
"Ada apa sih Fania?" tanya Zahra karena ketika Zahra masuk ke ruangan Fania,, Fania terlihat sangat gelisah seperti mempunyai banyak pikiran.
"Keluarga Ana dan keluarga Reno berada di restoran itu Zahra,, menurut kamu apa yang mereka lakukan di restoran itu?" tanya Fania.
Zahra tampak terlihat sedang berpikir.
"Beneran Fan?" tanya Zahra ulang.
"Iya beneran,, makanya aku tanya kamu,, kira-kira apa yang mereka lakukan sehingga kedua keluarga itu berada di tempat yang sama?" tanya Fania lagi.
"Yah makan malam dong,, kan ini waktunya makan malam,, mungkin saja mereka sengaja atur jadwal untuk makan malam itu," jawab Zahra yang membuat Fania semakin kesal. Fania merasa sia-sia bertanya pada Zahra.
"Kalau hanya untuk makan malam,, ngapain sampai sejauh itu Zahra,, kan bisa nanti ketika mereka pulang dari liburan," ucap Fania lagi sambil menahan kekesalannya pada Zahra.
"Hah iya juga yah,, benar kata kamu Fania, oh mungkin saja Reno sedang makan malam romantis dengan Ana,, atau bisa jadi Reno sedang melamar Ana," ucap Zahra dengan santainya sambil melihat Fania.
Hah,, iya juga yah,, nggak mungkin,, nggak mungkin Reno melamar Ana,, secepat itu dia melupakan aku? batin Fania.
__ADS_1
"Hmm kok jadi diam sih,, benar kan yang aku katakan?" ucap Zahra sambil melihat Fania.
"Diam deh Zahra,, kamu ini bukannya menenangkan aku,, malah membuat aku semakin pusing," omel Fania.
"Hmm sepertinya aku serba salah dimata kamu, tadi kamu bertanya padaku,, giliran aku menjawab pertanyaan kamu,, malah kamu menyuruh aku diam,, ya udah aku keluar aja kalau gitu," ucap Zahra sambil melihat Fania.
"Iya keluar aja dari sini,, agar aku nggak bertambah pusing,, ku pikir bertanya pada kamu akan mengurangi pikiran negatif aku,, tapi nyatanya malah menambahnya," ucap Fania sambil melihat Zahra yang sedang mengerucutkan bibirnya.
"Ya udah aku keluar,, awas yah kamu manggil-manggil aku," ucap Zahra lagi sambil berjalan keluar dari ruangan Fania.
Fania pun tidak berucap apa-apa lagi,, dia kembali menunggu kabar selanjutnya dari anak buahnya.
Sementara di tempat lain....
"Aku ingin secepatnya menikah dengan Ana,, minggu depan kalau bisa?" ucap Reno sambil melihat yang lainnya.
Yang lainpun langsung tersenyum bahagia begitu mendengar keinginan Reno. Mama Reno tampak sangat bahagia.
__ADS_1
"Iya bisa nak,, bisa diusahakan, lebih cepat lebih baik,," ucap Mama Reno yang tampak sangat bersemangat.
Sebentar lagi punya menantu,, akhirnya yang ku tunggu-tunggu tiba juga,, batin Mama Reno sambil tersenyum bahagia.
Reno pun tersenyum bahagia. Kemudian Reno pun melihat ke keluarga Ana.
"Kalau kami,, semua keputusan ada pada Ana,, kalau Ana mau maka kami juga mau dan kami akan usahakan agar pestanya seperti yang kalian inginkan,, walaupun waktu mempersiapkannya sangat singkat," ucap Mama Ana.
"Iyakan pa? Aldi?" tanya Mama Ana.
"Iya," ucap Aldi dan ayah Aldi bersamaan.
"Jadi Ana,, apa kamu siap kalau kita menikah minggu depan?" tanya Reno sambil melihat Ana.
"Bilang iya Ana,, benar tuh kata calon mertua kamu tadi,, lebih cepat lebih baik," bisik Citra pada Ana.
"Nggak usah jadi setan,, biarkan Ana menentukan sendiri jawabannya," ucap Fandi yang langsung membuat Citra melihat kesal padanya.
__ADS_1
Fandi pun menahan tawanya melihat kekesalan Citra.
"Iya aku mau," ucap Ana yang langsung membuat kedua keluarga tersenyum bahagia.