Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Penasaran


__ADS_3

Rafa yang sedang mengendarai motornya mengingat semua kejadian tadi, dia tidak habis pikir kalau dia tidak ada di sana entah apa yang akan terjadi pada Rara. Walaupun Rafa membenci perjodohan itu namun dia juga masih ada rasa kasihan.


Rara itu berani banget jalan malam di tempat itu seharusnya dia itu memiliki kendaraan atau suruh antar temannya yang lain ucap Rafa sambil mengendari motornya.


Sudahlah ngapain sih mikirin dia ucap Rafa lagi.


Tak lama Rafa pun sampai di kosnya. Dia pun memeriksa semuanya jangan sampai ada barangnya yang hilang karena perasaannya sejak tadi tidak enak sama sekali dan untungnya tidak ada barangnya yang hilang jadi Rafa menyimpulkan mungkin itu hanya perasaannya saja.


Rafa pun bersih-bersih kemudian dia beristirahat.


Rara pun sama dia bersih-bersih kemudian beristirahat walaupun sepenuhnya dia belum bisa melupakan kejadian tadi yang dia alami.


#####


Di rumah tante Fania


Zahra yang benar-benar kelelahan mencoba bangun, seluruh tubuhnya benar-benar sakit, Zahra pun berusaha ke kamar sebelah tempat Fania berada. Zahra berjalan dengan gontai di paksakannya dirinya buat berjalan. Zahra membuka pintu kamar di lihatnya Fania yang nasibnya tidak jauh beda dengan dirinya, Fania menutup dirinya dengan selimut.


Fania merasa badannya benar-benar sakit dan dia juga merasa jijik terhadap dirinya sendiri.


"Fania" ucap Zahra sambil duduk di dekat ranjang.


"Zahra" ucap Fania balik. Kita harus mencari preman-preman itu, kita harus balas dendam dan kita harus mengambil rekaman video itu ucap Fania lagi histeris.


"Iya loe tenang dulu Fania, gue juga nggak terima di giniin sama mereka gue benar-benar pengen bunuh preman-preman itu" ucap Zahra. Tapi gue benar-benar penasaran siapa yang membayar mereka berdua ucap Zahra lagi dengan serius.


"Iya gue juga penasaran tentang itu dan itu nggak mungkin kalau Rara yang membayarnya" ucap Fania dengan menggelengkan kepalanya lalu Fania berusaha buat bangun untuk duduk.


"Yang jelasnya pasti orang itu bukan orang sembarangan atau jangan-jangan orang itu menyuruh preman-preman itu memvideo semuanya setelah dia membayar preman-preman itu" ucap Zahra menerka-nerka.


"Iya pasti dia bukan orang sembarangan, jangan-jangan Fandi yang lakuin semua ini dan video itu kalau sampai ke tangannya gimana nasib kita" ucap Fania yang hanya menebak-nebak saja namun juga khawatir.

__ADS_1


"Nggak mungkin Fandi, Fandi itu orangnya baik banget gitu dan kelihatan nggak sadis, pendiam gitu juga mana mungkin dia sih, lagian dia kan nggak tahu apa-apa" ucap Zahra.


"Iya juga sih, tapi sekarang yang mesti kita pikirin video itu gimana kalau sampai menyebar" ucap Fania panik.


"Kita tenang dulu, aku juga bingung ini" ucap Zahra.


"Kita harus mencari memang alasan yang masuk akal" ucap Fania.


"Aku lagi nggak bisa mikir sekarang" ucap Zahra.


"Gimana kalau kita pergi cari kedua preman itu lalu mengambil video itu usul Fania.


"Gue benar-benar lelah" ucap Zahra. Lebih baik kita menyuruh orang saja untuk mencari tahu usul Zahra balik.


"Gue masih nggak punya kenalan yang bisa mencari cepat keberadaan orang" ucap Fania.


"Sama gue juga karena gue lebih sibuk dengan belanja" ucap Zahra yang menyesali kebiasaannya itu.


#####


Pagi harinya Fandi sangat bersemangat menunggu kedua preman itu yang akan membawa videonya. Fandi sengaja menyuruh kedua preman itu membawa videonya pas pagi hari karena berhubung pagi jam kuliahnya lagi kosong, dia masuk agak siangan.


Sedangkan Rara berangkat bekerja lagi karena dia masuk kuliah siang jadilah dia masuk pagi di restoran. Rafa pun kembali ke restoran itu untuk bekerja.


Rara yang melewati tempat kejadian semalam benar-benar langsung merinding dan berjalan cepat walaupun kalau pagi hari jalan itu sebenarnya ramai.


Setelah sampai restoran Rara pun langsung masuk. Pas Rara masuk ke dalam restoran dia sedikit terkejut melihat Rafa sudah masuk kerja lagi, Rara pikir Rafa sudah tidak mau kerja di restoran itu lagi.


"Rafa" tegur Rara.


"Iya, loe udah masuk kerja lagi" ucap Rafa yang melihat Rara seperti tidak terjadi apa-apa pada dirinya semalam padahal jelas-jelas semalam Rara seperti trauma dan sangat ketakutan.

__ADS_1


"Iya gue udah masuk, kalau gue nggak masuk gue takut di pecat, oh iya sekali lagi terima kasih banyak atas pertolongan loe semalam, gue simpan tas gue dulu yah" ucap Rara dengan senyumnya lalu berjalan meninggalkan Rafa.


Rafa hanya menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.


#####


Sedangkan di rumah tante Fania, satpam yang sudah tertidur lelap sejak semalam sudah terbangun.


Kok aku bisa ketiduran begini yah ucap satpam itu dan merasa kepalanya juga agak sedikit pusing.


Oh jadi ponakannya majikan saya tidur di sini, untung saja tidak terjadi apa-apa semalam waktu saya ketiduran kalau sampai terjadi apa-apa bisa di pecat saya ucap satpam itu setelah melihat mobil Fania yang terparkir dan melihat keadaan di sekeliling rumah yang sepertinya baik-baik saja, satpam itu takut kalau sampai ada maling semalam.


Sedangkan di kamar Zahra dan Fania tidur di kamar yang sama. Zahra pun bangun duluan, dia berjalan menuju cermin untuk melihat tubuhnya. Betapa frustasinya dia melihat bekas-bekas kissmark yang di bikin oleh kedua preman itu di tubuhnya yang semakin terlihat jelas sekarang. Dia pun hanya terduduk diam di depan cermin.


Tak lama Fania pun bangun dia mencari keberadaan Zahra, Fania melihat Zahra yang lagi duduk diam di depan cermin, Fania berjalan ke arah Zahra dia pun melihat pantulan dirinya juga yang penuh dengan bekas-bekas kissmark di tubuhnya karena perbuatan kedua preman itu dia pun sama frustasinya dengan Zahra.


"Ini semua karena Rara, gue bakalan balas dia bagaimana pun caranya" ucap Zahra dengan emosinya.


"Iya kita harus balas dia" ucap Fania juga.


Mereka berdua pun membereskan kedua kamar itu jangan sampai tantenya nanti curiga kalau telah terjadi sesuatu di kedua kamar itu, setelah mereka membereskan kamar mereka pun berjalan keluar lalu masuk ke dalam mobil kemudian Fania mengemudikan mobilnya tanpa memperdulikan satpam rumah itu.


Ternyata ponakan majikan saya cuma baik semalam mungkin tadi malam dia lagi kesambet ucap satpam itu karena dia sudah mengetahui sifat Fania yang sangat sombong dan tidak sopan baru semalam Fania bersikap baik kepada dirinya selama dia kerja di rumah tante Fania, karena Fania memang sering datang juga ke rumah tantenya.


#####


Sedangkan di rumah kedua Fandi, kedua preman itu benar-benar datang menepati bicaranya membawakan Fandi video itu, Fandi pun berbaik hati memberikan kedua orang itu uang yang banyak, berbanding tiga kali lipat dari bayaran penuh kalau dia bekerja sama Zahra dan Fania.


Kedua preman itu sangat senang mereka pun izin untuk pulang dengan perasaan yang sangat bahagia. Fandi pun mengizinkan mereka.


Fandi sudah penasaran dengan pelakunya, dengan cepat dia berjalan masuk ke dalam rumah menuju kamarnya untuk memutar video itu.

__ADS_1


__ADS_2