Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Boleh kok Ra,,,


__ADS_3

"Ekheemm,," batuk Rafa yang sudah sengaja dibuat-buat untuk menyadarkan Rara yang hanya fokus pada Chris.


Rara dan yang lainnya langsung melihat ke arah Rafa.


"Kamu kenapa? sakit?" tanya Rara khawatir karena Rafa batuknya beda.


Citra benar-benar hampir saja tertawa begitu melihat ekspresi Rara yang sangat jauh di luar dugaan dia. Namun Citra berusaha menahan semuanya karena tidak enak disaat Rafa sedang cemburu dia malah tertawa.


Rara polos banget sih,, suamimu sedang cemburu Ra,, sedang cemburu,, lah kamu malah ngira dia sakit,, batin Citra sambil tertawa di dalam hatinya.


Rafa langsung membawa tangan Rara ke dadanya.


"Ini yang sakit," ucap Rafa sambil melihat Rara.


Rara langsung semakin menjadi khawatir.


"Hati kamu sakit,, ayo kita ke rumah sakit sayang,, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa,," ucap Rara yang sudah khawatir.


Astaga istriku ini polos banget,, hati aku sakit kamu akrab dengan pria lain di depan mata aku,, batin Rafa meronta-ronta sambil melihat Rara.


Sedangkan Chris langsung merasa hatinya sakit juga begitu mendengar Rara memanggil Rafa dengan panggilan sayang,, dan Chris juga sebenarnya merasa tidak asing dengan wajah Rafa.


Fandi hanya melihat saja sambil menahan perasaan sakitnya juga melihat Rara dan Rafa. Meskipun dia juga sebenarnya sudah biasa melihat seperti itu tapi tetap saja dia juga masih merasa hatinya sakit.

__ADS_1


"Mau kemana sayang?" tanya Rafa sambil menahan tangan Rara,, begitu melihat Rara yang hendak berdiri dari duduknya.


"Mau bawa kamu ke rumah sakit,, kamu harus diperiksa loh,, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa,, apa barusan kamu rasa hati kamu sakit?" tanya Rara sambil melihat Rafa dengan perasaan khawatirnya.


Citra yang sudah tidak bisa menahan tawanya langsung tertawa terbahak-bahak,, membuat yang lainnya langsung melihat ke arahnya.


"Kamu kenapa Cit?" tanya Rara sambil mengernyitkan dahinya.


"Nggak kenapa-kenapa kok Ra,, kamu lucu banget sih,, nggak peka banget kamu tuh,," ucap Citra sambil menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Rara menjadi semakin bingung begitu mendengar ucapan Citra.


"Benar tuh kata Citra,," ucap Rafa juga.


"Nggak usah sayang,, aku nggak kenapa-kenapa kok,," ucap Rafa.


"Kamu yakin nggak kenapa-kenapa?" tanya Rara untuk menyakinkan semuanya.


"Iya sangat yakin,, lagian sakit aku ini tergantung kamu juga," ucap Rafa lagi yang membuat Rara benar-benar bingung.


"Udah nggak usah nanya lagi maksud aku apa,, otak kamu belum sampai kesitu," ucap Rafa sambil mengelus lembut rambut Rara.


Rara benar-benar tidak mengerti dengan maksud tersirat dari Rafa.

__ADS_1


Tuh kan dia nggak ngerti,, batin Rafa.


"Aku nggak pernah berniat untuk membuat kamu sakit,," ucap Rara.


"Iya tau kok,," ucap Rafa.


"Ya udah kalau kamu nggak kenapa-kenapa,, aku senang,," ucap Rara lagi.


"Ayo Chris kamu duduk disini juga kita makan bersama aja daripada kamu duduk sendiri," ucap Rara lagi sambil melihat Chris.


Hah masih dilanjutkan lagi nih,, batin Rafa.


"Bolehkan Chris gabung disini?" tanya Rara kepada Rafa.


Nggak boleh banget,, teriak Rafa di dalam hatinya.


"Sayang kok diam? bolehkan?" tanya Rara lagi.


"Boleh kok Ra,," jawab Citra yang langsung mendapatkan pelototan mata dari Rafa.


"Ra,, dia pacar kamu yah?" tanya Chris yang sudah sangat penasaran.


"Perkenalkan aku suaminya,," ucap Rafa sambil tersenyum pada Chris dan mengulurkan tangannya kepada Chris.

__ADS_1


__ADS_2