
Deg...
Fandi ikutan panik dan langsung menyusul Rafa yang sedang berjalan dengan tergesa-gesa bahkan berlari menuju ke lift.
"Rafa anak buah yang lain kemana? kok bisa Rara dalam bahaya? bukannya tadi dia sudah pulang dan bersama sopir yang sudah kamu siapkan untuk Rara?" tanya Fandi.
"Aku juga nggak tau gimana kejadiannya kenapa bisa sopir yang mengantar istriku suaranya terdengar sangat lemah tadi,, sepertinya dia tidak baik-baik saja,, karena dia tidak bersuara lagi tadi,, cepat cari tau keberadaan dia dimana sekarang," ucap Rafa yang benar-benar merasa sangat khawatir pada Rara.
Fandi dengan segera menelepon anak buahnya lalu dia teringat akan suatu hal.
"Rafa bukannya Rara banyak penjagaan,, lalu kenapa bisa seperti ini?" tanya Fandi.
"Iya kalau di luar tapi tadi dia kan di area kantor,, yang berjaga sudah tentu tidak berjaga dulu,, tinggal sopir itu saja yang menunggu istriku, cari tau keberadaan dia dimana sekarang,," ucap Rafa.
"Astaga," ucap Fandi lalu segera menelepon lagi anak buahnya.
Anak buah Fandi yang mendengar bunyi ponselnya dengan segera melihat nama kontak yang meneleponnya lalu begitu dia melihat Fandi yang meneleponnya,, dia langsung mengangkat panggilan telfon dari Fandi.
"Halo tuan," ucap anak buah Fandi..
"Halo,, cari tau keberadaan sopir istri Rafa sekarang juga,," perintah Fandi.
"Istri tuan Rafa?" tanya anak buah Fandi ulang.
"Iya,," jawab Fandi.
"Baik tuan," ucap anak buah Fandi lalu Fandi segera menutup panggilan telfonnya dengan Anak buahnya.
"Rafa kamu tenang dulu,,, coba telfon yang jagain Rara,," ucap Fandi dan Rafa pun segera menelepon anak buahnya yang lain.
"Tuan Rafa telfon," ucap anak buah Rafa lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Rafa.
"Halo tuan," ucap anak buah Rafa.
"Halo,, kalian dimana?" tanya Rafa.
__ADS_1
"Kita lagi di kantor tuan,," jawab anak buah Rafa sambil mengernyitkan keningnya bingung mendengar pertanyaan Rafa.
"Sopir istriku kemana?" tanya Rafa.
"Oh dia tadi ke mobil tuan katanya akan menelepon kalau istri tuan sudah mau pulang tapi sampai sekarang dia belum telfon tuan," jawab anak buah Rafa.
"Cari tau keberadaan istriku sekarang,, istriku di culik," ucap Rafa lalu segera menutup panggilan telfonnya.
Anak buah Rafa terkejut begitu mendengar perintah Rafa karena itu sama saja mereka tidak becus dalam menjaga istri bosnya dan juga merasa heran kenapa bisa istri bosnya diculik padahal lagi berada di area kantor Rafa.
"Ada apa?" tanya teman anak buah Rafa.
"Istri bos diculik,, cepat cari tau keberadaan dia,,"
"Apa? kok bisa? sopir kemana?"
"Nggak tau juga,, pantas saja sejak tadi aku merasa aneh karena dia tidak kembali ataupun menghubungi kita, padahal kita sejak tadi menunggu di sini apabila mereka sudah mau pulang,,"
"Ya udah ayo kita cari istri tuan,"
Mereka pun segera berjalan cepat menuju ke mobil mereka,, para karyawan terheran-heran begitu melihat anak buah Rafa yang tampak panik,, belum lama Rafa juga terlihat berjalan cepat bersama Fandi menuju mobil dan itu membuat para karyawan semakin terheran-heran.
"Bapak tadi lihat istri Rafa keluar dari dalam perusahaan ini?" tanya Fandi.
"Iya tuan,,"
"Tadi dia naik mobil,, mobil yang sama sewaktu datang disini tapi sopirnya sudah berbeda, sopir itu habis keluar terus kembali sopirnya sudah beda,, saya melihat istri tuan Rafa naik juga ke mobil itu bersama temannya,," ucap security itu sesuai dengan yang yang dia lihat.
"Oke pak,, terima kasih," ucap Fandi.
Security itu hanya melihat heran saja. Karena dia tidak tau apa-apa.
"Rafa mereka pasti belum jauh,, biar aku yang bawa mobil,, jangan kamu," ucap Fandi karena sangat yakin kalau sekarang Rafa pasti sedang panik-paniknya,, untuk kedua kalinya Rara di culik.
"Baiklah,, cepetan yah Fan," ucap Rafa lalu segera bertukar tempat duduk dengan Fandi.
__ADS_1
Anak buah Rafa sudah lebih dulu mencari tau keberadaan Rara dan juga menyusul Rara sedangkan anak buah Fandi berbagi tugas,, ada yang mencari tau keberadaan sopir Rara ada juga yang ikut mencari Rara.
Rafa baru teringat untuk menelepon Rara ataupun Citra.
Dengan segera dia menelepon Rara terlebih dahulu namun sayangnya nomor ponsel Rara sudah tidak aktif,,, begitu pun nomor ponsel Citra tidak aktif juga.
"Kamu telfon siapa?" tanya Fandi.
"Istriku dan Citra,, tapi sudah tidak aktif nomor ponsel mereka,," jawab Rafa yang semakin khawatir.
"Seharusnya aku tadi tidak membiarkan istriku pulang,," ucap Rafa frustrasi dan menyesali semuanya.
"Tenang Rafa,, kita harus berpikir jernih,, dan mencari Rara,," ucap Fandi yang berusaha menenangkan Rafa walaupun dia juga sangat panik.
"Kenapa ini bisa terulang lagi Fandi,, aku benar-benar takut kali ini akan terlambat,, aku nggak tau apa lagi yang akan aku lakukan kalau sampai istriku kenapa-kenapa,, aku yakin mereka pasti mengincar istriku bukan Citra," ucap Rafa.
"Kita pasti tidak terlambat,, tenangkan dirimu dulu," ucap Fandi mencoba meyakinkan dan menenangkan Rafa meskipun dia sendiri tidak bisa tenang.
#########
Di tempat penyekapan.
"Ra apa ini yang Fandi maksud,, jangan dekat-dekat dengan orang yang nggak terlalu dikenal?" ucap Citra yang seketika teringat dengan perkataan Fandi,, Citra sudah benar-benar merasa takut karena kejadian seperti ini baru pertama kali di dalam hidupnya,, dia takut hidupnya berakhir disini.
Ponsel mereka telah di ambil dan di nonaktifkan oleh sopir palsu itu.
"Iya Cit sepertinya inilah yang Fandi maksudkan,, maafin aku Cit membawa-bawa kamu,, gara-gara aku,, kamu juga ikutan di culik,, maaf banget Cit," ucap Rara pelan yang sebenarnya juga sangat takut dan berharap Rafa akan datang menyelematkan dia namun Rara merasa pesimis karena Rafa mungkin sekarang tidak tau apa-apa mengenai dirinya yang diculik.
"Apaan sih Ra,, kamu jangan merasa bersalah seperti itu,, kita harus bisa kabur Ra dari sini,, kita nggak usah teriak lagi seperti tadi karena percuma saja nggak ada yang akan mendengar kita makanya mulut kita di biarkan begini,, kalau kita teriak terus akan menghabiskan tenaga kita saja,, lebih baik kita usaha membuka ikatan ini,," ucap Citra sambil melihat-lihat ke sekeliling mereka,, sopir yang tadi menculik mereka hanya mengikat mereka berdua saja dan langsung pergi entah kemana.
"Iya kamu benar Cit,, kita harus usaha supaya bisa keluar dari tempat ini," ucap Rara.
Ketika mereka sedang berusaha membuka ikatan itu,, dan sebentar lagi akan bisa tiba-tiba sopir palsu itu masuk ke dalam ruangan itu dan melihat semuanya.
"Oh mau coba-coba kabur kalian,, kalian pikir akan bisa kabur? jangan mimpi,, kalian tidak akan bisa kabur,," ucap pria itu lalu tertawa jahat.
__ADS_1
"Mungkin kalian akan berakhir disini,, tergantung bos aku saja," ucap pria itu lagi lalu tiba-tiba masuk seseorang.
"Hai Rara,,"