Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Tidak mau berharap lebih,,,


__ADS_3

"Ngapain sih mikirin Citra,, kayak nggak ada hal lain aja yang bagus dipikirkan,," ucap Fandi sambil baring ditempat tidurnya.


"Sudahlah lupakan dan fokus saja sama Delia,, aku nggak boleh sampai ketahuan kalau pacaran bohongan,, abis aku ditertawai nantinya kalau sampai ketahuan,, apalagi Citra pasti tertawa paling depan kalau dia tau aku dan Delia pacaran bohongan,, dia kan pacaran beneran dengan Chris,, aneh banget tuh cewek katanya suka sama aku tapi malah mengungkapkan perasaannya pada Chris,, berarti dia hanya bercanda saja,, malu banget gue diperlakukan seperti itu sama Citra,, nggak boleh sampai ketahuan pokoknya Fandi nggak boleh,,," ucap Fandi lagi sambil bergidik ngeri.


Fandi pun memutuskan untuk menelepon Delia.


Delia yang sedang bingung dengan apa yang dia rasakan pada Fandi langsung terkejut begitu mendengar bunyi ponselnya.


Dengan segera Delia melihat nama kontak yang menelepon dirinya. Delia tersenyum begitu melihat nama Fandi yang menelepon dirinya.


"Kak Fandi," ucap Delia sambil tersenyum lalu dengan segera mengangkat panggilan telfon dari Fandi.


"Halo kak,, ada apa?" tanya Delia langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Fandi.


"Emm nggak apa-apa,, aku cuma mau memastikan kalau kamu nggak sibuk ketika liburan,, karena kalau kamu ada kegiatan,, kamu bisa tidak ikut,, nggak apa-apa kok," ucap Fandi melalui panggilan telfon.


"Emm nggak kok,, aku nggak ada kesibukan lain kak,, aku bisa ikut,," ucap Delia cepat.


"Wah bagus dong,," ucap Fandi sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tapi kok kamu semangat banget,, kamu ingin sekali yah pergi liburan,, ayo ngaku?" ucap Fandi yang sudah menganggap Delia seperti adik sendiri.


Delia pun tersenyum begitu mendengar ucapan Fandi.


"Nggak juga sih kak,," ucap Delia.


Tapi karena ada kak Fandi,, aku jadi semangat banget,, aku juga nggak tau kenapa aku seperti ini,, batin Delia yang bingung sendiri.


"Ngaku aja deh,, nggak bagus loh bohong-bohong,," ucap Fandi lagi.


"Iya kak aku serius,, aku senang aja bisa bantu kak Fandi,, aku bisa berguna gitu,," ucap Delia lagi.


"Gitu yah,," ucap Fandi lagi.


"Iya kak,," ucap Delia.


"Kalau gitu kamu istirahat yah,," ucap Fandi lagi.


"Iya kak,," ucap Delia.

__ADS_1


"Aku tutup dulu panggilan telfonnya," ucap Fandi lagi.


"Oke kak,, kakak juga istirahat,," ucap Delia lagi.


"Iya ini udah mau istirahat setelah telfon kamu,, makasih sudah perhatian," ucap Fandi.


"Iya kak makasih kembali," ucap Delia juga.


"Aku tutup telfonnya dulu yah," ucap Fandi lagi untuk kedua kalinya.


"Iya kak," ucap Delia.


Fandi pun segera menutup panggilan telfonnya begitu mendengar ucapan Delia.


Delia benar-benar sangat bahagia setelah Fandi menelepon dirinya. Dia menjadi tambah semangat.


Astaga Delia ingat dia cuma pacar pura-pura saja,, ingat itu,, jangan berharap lebih Delia,, pokoknya jangan,, batin Delia yang merutuki dirinya sendiri.


"Lebih baik tidur," ucap Delia lagi lalu segera membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya.

__ADS_1


Sementara Ana sedang asik telfonan dengan Reno,, sekarang hubungan mereka berdua semakin dekat namun mereka berdua tetap menjadi teman,, belum ada yang memulai bicara mengenai kedekatan mereka. Mengenai perasaan mereka masing-masing.


Ana juga tidak mau berharap lebih karena kondisi dirinya sekarang ini sedang lumpuh,, dan dia juga bingung gimana perasaan dirinya kepada Reno.


__ADS_2