
Reno lagi-lagi melongo tidak percaya begitu mendengar ucapan Andre.
Sok banget nih anak emang dia sanggup menahan semuanya,, takut gue nanti Tasya jadi korban dia,, batin Reno.
"Andre kamu nggak usah ngomong seperti itu,, kamu nggak akan sanggup,, kamu kan udah biasa tuh,, mana mungkin bisa,, udahlah jangan ngomong sembarangan,, lebih baik kalian putus saja aku nggak mau Tasya jadi korban kamu,, dia ini wanita baik-baik,,, jangan kamu lakukan itu sama dia aku nggak mau nanti dia bisa-bisa gila,," ucap Reno.
"Apaan sih kamu Reno,, kamu yang sembarangan bicara tau nggak,, aku bisa menahan semuanya,, semenjak bersama dengan Tasya aku nggak pernah lagi ke club atau mencari wanita untuk bersenang-senang karena aku udah putus dengan mantanku,, aku santai aja dan fokus kerja. Fokus sama Tasya juga,, jadi semuanya itu bisa asal di usahakan,, aku nggak mau nakal lagi intinya jadi tidak usah menyuruh ku untuk putus dengan Tasya,, dan buang jauh-jauh pikiran buruk kamu itu sama aku,, karena aku nggak akan lakukan itu,, aku sangat mencintai Tasya,," ucap Andre.
Reno melihat keseriusan dalam setiap ucapan Andre.
Nih anak ternyata benar-benar sudah jatuh cinta sama Tasya,,, wahh hebat juga sepupu aku ini bisa merubah Andre,, tapi Andre juga aku benar-benar nggak nyangka kalau dia akan ada di posisi seperti ini,,, berubah seperti ini,, batin Reno.
"Itu sebabnya yah kamu nggak mau waktu aku ajak ke tempat Zahra? kamu beralasan sama aku waktu itu,," ucap Reno.
"Iya,,, aku udah nggak mau lagi ketemu dengan Zahra,, dia hanya mantan aku,, sedangkan aku sudah memiliki kekasih,, sudah pasti aku harus menjaga perasaan kekasih aku,, Zahra itu hanya masa lalu aku,, dan aku hanya bisa mendoakan dia semoga saja dia bisa berubah,,, nggak begitu terus,,," ucap Andre.
"Kamu benar-benar sudah melupakan Zahra?" tanya Reno untuk meyakinkan diri dia masih seakan tidak percaya,, temannya yang dia tau sangat mencintai Zahra itu,, bisa juga melupakan Zahra.
"Aku nggak mungkin lupakan dia kecuali amnesia baru bisa aku melupakan dia,,, hanya saja aku dan dia itu cukup di kenang saja,,, sudahlah nggak usah bahas Zahra,,, nanti pacarku ngambek karena cemburu,," ucap Andre sambil melihat Tasya.
"Ihh apaan sih aku nggak cemburuan orangnya ngapain aku cemburu sama mantanmu sedangkan aku pacar kamu sekarang,, kalau kamu mau ninggalin aku untuk balik dengan dia sih nggak apa-apa berarti kamu bukan jodoh aku,, masih ada jodoh yang lain buat aku,, aku percaya Allah sudah menyiapkan semuanya buat aku,,, percaya banget aku sama itu,," ucap Tasya.
"Ehh jangan bicara seperti itu dong sayang,, nggak mau aku ninggalin kamu,, dan kamu berjodoh dengan orang lain,, mana bisa aku lihat semua itu,," ucap Andre cepat.
Reno dan yang lainnya seakan mau muntah begitu melihat Andre yang lebay di hadapan mereka. Terutama Reno benar-benar tidak habis pikir kalau dia akan mendengarkan Andre berbicara lebay seperti itu,, dia memang juga selalu melihat Andre berbicara lebay pada Zahra hanya entah kenapa ini berbeda Reno lihat,, kalau dengan Zahra di penuhi dengan nafsu,, sedangkan dengan Tasya benar-benar tulus dia melihatnya di penuhi cinta.
__ADS_1
"Nggak usah lebay deh Andre,, nggak malu apa sama kita," ucap Reno.
"Terserah aku dong,, belum pernah sih kamu rasakan jatuh cinta bukan karena nafsu,, coba kalau kamu sudah rasakan pasti kamu akan tau kenapa aku bisa jadi seperti ini,," ucap Andre dengan bangganya.
"Oh iya gimana hubungan kamu dengan Fania?" tanya Andre.
Hmmm kenapa dia mesti menanyakan Fania sih,, aku kan kalau udah terlanjur bicara bisa-bisa ketahuan kalau aku sedang galau sekarang gara-gara Fania marahnya kelamaan,, dan kalau sampai mereka tau habislah aku di ejek,,, aku kesini kan hanya untuk menghilangkan kegalauan aku,, bukan untuk di tau kalau sedang galau,, batin Reno.
"Reno kenapa kamu diam?" tanya Andre lagi.
Ketika sedang berbicara,, pelayan Andre tiba-tiba datang membawakan minuman buat Reno yang baru datang. Setelah itu dia kembali ke dapur lagi.
Reno minum terlebih dahulu sebelum berbicara.
"Hubungan aku dengan Fania baik-baik aja,, sangat baik malahan,," ucap Reno setelah minum.
"Sembarangan banget,, wajah aku nggak kenapa-kenapa kok,, biasa aja wajah aku ini,,, aku lagi nggak ada masalah percintaan,, hubungan aku dengan Fania baik-baik saja,," ucap Reno.
"Iya sekarang ekspresi wajah kamu terlihat baik-baik saja,, tapi kita sejak tadi melihat kamu yang berjalan masuk kesini,, ekspresi wajah kamu tuh seperti orang yang lagi galau,, nggak ada semangat hidup gitu Ren,," ucap Tasya juga.
Reno tampak terkejut begitu mendengar ucapan Tasya.
Lah kok dia bisa tau,, batin Reno.
"Kita lihat melalui kaca,, kamu pasti bingung kan,, kenapa kita bisa tau,," ucap Tasya lagi sambil menunjuk kaca dan Reno mengikuti arah telunjuk Tasya.
__ADS_1
Haa pantas saja,, kok aku bisa lupakan kaca itu sih,, jadi kelihatan kan semuanya,, batin Reno.
"Jujur aja Reno,, lagi ada masalah kan kamu dengan Fania?" tanya Andre lagi.
"Kamu juga biasanya kalau ketemu aku itu,, karena mau curhat tentang Fania,, pasti begitu,," ucap Andre lagi asal.
"Hemm iya sih aku lagi ada masalah dengan Fania,, tapi aku belum putus sih untungnya," ucap Reno yang langsung mendapatkan tawa dari teman-temannya.
Tuh kan pasti mereka tertawa,, begini amat jadi cowok,, curhat dikit di tertawa in,, padahal cowok juga wajar kali,, batin Reno.
"Tasya kamu jangan ikut tertawa,,, mau kamu durhaka sama sepupu kamu sendiri,," ucap Reno begitu melihat Tasya malah ikutan tertawa dengan teman-temannya yang lain.
"Maaf Ren,, abis kamu lucu,, aku tiba-tiba bayangin wajah kasihan kamu tadi ternyata lagi galau yah,, hemm sabar yah,," ucap Tasya.
"Kamu ada masalah apa sih dengan Fania?" tanya Andre begitu selesai dengan tawanya.
"Kalian kan pasangan yang jarang banget bertengkar nya mungkin dua kali setahun kali yah kamu bertengkar,, karena Fania punya kamu yang sabar menghadapi dia,," ucap Andre lagi.
"Dan ini pasti parah nih karena aku lihat tadi wajah kamu sangat kasihan,, pasti kamu mengalah lagi kan tapi Fania masih kesal,,, iyakan?" tanya Andre lagi.
"Masalah apa yang membuat Fania begitu sama kamu,, ayo katakan,, aku penasaran banget nih,," ucap Andre lagi.
"Gimana aku mau bicara kalau sejak tadi kamu bicara terus," sewot Reno.
"Iya sorry,,, ayo cerita sekarang,,," ucap Andre lagi sambil sesekali masih tertawa mengejek Reno.
__ADS_1
"Ini semua karena Rafandra Alexander,," ucap Reno yang langsung hening seketika.