manis kalian berdua sekaligus dia jadikan tempat persembunyian dia,,, karena bisa saja kan dia sudah mengelabui anak buah ku yang di sana, bisa saja dia sudah berada di Indonesia sekarang,, wanita licik seperti dia kan bisa melakukan segala cara,," ucap Fandi sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Rafa yang langsung berubah.
"Fandi bisa nggak jangan bilang kenangan manis ngeri aku dengarnya,, dan aku nggak punya tempat khusus dengan Gracia,, karena aku pacaran waktu itu biasa aja seperti anak remaja pacaran pada umumnya,, yang hanya makan,, nonton,, nggak ada tempat-tempat spesial,," sewot Rafa.