
"Yah aku nggak mau cerita karena aku nggak mau buat kamu iri saja sama aku, secara pacarmu kan tidak seperti itu,," ucap Fania lalu tertawa.
"Hemm tega banget kamu,, tapi emang benar juga sih,, dia itu nggak seperti Reno,, karena aku nggak pernah ketemu dengan keluarganya,, yah hubungan kita emang cuma untuk kesenangan ajah sih," ucap Zahra.
"Yah itukan,, makanya aku nggak pernah mau cerita sama kamu," ucap Fania.
"Tapi sekarang kamu lagi marahkan sama dia?" tanya Zahra.
"Iya aku lagi marah banget sama dia," jawab Fania.
"Berarti kamu masih nonaktifkan ponsel kamu dong?" tanya Zahra lagi.
"Iyalah,, karena kalau aktif dia pasti nelfon terus jadi malas banget aku tahu nggak bicara sama dia, itu jalan satu-satunya biar bisa menghindar dari dia yang nyebelin itu,," ucap Fania.
"Terserah kamu ajah,, emang sekarang itu yang bagus untuk memberi pelajaran kepada Reno," ucap Zahra.
############
Di jalan
"Rafa kita jemput Rara lagi nih di rumah Aldi?" tanya Fandi untuk meyakinkan semuanya,, walaupun dia sudah tahu sebelumnya kalau mereka akan ke rumah Aldi lagi,, tapi dia berharap untuk tidak ke rumah Aldi karena dia tidak ingin bertemu dengan Citra,, wanita menyebalkan menurut Fandi, yang membuat dirinya emosi dan kesal melulu,, serta dandanan yang membuat matanya sakit.
"Iya dong,, kan aku udah bilang tadi,, lagian istriku masih di rumahnya Aldi,, nggak mungkinkan aku mau pulang ke rumah tanpa istri," jawab Rafa.
"Kita juga akan makan malam di rumah Aldi,," ucap Rafa lagi.
"Makan malam di rumah kamu ajah Rafa,, nggak usah di rumah Aldi,," ucap Fandi yang membuat Rafa mengernyitkan keningnya bingung.
"Loh memangnya kenapa kalau di rumahnya Aldi?" tanya Rafa.
"Jangan-jangan karena ada Citra yah?" tanya Rafa lagi.
"Iya emang karena ada si Citra ondel-ondel itu,, makanya di rumah kamu ajah makan malamnya," ucap Fandi.
"Nggak bisalah,, istriku sudah memasak di rumah Aldi jadi kita makan malam di rumah Aldi ajah," ucap Rafa.
"Lagian kamu itu jangan terlalu benci nanti jadi cinta,, baru tahu rasa kamu," ucap Rafa lagi.
__ADS_1
"Yah nggak mungkinlah,, aku itu benci dia karena memang dia pantas untuk di benci," ucap Fandi lagi sambil menyetir mobilnya menuju ke rumah Aldi.
###########
Sementara di rumah Aldi.
Rafa dan Fandi kemana yah,, kok belum datang-datang juga,, batin Aldi.
"Kak Rafa dan kak Fandi lama banget datangnya," ucap Ana sambil melihat jam tangannya.
Aku sih berharap Fandi cowok nyebelin itu nggak datang,, aku pasti bahagia banget kalau dia nggak datang,, batin Citra.
"Iya nih,, kemana yah mereka,," ucap Rara sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya.
Rafa yang mendengar ponselnya berdering segera melihatnya,, dan tersenyum begitu melihat nama kontak yang meneleponnya.
"Siapa?" tanya Fandi.
"Istriku,, pasti karena kita belum sampai nih di rumah Aldi,," jawab Rafa lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Rara.
"Halo sayang," ucap Rafa begitu mengangkat panggilan telfon dari Rara.
"Lagi di jalan kok mau ke rumah Aldi,, kenapa kangen yah kamu?" goda Rafa.
Lebay banget sih Rafa,, nggak tahu apa ada orang jomblo di sebelahnya,, yang lagi menyetir mobil dan mendengarkan dia bicara begitu,, nyesek tahu dengarnya,, batin Fandi.
"Nggak kok,," ucap Rara sambil menahan tawanya.
"Haa kamu nggak kangen sama aku? setelah beberapa jam kita nggak ketemu sayang,, tega banget kamu,, aku ajah kangen banget sama kamu,," ucap Rafa serius.
Fandi langsung tertawa begitu mendengar ucapan Rafa,, dan itu terdengar oleh Rara.
Suamiku ini nggak malu apa,, kok dia bicara seperti itu di saat Fandi ngedengerin dia bicara,, batin Rara yang tidak habis pikir dengan Rafa.
"Sayang kenapa kamu diam?" tanya Rafa.
"Duhh bukannya mau diam,, kamu nggak malu apa di dengerin dengan Fandi bicara seperti itu,, ingat umur deh,, aku ajah malu ihh,," ucap Rara.
__ADS_1
"Ngapain mesti malu sama Fandi sih sayang, nggak penting banget," ucap Rafa.
"Iya deh terserah kamu ajah yah,, kamu sekarang masih jauh atau udah dekat?" tanya Rara.
"Kalian udah di tungguin nih,," ucap Rara lagi.
"Bilang dulu,, kamu kangen sama aku atau nggak?" tanya Rafa lagi.
"Ya ampun Rafa bocah banget sih kamu," ucap Fandi.
"Nggak urus yah,, kamu diam ajah deh yang jomblo,, karena kamu nggak akan paham tahu nggak sama apa yang aku rasakan," ledek Rafa yang langsung membuat Fandi diam.
Hemm tahu ajah nih anak caranya buat aku diam,, batin Fandi.
"Benar tuh yang di katakan Fandi,, kamu udah dekat atau belum?" tanya Rara lagi.
"Jawab dulu yang aku tanyakan tadi," ucap Rafa tak mau kalah.
"Astaga kamu kan udah tahu jawabannya,, banyak orang tahu disini,, dan disitu ada Fandi juga ihh,, jangan lebay dehh," ucap Rara lagi sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku nggak tahu jawabannya sayang,," goda Rafa lagi sambil menahan tawanya.
"Ya udah nanti bentar aku beritahu jawabannya,, sekarang kamu masih jauh atau udah dekat?" tanya Rara lagi.
"Udah dekat kok,, ini kita lama karena Fandi deg-degkan mau ketemu dengan Citra,, jadi dia bawa mobilnya lelet banget," ucap Rafa yang sudah tentu di dengar oleh Fandi,, sambil menahan tawanya.
"Astaga Rara jangan percaya sama Rafa,, dia fitnah aku tahu nggak,, mana mungkin aku deg-degkan mau ketemu dengan Citra,, ogah banget, malahan yah yang sebenarnya itu aku nggak mau ketemu dengan dia,," ucap Fandi cepat dan itu masih di dengar oleh Rara.
Rafa ini bisa ajah yah kalau bicara,, membuat harga diri aku jatuh ajah,, nggak mungkin banget tahu nggak aku mau deg-degkan ketemu dengan Citra,, wanita bermuka banyak itu dan mirip ondel-ondel lagi,, batin Fandi.
"Udah deh Fandi nggak usah malu-malu sama Rara,, siapa tahu ajah kan istriku bisa membantu kamu biar bisa dekat dengan Citra dan juga supaya deg-degkan kamu berkurang," ucap Rafa lagi sambil menahan tawanya.
"Aku nggak malu-malu sama Rara,, udah deh Rafa nggak usah fitnah-fitnah aku terus,, aku tambah kecepatannya nih mobil biar kita cepat sampai,, ngeselin kamu tahu nggak," ucap Fandi.
"Rara nggak usah dengarkan kata Rafa,, semuanya itu hanya fitnah Ra,," ucap Fandi lagi yang membuat Rara tersenyum.
Rafa ini tega banget buat begitu Fandi,, tapi lucu juga sih,, batin Rara.
__ADS_1
"Sayang kamu percayakan pada suami kamu," ucap Rafa lagi.
"Udah nggak usah gangguin Fandi terus,, kalian cepetan yah,, aku tutup dulu telfonnya,, hati-hati kalian berdua,," ucap Rara lalu menutup panggilan telfonnya dengan Rafa,, tanpa menunggu ucapan Rafa lagi.