Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Jangan pernah mencintai laki-laki lain


__ADS_3

Rafa dan Rara pun langsung menoleh kepada Aldi.


"Aldi loe ngapain disini? bukannya tadi loe udah pulang" Tanya Rara langsung.


"Tadinya Rara gue mau lihat loe lagi karena kangen, ehh tapi gue lihat ada motor suami loe jadi gue masuk ajah dan gue dengar semuanya, kenapa kalau Rara bersandar di bahu gue?" Tanya Aldi lagi kepada Rafa.


"Loe tahu kan dia istri gue, jadi loe jangan terlalu dekat dengan istri gue apalagi sentuh-sentuh dia" ucap Rafa kesal.


"Udah-udah kalian jangan seperti ini dong, ini hanya salah paham ajah, lagian Rafa tadi itu aku cuma bersandar karena sedih dan Aldi loe jangan buat Rafa salah paham" ucap Rara menengahi mereka berdua.


"Mau karena apapun Rara, kamu nggak boleh mesra-mesraan dengan cowok lain apalagi kalau sampai aku melihatnya seperti tadi dan di belakangku pun kamu nggak boleh pokoknya" ucap Rafa yang mengakui kalau dia melihat Rara.


"Itu bukan mesra-mesraan Rafa" ucap Rara.


"Sudahlah Rara ngapain sih loe jelasin ke suami loe yang pada akhirnya nanti bakalan cerai juga" ucap Aldi dengan santainya sambil menatap Rafa dengan tatapan meledek.


Rara pun semakin pusing menghadapi dua laki-laki di dekatnya ini yang sama-sama keras.


"Ada apa ini?" Tanya Fandi yang juga datang ke rumah Rara.


Untung ada Fandi batin Rara lega. Setidaknya kalau ada perkelahian ada Fandi yang bisa mencegahnya atau menengahinya.


"Wah wah wah kalian pada ngumpul semua di rumah istri gue yah" ucap Rafa.


"Oh Rara istri orang yah, gue pikir Rara belum punya suami karena dia tinggal sendiri tuh" ucap Fandi santai.


Ya ampun ini juga sama ajah batin Rara.


"Terserah yah loe berdua mau bilang apa, yang intinya Rara ini istri gue jadi loe berdua jangan sentuh-sentuh istri gue, mau cuma tangan pun jangan sentuh, mengerti kalian" ucap Rafa.


"Posesif amat lu jadi suami, loe udah tega nyuruh Rara tinggal sendirian ehh lu ngatur-ngatur lagi, siapa tahu kan Rara mau cari pengganti loe, nggak boleh egois dong loe" ucap Fandi dengan santainya.


"Udah-udah lebih baik kita duduk, ayo sini" ucap Rara cepat karena kalau di teruskan Rara tidak tahu apa yang akan terjadi.


Mereka pun menurut namun masih saling menatap.


Rafa langsung menarik Rara duduk di dekatnya dan menahan pinggang Rara agar tidak bergeser sedikit pun.


Rara benar-benar malu di hadapan Aldi dan Fandi karena dia memang tidak terbiasa di perlakukan seperti itu oleh laki-laki.


"Rafa udah aku mau duduk seperti biasa ajah, malu tahu" bisik Rara kepada Rafa.

__ADS_1


"Malu atau karena ingin menjaga perasaan mereka" bisik Rafa kembali dengan juteknya.


"Aku beneran malu Rafa" bisik Rara lagi.


"Rafa itu istri lu nggak mau jangan di paksa dong" ucap Aldi.


"Bisa diam nggak loe" ucap Rafa juga.


"Nggak bisa" ucap Aldi.


"Udah-udah kalian jangan ribut terus, gue buatin minuman dulu buat kalian yah" ucap Rara kepada Fandi dan Aldi lalu tersenyum.


Rafa melihat Rara yang tersenyum begitu manis kepada dua orang manusia itu membuat Rafa lagi-lagi kesal.


"Jangan senyum begitu sama laki-laki lain, nanti ada yang baper lagi sama istri orang" Ucap Rafa dengan menekankan kata istri orang.


"Rafa kamu ada-ada ajah" ucap Rara kemudian segera ke dapur.


"Gue ikut Rara malas gue disini" ucap Aldi.


Rafa pun langsung ikut juga ke dapur dan Fandi pun begitu daripada dia tinggal di ruang tamu sendirian.


Rara hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka.


Rafa pun segera memukul tangan Aldi.


"Tangan lu di jaga yah, lebih baik loe pergi deh dari hadapan gue sekarang" ucap Rafa.


"Udah-udah Rafa kamu jangan marah-marah yah, Aldi hanya nggak sengaja kok" ucap Rara.


Aldi pun langsung tersenyum penuh kemenangan begitu mendengar ucapan Rara.


"Haa apa Rara nggak sengaja kamu bilang, jelas-jelas dia sengaja banget lakukan itu semua dan kamu masih bilang nggak sengaja, suami kamu siapa sih aku atau dia" ucap Rafa lagi sambil menahan amarahnya.


"Kamu Rafa suami aku, udah yah nggak usah marah-marah lagi" ucap Rara mencoba menenangkan Rafa yang sejak tadi marah-marah terus.


Emang enak cemburu batin Fandi sambil tertawa bahagia melihat Rafa yang sedang cemburu namun Rara tidak menyadari itu semua karena terlalu polos.


Begitu selesai mereka pun segera ke ruang tamu lagi masih dengan posisi yang tadi, Rafa yang menarik Rara untuk duduk di dekatnya dan jauh-jauh dari Aldi dan Fandi.


"Aldi loe ngapain kesini, gue butuh jawaban yang serius yah bukan bercanda seperti tadi" tanya Rara kepada Aldi terlebih dahulu.

__ADS_1


"Gue nggak bercanda kok sama omongan gue tadi Rara cantik" ucap Aldi.


"Loe berani banget yah bilangin istri gue cantik" ucap Rafa sambil mau mendekati Aldi namun Rara menahannya.


"Udah Rafa, Aldi cuma bercanda ajah kok" ucap Rara mencoba menenangkan Rafa.


"Loe memang cantik Rara" ucap Fandi juga.


Rafa langsung melotot melihat Fandi dan juga Aldi yang berani-beraninya berkata seperti itu.


"Kenapa sih Rafa gue hanya bicara yang sejujurnya ajah, iyakan Aldi?" Tanya Fandi kepada Aldi.


"Iya benar banget tuh" ucap Aldi.


"Kalian berdua pulang sekarang juga" usir Rafa.


"Enak ajah loe nggak bisa usir kita, ini kan rumah Rara" ucap Aldi.


"Gue suaminya, jadi lebih baik loe berdua pulang deh" usir Rafa lagi dengan kesalnya.


"Udah Rafa kamu jangan usir mereka, mereka itu pasti hanya bercanda saja kamu jangan marah-marah yah, lagian kamu seharusnya nggak usah marah kita kan bukan suami istri pada umumnya" ucap Rara lagi.


"Rara pokoknya kamu istri aku, dan selama masih jadi istri aku nggak boleh ada yang bilang seperti tadi sama kamu, ayo kita masuk kamar biarkan mereka berdua disini nanti juga pulang sendiri" ucap Rafa kemudian membawa paksa Rara masuk ke dalam kamar.


Rafa langsung mengunci pintu kamar begitu mereka masuk.


"Rafa kok kamu seperti itu sih sama mereka, kasian kan mereka, udah ayo kita keluar lagi kalau kamu nggak mau keluar biar aku ajah" ucap Rara sambil mau keluar dari dalam kamar namun Rafa menahannya dan mengunci kembali pintu kamar Rara.


"Rafa kamu kenapa sih kayak gini" ucap Rara kesal namun Rafa terus saja memperhatikan Rara yang semakin cantik di matanya apalagi kalau sedang cemberut.


"Rara kamu jangan pernah mencintai laki-laki lain dan berdekatan dengan laki-laki lain dengan berlebihan" ucap Rafa lalu mencium bibir Rara yang tentu saja membuat Rara terkejut.


#################


Mampir ke novelku yang lain juga yah judulnya...


-Takdirku bersamamu


-Cinta presdir tampan


klu nggak nemu di pencarian,, tinggal klik fotoku ajah,,semuanya novelku ada di profil

__ADS_1


Makasih sebelumnya buat yang sudah baca😊😊😊


__ADS_2