Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Terserah aku dong....


__ADS_3

"Bi mama mana?" tanya Reno pada pelayannya.


"Di dalam den,, Nyonya lagi bersama gadis cantik den,," jawab pelayan itu sambil tersenyum membuat Reno mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar gadis cantik.


Gadis cantik siapa lagi maksud bibi ini,, berarti di dalam ada tamu dong,, batin Reno.


"Gadis cantik siapa bi?" tanya Reno.


"Tidak tau juga den,, karena aku tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya,, dia baru datang di rumah ini,, tapi Nyonya sudah sangat dekat dengan dia den mereka sudah terlihat akrab sekali,, jangan-jangan wanita itu pilihan Nyonya buat aden,," ucap pelayan itu bercanda karena dia juga sudah dekat dengan Reno,, jadi bercanda seperti itu sudah biasa buat mereka.


Siapa yah? kalau Fania nggak mungkin banget secara mama kesal banget dengan Fania,, tapi wanita itu siapa dong,, batin Reno yang malah jadi penasaran tentang wanita yang di maksud pelayannya.


"Bi,, Fania bukan?" tanya Reno asal.


"Bukan den,, kan kalau Fania bibi pasti tau,," jawab pelayan Reno.


Hmmm janganlah sampai Fania,,, dia nggak cocok dengan den Reno,, lebih cocok wanita tadi dengan den Reno,, dan dia juga sangat dekat dengan mama den Reno,, batin pelayan Reno.


"Iya juga sih bi,,, pasti bibi tau kalau Fania,," ucap Reno sambil nyengir.


Tak lama mama Reno pun datang bersama Ana,,, Reno dan Ana langsung saling pandang membuat keduanya sama-sama kesal.


"Loh kok kamu bisa ada disini?" tanya Reno heran.


"Ma dia kok bisa ada disini?" tanya Reno lagi kepada Mamanya.


Issshh itu kan nih orang ngeselin banget,,, baru juga lihat aku udah nyolot banget,, batin Ana.


Sedangkan Reno tiba-tiba teringat dengan status mamanya yang belum di tau oleh Ana,, dia mendadak jadi panik,, karena jangan sampai mamanya marah-marah sama dia karena membuat Ana tau tentang rahasia mamanya yang bukanlah seorang pembantu tapi dia adalah majikan di rumah ini lebih tepatnya lagi dia adalah mamanya sendiri.


Mampus aku,, karena terlalu kaget aku sampai lupa kalau mesti pura-pura karena mama lagi menyembunyikan identitasnya pada wanita ini,,, hufft pasti aku bakalan kena marah ini,, batin Reno panik sendiri.


"Reno kenapa kamu lama sekali datangnya? padahal mama berikan kamu catatan belanjaan tidak banyak loh,, sengaja yah kamu lama-lama," omel mama Reno.


Loh kok mama biasa aja,, nggak bohong-bohong lagi,, apa wanita ini sudah tau semuanya yah tentang mama yang pura-pura jadi pembantu,, batin Reno penuh tanda tanya di otaknya.


"Ma,,,apa dia sudah tau?" tanya Reno tanpa menggubris pertanyaan mamanya sebelumnya.


"Sudah tau apa Reno?" tanya mama Reno.


"Mengenai mama yang bukan pembantu?" tanya Reno lagi.


"Iya dia sudah tau,, kenapa kamu lama sekali bawa belanjaan,, singgah dimana lagi kamu?" tanya Mama Reno karena belum mendapat jawaban dari Reno.


"Nggak singgah dimana-mana kok ma,, dan aku juga sudah usaha tadi buat cepat karena aku tau kalau mama pasti sangat membutuhkan bahan-bahan dapur itu,," jawab Reno sambil melihat kesal pada Ana dan begitu pun Ana. Dia juga kesal melihat Reno,, bagi Ana Reno itu adalah pria sombong.


"Kenapa lihat-lihat Ana,, baru sadar yah kamu kalau Ana cantik," ucap mama Reno sengaja.


"Idiihh nggak lah ma,, dia masih kalah jauh dengan pacar Reno,," ucap Reno cepat.

__ADS_1


Reno goblok banget anak ini,, astaga,, batin Mama Reno kesal.


"Pacar begitu kamu banggakan,,, katarak memang mata kamu Reno,, sekarang bawa belanjaan itu ke dapur karena kita mau masak,, nggak usah bilang-bilang mengenai pacar kamu itu yang kalah jauh dengan Ana," ucap mama Reno lagi.


"Memang kenyataan kok cantikan Fania daripada wanita ini,," gumam Reno pelan agar tidak kedengaran dengan mamanya.


"Apa Reno yang kamu katakan barusan? kalau bicara itu yang nyaring dong,, biar kita semua dengar juga,," ucap mama Reno lagi.


"Emmm nggak ada kok ma,,, nggak penting tadi yang aku ucapkan,," ucap Reno lalu segera mengambil bahan-bahan dapur yang sudah di belinya dengan ditemani Tasya.


Hemmm pasti mama sengaja mungkin menyuruh aku belanja karena ada wanita ini,, pasti mama memiliki rencana terselubung dehh,, abis simpan nih bahan dapur aku langsung kabur aja,, keluar dari rumah dulu,, nanti kalau wanita ini sudah pulang barulah aku datang kembali ke rumah,, iya gitu aja,, ide yang sangat bagus Reno,, batin Reno.


"Benar nggak ada?" tanya Mama Reno lagi.


"Iya nggak ada ma,," ucap Reno sambil berjalan masuk menuju dapur di ikuti dengan mama Reno dan juga Ana sedangkan pelayan lain sebagian sudah berada di dapur.


"Ma kok bisa langsung habis semuanya karena seingat aku masih banyak deh bahan-bahan dapur ma?" tanya Reno sambil berjalan.


"Yah mama nggak tau juga yang jelasnya itu sudah habis makanya mama menyuruh kamu belanja bahan-bahan dapur tapi kamu lama banget,, kita sudah mau mati saja disini menunggu kamu,," ucap mama Reno.


"Perasaan Reno nggak lama kok ma,," ucap Reno lagi membela diri.


"Perasaan kamu,, tapi perasaan kita kamu itu sangat lama,," ucap mama Reno lagi.


"Iyakan Ana?" tanya mama Reno kepada Ana yang sejak tadi hanya diam semenjak ada Reno.


"Iya tante lama banget,, mungkin di Korea dia belanjanya,," ucap Ana.


"Emang,, masalah gitu buat kamu," ucap Ana yang mulai nyolot juga.


Hmmm nggak apa-apa lah berantem dulu,, siapa tau nanti lama-lama bisa jadi cinta,,, biasanya yang benci-benci dulu itu bagus jadiannya nanti,, kalau mereka sudah saling suka,, batin Mama Reno.


"Iyalah masalah buat aku,, gimana kalau mama aku percaya dan malah memarahi aku,," ucap Reno.


"Yah bagus dong,, lagian memangnya kamu pikir tante akan percaya gitu,, mikir dong,," ucap Ana.


"Idiihh jadi cewek kok nyolot amat sih,, di rumah aku lagi,,, mentang-mentang kamu dekat sama mama aku,," ucap Reno.


"Karena kamu duluan yang mancing sehingga aku nyolot begini,, nggak sadar yah?" ucap Ana kesal.


"Nggak tuh,, perasaan aku nggak pernah mancing orang,, kamu nya aja yang nggak baik,, suka marah-marah,, aku heran sama mama kok bisa yah dia suka sama kamu yah wanita nyolot,," ucap Reno.


Hemm nih anak ingin sekali ku tarik telinga dia,, bisa-bisanya dia berbicara seperti itu pada Ana,, awas kamu yah Reno kalau sampai Ana memutuskan untuk pulang dan tidak jadi masak bareng mama,,, batin Mama Reno sambil melihat Reno kesal.


"Iddiihh marah-marah nggak salah tuh,,, sementara kamu yah yang marah-marah dasar cowok aneh,," ucap Ana tak mau kalah.


"Jangan suka ribut-ribut nanti kalian saling suka lagi,," ucap mama Reno.


Dan aku yang paling bahagia kalau kalian saling suka,, batin Mama Reno.

__ADS_1


"Nggak mungkin," jawab Ana dan Reno bersamaan.


"Aduh tuh kan kompak banget kalian," ucap mama Reno.


"Udah ma itu hanya kebetulan saja,, jangan gangguin kita lagi,, dan mikir macam-macam karena aku nggak mungkin suka sama dia,,, aku sudah punya pacar,," ucap Reno.


"Hemm apalagi aku tante,, aku nggak mungkin suka sama dia tante walaupun aku jomblo,, tapi seleraku bukan dia tante,,, kalau tante sih memang baik,,, sedangkan dia issshh ngeselin banget jadi dia bukan seleraku banget,," ucap Ana.


"Terserah deh yah apa kata kamu nggak mempengaruhi aku juga,," ucap Reno sambil menyimpan bahan-bahan yang sudah di belinya.


"Udah kan ma? aku mau keluar lagi malas di rumah lama-lama kalau ada dia,," ucap Reno sambil menunjuk Ana dan menatap Ana.


"Hemm bagus dong,, pergi sana kamu jauh-jauh dasar ngeselin," ucap Ana.


"Jangan dong,,, Reno kamu nggak boleh kemana-mana,, kamu disini aja,, temani kita masak,, siapa tau ada lagi yang mama butuhkan,, mama bisa menyuruh kamu,, nggak perlu lagi menelepon kamu,," ucap Mama Reno yang membuat Ana dan Reno membulatkan kedua mata mereka begitu mendengar ucapan Mama Reno.


"Tapi tante,, ada aku kok biarkan saja dia pergi Tante,, aku bisa tante suruh kok,," ucap Ana.


"Nah benar itu ma,,, mama dengar sendiri kan ada dia jadi mama suruh saja dia,, aku mau pergi,, aku nggak bisa disini lama-lama,, aku nggak betah,," ucap Reno cepat.


"Nggak boleh masa Ana yang mama akan suruh,,, dia kan mau bantuin mama,, jadi kamu disini saja Reno duduk diam,, liatin kita masak,,, nggak usah ada bantahan," ucap mama Reno.


"Tapi tante nggak apa-apa kok," ucap Ana.


"Jangan sayang biar Reno saja,, jadi Reno harus disini saja," ucap mama Reno lagi.


"Dia mau bantuin mama masak?" tanya Reno sambil melihat meledek pada Ana.


"Iya,, kenapa memangnya?" tanya Ana langsung karena kesal dengan tatapan meledek Reno.


"Yee aku tanya mama aku kok kenapa kamu yang jawab,, sengaja banget yah kamu,," ucap Reno.


"Sengaja apanya? nggak jelas banget kamu,," ucap Ana kesal.


"Sengaja mau mencari perhatian aku,, udah deh percuma aku nggak bakalan perhatian sama kamu,," ucap Reno dengan kepedean nya.


Ana langsung tertawa begitu mendengar ucapan kepedean dari Reno. Sedangkan para pelayan hanya senyum-senyum sambil heran melihat pertengkaran Reno dan Ana.


"Buat apa aku mencari perhatian kamu,, isshhh nggak ada untungnya buat aku,, dasar cowok kepedean,,," ucap Ana.


"Sudah,, ayo kita masak Ana sayang,,, biarin Reno berkotek-kotek disitu nggak di perduli kan dan Reno jangan coba-coba pergi kamu disitu saja,,, awas yah kalau kamu berani pergi maka habislah kamu,," ancam mama Reno yang membuat Reno bergidik ngeri.


"Ma ralat yah,, aku manusia loh bukan ayam masa berkotek-kotek,," ucap Reno.


"Terserah mama dong,, kamu kan ribut seperti ayam yang sedang ber kotek,," ucap mama Reno yang membuat Ana langsung menertawai Reno.


"Nggak usah tertawa,," ucap Reno pada Ana.


"Terserah aku dong,, hak aku kali kalau mau tertawa,," ucap Ana.

__ADS_1


Ketika Reno ingin berbicara lagi,, tiba-tiba ponselnya berdering lagi.


__ADS_2