Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Sejauh mana nih kalian kenalnya,,,


__ADS_3

Citra sangat kesal dengan Aldi yang selalu mengganggu dirinya jelek.


"Ana,, kenapa sih itu kakak kamu beda banget dengan kamu,, dia selalu saja gangguin aku jelek,, emang aku jelek banget yah?" tanya Citra pada Ana.


"Nggak lah,, kamu cantik,, udahlah Cit nggak usah pikirkan ucapan kakak aku itu,, kamu tau sendiri kan dia seperti apa,, dia selalu ledekin kamu jadi santai aja,, dia kan hanya bercanda saja pasti," ucap Ana sambil tersenyum.


Yah tapi kan aku kepikiran,,, aku kan suka sama Fandi,, gimana mau ngejar Fandi kalau Aldi selalu ngatain aku jelek,, hilang sudah kepedean ku kalau seperti itu,, batin Citra sambil memikirkan perasaannya pada Fandi yang sudah dia sadari waktu diculik dan dia akan mengejar Fandi ketika sudah sehat.


"Cit,, kenapa kamu malah bengong? aku kan udah bilang nggak usah mikirin ucapan kakak aku itu,, santai aja,," ucap Ana lagi ketika melihat Citra yang sedang memikirkan sesuatu.


"Emmm iya nggak kok aku nggak mikirin,, tapi benar kan aku nggak jelek Ana?" ucap Citra lagi.


"Iya nggak kok,, kamu cantik,, kalau kamu nggak cantik nggak mungkin banyak mantanmu kan," ucap Ana lagi lalu tertawa.


"Iya juga yah,, kalau aku jelek nggak mungkin punya banyak mantan,, berarti betul banget aku cantik hanya Aldi saja tuh yang matanya gangguan makanya ngatain aku jelek terus," sewot Citra.


"Bangga banget neng punya banyak mantan,, ganteng-ganteng nggak mantan kamu?" ucap Ana lagi lalu tertawa.


"Kamu meragukan mata aku tuh kalau bertanya seperti itu,, sudah jelas dong Ana ganteng-ganteng,, masa iya jelek-jelek sih,, nih aku punya koleksi foto mantan-mantan aku hanya untuk kenangan-kenangan aja sih," ucap Citra yang membuat Ana langsung tertawa lagi.


"Ya ampun Citra,, bisa-bisanya kamu mengoleksi foto mantan-mantan kamu,, dimana-mana itu yang berhubungan dengan mantan nggak di koleksi lagi,, karena kan akan mengingatkan pada dia," ucap Ana menurut apa yang dia nonton karena dia belum pernah pacaran sama sekali.


"Sengaja kok aku koleksi buat pengusir setan," ucap Citra.


Ana lagi-lagi tertawa begitu mendengar ucapan Citra yang asal menurutnya.


Citra dengan semangat memperlihatkan foto-foto mantan pacarnya pada Ana yang memang ganteng-ganteng.


"Ganteng kan semuanya?" tanya Citra dengan ekspresi wajah bangganya sambil melihat Ana.


"Iya sih ganteng-ganteng,, bisa-bisanya yah mereka mau sama kamu yang begini,," ledek Ana.


"Astaga Ana nggak lama kamu juga mengikuti jejak kakak kamu tau nggak gangguin aku, udahlah jangan bahas mantanku lagi,," ucap Citra.


Ana hanya tersenyum sambil melihat Citra yang sedang kesal.


Sementara di dekat mobil ketika Aldi mau masuk ke dalam mobil,,, dia melihat Reno dan Reno juga melihat dirinya. Dengan segera Reno jalan mendekat ke Aldi.


Aldi mencoba mengingat wajah Reno yang memang mereka bertemu baru satu kali.


"Emmm kamu yang kemarin kan?" ucap Aldi begitu Reno berada di dekatnya.


"Iya aku yang kemarin," jawab Reno sambil tersenyum ramah pada Aldi.


"Emm aku kesini mau menjenguk Ana,, bisa kan?" tanya Reno.


"Yah tentu bisa dong,, Ana lagi bersama Citra di dalam,, kamu langsung saja ke sana,," jawab Aldi.


"Oh iya,," ucap Reno dan dia juga sudah tau kalau Aldi pasti akan ke kantor begitu melihat Aldi yang sudah rapi.


"Oke, saya mau ke kantor dulu,, tolong yah Ana kamu hibur terus, aku takut saja kalau dia akan mengingat masalah kelumpuhannya dan dia akan sedih lagi," ucap Aldi.


"Iya sudah pasti saya akan menghibur dia terus,, agar tidak terlalu memikirkan kelumpuhannya," ucap Reno dengan penuh keyakinan.


"Oke," ucap Aldi lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan segera ke kantornya sedangkan Reno segera berjalan masuk menuju ruangan Ana.


Depan ruangan Ana...

__ADS_1


"Ana ada di dalam kan?" tanya Reno pada anak buah yang berjaga di depan ruangan Ana,, karena dia tidak enak langsung masuk ke dalam ruangan Ana ketika ada yang berjaga.


"Iya Nona Ana ada di dalam,," ucap anak buah Aldi yang sudah tidak asing dengan wajah Reno karena kemarin dia juga melihat Reno berada di dalam ruangan Ana,, bahkan sampai Ana di pindahkan.


"Aku boleh masukkan?" tanya Reno lagi.


"Boleh,, tapi setelah aku periksa terlebih dahulu, saya tau kamu temannya Nona Ana, tapi kita hanya menjalankan perintah tuan Aldi saja,, ketika ada yang mau masuk menemui Nona Ana harus di periksa terlebih dahulu,," ucap anak buah Aldi.


Reno pun tersenyum begitu mendengar ucapan anak buah Aldi yang sangat patuh menurutnya.


"Iya periksalah aku nggak apa-apa,,, kalian hanya menjalankan tugas saja jadi wajar,, Aldi itu benar-benar kakak yang sangat menjaga adiknya,, aku salut banget sama dia," ucap Reno sambil membiarkan dirinya di periksa oleh anak buah Aldi.


"Iya memang,, tuan Aldi sangat menyayangi adiknya,," ucap anak buah Aldi.


"Kamu bisa masuk," ucap anak buah Aldi lagi setelah memeriksa Reno.


"Baik,," ucap Reno lalu segera masuk ke dalam ruangan Ana dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.


Ana dan Citra yang mendengar ketukan pintu langsung fokus kepada seseorang yang datang.


"Masuk," ucap Citra.


Reno segera masuk sambil tersenyum kepada Citra dan juga Ana,,, sedangkan Ana langsung tersenyum juga begitu melihat Reno.


Reno datang sambil membawakan buah buat Ana.


" Kak Reno kamu datang?" ucap Ana.


"Iya dong, aku kan akan ada terus untuk kamu selama masa penyembuhan,, jadi mana mungkin aku nggak datang,," ucap Reno sambil tersenyum lalu berjalan ke dekat Ana.


Sepertinya aku mencium bau-bau akan menjadi obat nyamuk nih,, ehhh tapi kan mereka nggak pacaran sepertinya,, batin Citra sambil melihat Ana dan Reno.


Ana pun tersenyum begitu mendengar ucapan Reno.


"Seharusnya kamu nggak usah repot-repot untuk membawa buah,," ucap Ana lagi.


"Ini nggak merepotkan sama sekali loh,,, kamu udah sarapan belum?" tanya Reno.


"Udah kok tadi," jawab Ana.


"Ekhhm disini ada orang juga loh,, kamu nggak tanya gitu aku udah sarapan apa belum?" ucap Citra dengan kepedean nya membuat Ana langsung menepuk jidatnya dengan kelakuan Citra.


Citra ihh nggak malu apa bicara seperti itu,, batin Ana.


Reno langsung melihat ke arah Citra begitu mendengar ucapan Citra.


"Oh iya maaf,, aku lupa kalau masih ada orang disini, kamu sudah makan?" ucap Reno.


"Ya ampun jadi kamu benar-benar lupa,, wah bisa-bisanya aku yang besar seperti ini terlihat jelas malah di lupakan," ucap Citra yang langsung membuat Reno dan Ana tertawa.


"Wahh kalian kompak yah tertawanya,, terharu aku tuh," ucap Citra lagi.


"Apaan sih Cit,, ada-ada saja kamu," ucap Ana.


"Jadi kamu udah sarapan?" tanya Reno lagi sambil menahan tawanya.


"Sudah kok sudah,, makasih sudah bertanya," jawab Citra yang lagi-lagi membuat Ana dan Reno tertawa karena melihat ekspresi wajah Citra.

__ADS_1


"Kak Reno maklumi saja dia karena dia jomblo sudah terlalu lama, jadi dia butuh perhatian juga jadi gitu deh," ledek Ana.


"Astaga Ana jangan bilang-bilang dong,, itu kan rahasia kelam aku," ucap Citra.


"Aku sudah dengar,, aku doakan supaya kamu tidak jomblo lagi," ucap Reno.


"Ikhlas nggak tuh doa?" ucap Citra.


"Ikhlas dong," ucap Reno lagi lalu segera mengupaskan buah untuk Ana.


"Kak nggak usah kupas kan,,, nanti sebentar aku kupas sendiri kalau lagi pengen,, lagian aku juga sudah sarapan tadi,," ucap Ana ketika melihat Reno hendak mengupaskan dia buah.


"Udah nggak apa-apa Ana,, makan buah itu sehat dan kamu harus makan loh biarpun udah sarapan tadi,, karena aku udah mengupas kan kamu," ucap Reno sambil tersenyum.


"Ekhhemm enak yah ada yang perhatian," goda Citra.


Ya ampun Citra apa-apaan sih,, aku malu banget dia berbicara seperti itu, batin Ana meronta-ronta.


"Citra jangan bicara seperti itu dong,," ucap Ana.


"Lah nggak apa-apa kali Ana,, kamu mah malu-malu,, memang kenyataannya enak kalau ada yang perhatian," ucap Citra lagi.


"Iyakan Reno?" ucap Citra sambil melihat Reno.


"Iya sepertinya," jawab Reno sambil nyengir.


"Bukan sepertinya lagi tapi memang enak kalau ada yang perhatian," ucap Citra.


"Udah ihhh Citra jangan bahas itu terus," ucap Ana.


"Nggak apa-apa kali Ana biar semangat," ucap Citra yang langsung membuat Ana benar-benar malu dan geleng-geleng kepala.


Reno pun menyuapi Ana.


"Aduh,, aduh yang disuapin,, manja banget sih," goda Citra lagi.


"Kak biar aku makan sendiri saja, si Citra nih kalau ngomong suka begini masalahnya," ucap Ana yang benar-benar sudah merasa malu pada Reno karena ucapan Citra.


"Nggak apa-apa kok biar aku saja," ucap Reno yang tidak membiarkan Ana untuk makan sendiri.


"Iya Ana nggak apa-apa,, sekali-kali di suapin sama cowok ganteng kan enak," ucap Citra lagi.


Reno hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum begitu mendengar ucapan Citra.


"Cie kalian sama-sama malu,, malu-malu kucing," ucap Citra lagi.


"Astaga Citra sembarangan aja sih kamu," ucap Ana.


"Nggak kok,, oh iya sekedar informasi yah Reno, Ana itu jomblo dan belum pernah pacaran loh," ucap Citra lagi.


"Isshhh Citra kamu ihh,, ngapain bicarakan itu sih," ucap Ana yang sudah sangat-sangat malu,, dia benar-benar ingin menghilang saja dari depan Reno sekarang, meskipun Ana juga sudah tau kalau Reno telah mengetahui dirinya yang belum pernah pacaran sama sekali tapi ketika di ledek dengan Citra di hadapan Reno dia benar-benar malu.


Reno pun tersenyum begitu mendengar ucapan Citra.


"Iya aku tau kok,," ucap Reno sambil tersenyum melihat Ana.


"Cie sejauh mana nih kalian kenalnya kok Reno udah tau aja sejarah percintaan kamu Ana,," ucap Citra lagi sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Ana yang benar-benar malu.

__ADS_1


__ADS_2