Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Jiwa jomblo,,,


__ADS_3

Zahra benar-benar senang begitu mendengar ucapan Fania.


"Beneran Fan? aku belum tanya nih sama dokter pribadi kamu mengenai kondisi kamu," ucap Zahra.


"Iyalah beneran,, ngapain aku bohong,, aku hanya berharap bisa sembuh dalam waktu dekat ini," ucap Fania.


"Iya semoga yah,, tapi kamu jangan gegabah loh Fan,,, aku nggak mau kamu ditangkap polisi, aku nggak ada teman Fan kalau kamu ditangkap polisi," ucap Zahra.


"Hmm aku nggak sama seperti kamu Zahra,, yang kalau buat rencana pasti gagal terus,, aku tuh kalau buat rencana selalu matang Zahra,, kamu lihat sendiri kan rencana awal aku sampai-sampai Ana lumpuh,, yah walaupun aku juga kena sialnya sih,, tapi itu sudah membuktikan kalau rencana ku itu bagus,, mungkin pernah dia sampai lumpuh,, tapi sekarang mungkin saja dia nggak akan tertolong lagi," ucap Fania sambil tersenyum jahat.


"Hmm iya deh aku akui kamu kalau buat rencana kemungkinan berhasil nya itu besar dibandingkan aku,, dan aku sangat suka itu,, lagian aku kan hanya mengingatkan kamu saja Fan,, karena aku nggak mau kamu ditangkap polisi atau kenapa-kenapa seperti sekarang ini," ucap Zahra yang benar-benar khawatir pada Fania yang belum sembuh total.


"Iya aku mengerti kekhawatiran kamu,, tapi tenang saja ini pasti akan berhasil, dan aku nggak akan kenapa-kenapa maupun ketahuan,," ucap Fania lagi.

__ADS_1


"Oke deh,," ucap Zahra lagi.


##############


"Hmm awali sore mu dengan senyum-senyum nggak jelas,, Ana kamu jangan gila yah,, ingat mau menikah,, nggak ada orang gila yang menikah," ledek Citra karena melihat Ana yang masih sore sudah senyum-senyum sambil melihat ponselnya.


Ana dan Citra memang satu kamar lagi karena Citra malas tidur sendiri di kamarnya.


"Idihh udah santai yah kamu berbicara seperti itu padaku,, mentang-mentang udah mau nikah,, tapi kamu enak banget sih Ana,, pas suka cowok ehh langsung dinikahi,, lah aku dulu capek-capek pacaran ehh putus,," ucap Citra.


"Makanya nggak usah pacaran Citra,, cari aja yang benar-benar mencintai mu lalu segera menikah,, kan begitu bagus," ucap Ana.


"Hmm iya kamu mah gampang bicara seperti itu,, lah sedangkan aku bingung mau cari yang seperti itu dimana," ucap Citra.

__ADS_1


"Sabar aja Cit,, aku yakin nanti kamu pasti akan bertemu dengan pria itu," ucap Ana memberikan semangat pada Citra.


"Iya yah semoga,, mungkin sekarang dia lagi otw kepada ku," ucap Citra asal lalu tertawa.


Ana pun ikut tertawa begitu mendengar ucapan Citra.


"Oh iya bantu aku dong pilih baju,, aku mau jalan berdua dengan Reno,, kita akan pergi memilih cincin sepertinya," ucap Ana.


"Emm enak banget sih,, aku iri banget loh Ana,, kapan yah aku juga menikah dengan pria yang aku cintai dan juga mencintai ku," ucap Citra.


"Ayo sini,, aku pilihkan baju untuk kamu,, atau kalau nggak ada yang cocok kita pergi aja dulu shopping," ucap Citra lagi.


"Aku doakan kamu secepatnya bertemu dengan pria idaman kamu,, dan kita nggak usah keluar shopping,, Reno melarang aku keluar,, kalau mau keluar rumah katanya bareng dia,, kalau nggak bareng dia nggak usah keluar," ucap Ana yang membuat jiwa jomblo Citra semakin meronta-ronta.

__ADS_1


__ADS_2