
"Aldi loe ngapain disini?" Tanya Rara sambil melihat Aldi.
"Gue ada urusan tadi dan lewat sini terus gue nggak sengaja lihat motor loe, dan loe juga yang lagi melamun sampai-sampai nggak sadar sama kedatangan gue" Ucap Aldi sambil duduk di sebelah Rara.
"Sekarang gue mau tanya loe ngapain disini?" Tanya Aldi padahal sebenarnya dia sudah tahu karena dia sempat mendengar ucapan Rara pada dirinya sendiri tadi.
"Gue lagi duduk-duduk ajah" Ucap Rara.
"Bukannya loe kerja yah hari ini?" Tanya Aldi.
"Emm nggak gue nggak jadi masuk kerja tadi, badan gue lagi nggak enak" Ucap Rara memberi alasan.
Mungkin Rara tidak mau cerita dulu lebih baik gue jangan memaksanya untuk bercerita batin Aldi.
"Ya udah ayo kita ke rumah sakit" Ajak Aldi.
"Emm nggak usah, gue mau disini ajah" Tolak Rara sambil berusaha tersenyum.
"Ya sudah gue temani loe deh disini" Ucap Aldi lagi.
"Emang loe nggak ada kerjaan Aldi?" Tanya Rara.
"Nggak ada kok santai ajah" Jawab Aldi lalu tersenyum.
#####
Sedangkan di jalan Gracia benar-benar kesal karena harus naik motor dan juga matahari yang sangat panas membuat kulit Gracia menjadi sedikit hitam belum lagi dengan rambut Gracia yang harus di terbang-terbangkan angin membuat rambutnya berantakan.
Rafa ini mau kemana sih ngeselin banget kenapa dia mesti lama banget kayak gini sih, nggak peka banget lagi bukannya memberikan aku jaket yang dia pakai ehh ini malah ngebiarin aku terkena sinar matahari seperti ini mana panas banget lagi batin Gracia.
"Gracia sayang kamu benar-benar nggak kenapa-kenapa kan kalau naik motor begini?" Tanya Rafa kepada Gracia dan memelankan mengendarai motornya agar Gracia mendengarnya berbicara.
__ADS_1
"Iya sayang nggak kenapa-kenapa kok, kita mau kemana sih?" Tanya Gracia..
Kenapa lagi ini Rafa pelan banget bawah motornya, aduh kesal banget gue batin Gracia.
"Mau jalan-jalan sayang, kamu bilangkan pengen jalan-jalan ya sudah kita keliling-keliling saja kalau gitu seperti dulu walaupun sekarang dengan kondisi yang berbeda" Ucap Rafa.
"Apa!!! teriak Gracia setelah mendengar ucapan Rafa yang jauh di luar dugaannya.
Rafa pun langsung menghentikan motornya dan melihat Gracia.
"Ada apa sayang, kamu nggak kenapa-kenapa kan?" Tanya Rafa panik.
"Nggak kok sayang, kita jalan-jalannya bisa nanti teduh ajah nggak sayang?" Tanya Gracia.
"Oh ya udah kalau gitu sayang, kamu udah makan belum?" Tanya Rafa kepada Gracia.
"Belum sayang dan aku benar-benar lapar banget sekarang" Jawab Gracia cepat.
"Ya udah kita pergi makan dulu kalau begitu" Ucap Rafa lalu kembali mengendarai motornya menuju ke salah satu tempat makan.
Gracia sudah bahagia sambil membayangkan akan makan di tempat yang mewah namun pada akhirnya kebahagiaan dia itu hilang seketika, begitu Rafa singgah di sebuah rumah makan yang terlihat sangat biasa saja bahkan Gracia jijik untuk masuk ke dalam rumah makan itu.
"Sayang kamu ngapain singgah di rumah makan ini?" Tanya Gracia masih berharap bahwa Rafa tidak berniat membawanya makan di tempat makan yang Gracia lihat saja sudah jijik.
Padahal sebenarnya rumah makan itu bersih dan juga banyak yang makan disitu namun hanya dari kalangan orang biasa saja dan juga Rafa mengakui rumah makan itu mempunyai menu yang Rafa suka dan juga enak-enak karena Rafa sangat rajin makan di tempat itu sebelum menikah.
"Mau makan dong sayang tadi kamu bilang lapar kan, ayo kita masuk makan disini makanannya enak-enak loh" Ucap Rafa sambil mengajak Gracia masuk ke dalam rumah makan itu.
Gracia pun dengan kesal dan terpaksa mengikuti Rafa masuk ke dalam restoran itu, lalu duduk di salah satu tempat duduk yang menurut Gracia sangat kotor karena itu bekas duduk dari kalangan orang miskin menurutnya.
"Sayang kamu mau pesan apa?" Tanya Rafa kepada Gracia yang wajahnya sedang berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
"Emm samain sama kamu ajah sayang" Ucap Gracia sambil terpaksa tersenyum.
"Oh oke sayang" Ucap Rafa lalu pergi memesan makanan.
Ya ampun bahkan kita harus pergi memesan sendiri, ihh tempat apaan sih ini batin Gracia.
Setelah selesai memesan makanan, Rafa pun kembali ke tempat Gracia duduk.
"Kamu kenapa sayang, wajah kamu kok seperti nggak senang begitu, kamu udah lapar banget yah?" Tanya Rafa kepada Gracia sambil duduk juga.
"Emm iya sayang aku udah lapar banget nih" Jawab Gracia berbohong padahal dia sedang mengomel sendiri di dalam hatinya.
"Sabar yah sayang dan maaf kalau aku bawa kamu di tempat seperti ini karena aku mau bawa kamu di tempat yang bagus tapi nanti di lihat sama teman kelas aku, nanti mereka curiga lagi tapi disini rasa makanannya nggak jauh berbeda kok dengan di tempat-tempat mewah, disini juga makanannya enak-enak, tapi kalau nanti udah saatnya kita sama-sama aku bakalan membahagiakan kamu kalau sekarang jangan dulu karena aku udah terlanjur kuliah juga sayang" Ucap Rafa.
Gracia benar-benar seperti mendapatkan angin surga setelah mendengar ucapan Rafa. Dengan semangat Gracia menunggu makanannya datang.
Ya ampun ini makanan apaan sih nggak enak banget, duh lidah gue emang nggak bisa rasa makanan orang miskin batin Gracia yang kembali menjadi kesal.
Gracia berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja di depan Rafa, setelah makan Gracia menyuruh Rafa untuk mengantarnya pulang karena dia benar-benar ingin memuntahkan makanannya dan juga tidak mau lagi lama-lama naik motor. Namun dia memberikan alasan lain kepada Rafa dan Rafa pun tidak curiga sama sekali dengan alasan Gracia.
#####
"Rara kalau loe ada masalah, loe curhat ajah sama gue, gue mau kok dengar curhatan loe dan siapa tahu ajah gue bisa bantu loe" Ucap Aldi setelah cukup lama melihat Rara yang melamun dan juga sangat bersedih bahkan sepertinya Rara tidak menganggap Aldi ada disitu.
Rara pun akhirnya mengeluarkan air matanya yang sudah di tahannya sejak tadi membuat Aldi panik karena Rara tiba-tiba menangis.
"Aldi gue bingung mau kerja dimana karena sebenarnya sekarang gue baru di pecat dari restoran tempat gue kerja dan gue nggak tahu salah gue apa" Ucap Rara sambil menangis dan Aldi sudah tidak kaget lagi karena dia sudah mendengarnya tadi.
"Loe nangis dulu deh kalau gitu, nih bahu gue siap jadi tempat sandaran loe menangis" Ucap Aldi.
Rara pun dengan polosnya mengikuti ucapan Aldi dan Aldi pun tersenyum dengan kelakuan Rara.
__ADS_1
Rafa yang mengantar Gracia pulang tak sengaja melihat motor Rara, dia pun memelankan mengendarai motornya sambil mencari-cari keberadaan Rara tanpa membuat Gracia curiga, karena Rafa melihat ada mobil Aldi juga yang Rafa ingat betul sewaktu Aldi menolong Rara.
Dan Rafa akhirnya melihat Rara dari kejauhan yang sedang bersandar di bahu laki-laki lain yang sudah pasti Aldi serta Aldi juga yang tampak memperhatikan Rara.