Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Terheran-heran dengan mamanya,,


__ADS_3

Mama Reno mengernyitkan keningnya begitu melihat Reno yang sudah rapi dengan pakaiannya.


Mau kemana anak ini? tumben pagi-pagi sudah rapi,, biasanya dia masih molor aja kalau jam segini,, tunggu aku bangunkan buat sarapan pagi,, batin Mama Reno sambil melihat Reno yang sedang berjalan ke arah meja makan.


Ayah Reno pun ikut mengernyitkan keningnya begitu melihat Reno yang sudah rapi di pagi hari.


"Tumben nih anakku yang tukang molor pagi-pagi sudah rapi begini,, kesambet apa kamu nak?" ucap mama Reno begitu Reno sudah berada di dekatnya.


Reno tersenyum lalu segera duduk di dekat Ayahnya.


"Nggak kesambet apa-apa ma,, aku hanya ada urusan aja makanya bangun pagi," ucap Reno yang sebenarnya masih teringat dengan Fania juga yang sudah meninggal.


"Mau kemana kamu?" tanya ayah Reno.


"Mau jenguk Ana," jawab Reno yang membuat mama Reno langsung tersenyum seketika begitu mendengar ucapan Reno.


Ayah Reno mengernyitkan dahinya begitu mendengar Reno menyebut nama Ana,, karena selama ini yang dia dengar Reno pasti hanya menyebutkan nama Fania,, sekarang nama Ana yang dia dengar. Tapi ayah Reno senang Reno punya urusan dengan wanita lain selain Fania.


"Beneran nih kamu mau jenguk Ana?" tanya Mama Reno penuh semangat.


"Iya ma,, aku mau jenguk dia,, massa aku bercanda sih mau jenguk dia," ucap Reno sambil menggelengkan kepalanya melihat mamanya yang tampak sangat bahagia begitu mendengar ucapannya.


Mama Reno semakin bahagia begitu mendengar ucapan Reno yang terdengar sangat yakin akan pergi menjenguk Ana.


"Ana siapa sih?" tanya ayah Reno penasaran.


"Terus kenapa Reno mau menjenguk dia? dan tumben banget nih Reno ada urusan dengan wanita lain,, biasanya kan Reno hanya ada urusan dengan Fania saja," ucap ayah Reno lagi yang memang belum mengetahui apa-apa tentang Fania yang sudah meninggal.


Reno tampak lemas begitu mendengar ucapan Ayahnya karena sekarang Fania telah meninggal.


"Ana itu calon istri Reno pa,," jawab Mama Reno asal sambil tersenyum.

__ADS_1


Ayah Reno terkejut begitu mendengar ucapan istrinya.


"Beneran nih,, calon istri kamu Reno?" tanya ayah Reno.


"Apaan sih ma,, bukan kok ayah,, aku nggak pantas buat Ana,, lagian aku dan Ana nggak mungkin saling suka,," ucap Reno cepat.


"Apa sih yang nggak mungkin di dunia ini kalau kamu mengusahakannya Reno,, aku yakin kalian bisa bersama kalau kamu mengusahakan itu,, Ana itu wanita baik loh," ucap Mama Reno.


"Ana itu siapa sih?" tanya ayah Reno yang sudah sangat penasaran.


"Calon masa depan anak kita pa,," ucap mama Reno lagi.


"Astaga mama," ucap Reno sambil menggelengkan kepalanya melihat mamanya yang selalu bicara sembarangan.


"Yang mana?" bukan seperti Fania kan?" tanya ayah Reno.


"Oh tentu bukan dong,, kalau yang ini mama itu setuju banget pa,, pokoknya dia wanita baik," ucap mama Reno lagi.


"Terus Fania kemana? Reno kamu sudah putus dengan Fania?" tanya ayah Reno yang rasa sangat tidak mungkin Reno putus dengan Fania karena ayah Reno sudah sangat tau anaknya itu sangat suka pada Fania.


"Fania sudah meninggal ayah," jawab Reno yang membuat ayah Reno tampak terkejut dan langsung berhenti mengunyah.


"Hah,, meninggal?" ucap ayah Reno ulang untuk memastikan pendengarannya.


"Serius kamu Reno?" ucap ayah Reno lagi.


"Iya,, dia meninggal kemarin ayah," jawab Reno.


"Hah,, gara-gara apa dia meninggal?" tanya ayah Reno lagi.


"Gara-gara kecelakaan,, dia kecelakaan bersama dengan Ana,, dia ingin menyingkirkan Ana hanya karena salah paham pada Ana,, dan yang ada dia malah jatuh ke jurang,, akhirnya dia yang meninggal," ucap Reno yang membuat ayah Reno terkejut.

__ADS_1


"Ya ampun hanya karena salah paham dia melakukan itu?" ucap ayah Reno seakan tidak percaya.


"Iya pa,, dia itu cemburu sama Ana,, dia pikir Ana ada hubungan apa-apa dengan Reno padahal yang sebenarnya kan tidak ada,, jadi begitulah,, kemarin Ana ke rumah dan Fania juga ke rumah tapi dia aku usir karena buat keributan jadilah dia menunggu Ana pulang dari rumah kita lalu ingin mencelakai Ana,, tapi karena niat jahatnya itu akhirnya dia kecelakaan deh lalu meninggal,, sangat disayangkan sebenarnya tapi apa boleh buat semuanya sudah terjadi,," ucap mama Reno lagi.


"Ya ampun cemburu memang bisa membuat orang jadi bodoh,,, tapi kok aku baru tau sekarang,, mama kenapa nggak cerita semalam? biar aku nggak terkejut seperti ini," ucap ayah Reno lagi.


"Mana sempat pa,, kan kamunya capek jadi mama nggak ngajakin kamu menggosip dulu,, lagian kamu nggak mungkin tau karena kamu sibuk terus di kantor," ucap Mama Reno.


"Iya juga sih,, aku kurang memperhatikan," ucap ayah Reno.


"Lalu sekarang Ana gimana keadaannya?" tanya ayah Reno walaupun dia tidak mengetahui Ana tapi dia tetap mempertanyakan juga.


"Dia sekarang lumpuh pa,, kasihan juga dia tidak salah apa-apa jadi lumpuh seperti itu karena kelakuan wanita yang sedang cemburu buta,, padahal dia mau masuk kuliah sebentar lagi," ucap mama Reno lagi.


"Kasihan sekali dia,," ucap ayah Reno prihatin setelah mendengar ucapan istrinya.


"Tapi dia satu kampus loh dengan Reno,, dia juga satu jurusan dengan Reno,, pokoknya mama senang banget,, itu kebetulan yang sangat bagus kan pa?" ucap Mama Reno.


"Wah iya,, tapi dia masih mau masuk kuliah karena tadi kata mama dia lumpuh?" ucap ayah Reno lagi.


"Iya dia mau masuk kan ada Reno yang jagain dia,, Reno sendiri juga yang menawarkan diri untuk menjaga Ana,, pokoknya Reno kalau kamu menjaga Ana kamu harus jagain baik-baik,, mama yakin sih kalau suatu saat kamu pasti menyukai Ana,, karena dia itu wanita baik,,, pokoknya paket lengkap banget deh," ucap Mama Reno.


"Mama apaan sih,," ucap Reno.


"Yah nggak apa-apaan,, kalau kamu bawa Ana untuk dinikahi mama langsung memberikan restu pada kamu tanpa embel-embel lagi," ucap mama Reno penuh semangat yang membuat ayah Reno hanya tersenyum melihat semangat istrinya itu.


"Sepertinya Ana ini calon mantu idaman mama banget yah," ucap Ayah Reno.


"Iya pa,, dia memang calon mantu idaman mama banget,," ucap mama Reno.


"Jadi penasaran sama Ana itu,," ucap ayah Reno lagi.

__ADS_1


"Udahlah pa,, jangan penasaran-penasaran, aku mau ke rumah sakit dulu yah,," pamit Reno setelah selesai sarapan.


"Iya nak,, pergilah ke rumah sakit,, pastikan Ana yah udah sarapan atau belum kalau belum kamu suapin dia yah,," ucap Mama Reno lagi yang membuat Reno terheran-heran dengan mamanya,, tapi sebenarnya itulah yang akan dia lakukan jika Ana memang belum sarapan pagi.


__ADS_2