
Rara semoga kamu baik-baik aja,, aku segera datang,, lampu merah ini lama banget,, batin Fandi kesal karena disaat dirinya sedang buru-buru untuk menemui Rara,, ada saja yang menghalang padahal saat ini Fandi benar-benar sangat khawatir mengenai kondisi Rara.
Sementara Rara masih saja pusing dan juga muntah-muntah membuat Rafa benar-benar semakin khawatir.
Fandi kemana sih? lama banget,, batin Rafa.
Sementara Citra dan Ana...
"Cit,, iler kamu tuh jatuh,," ucap Ana sambil menahan tawanya.
Citra dengan segera memeriksanya lalu segera melihat kepada Ana dengan tatapan mata kesal.
"Apaan sih Ana,, nggak ada tau,, aku pikir beneran,," ucap Citra yang akan sangat merasa malu jika itu benar-benar terjadi.
Ana pun langsung tertawa.
"Iya emang nggak ada,, lagian yah kalau memang beneran ada,, aku pasti mengambil gambar dulu sebelum memberitahukannya padamu," ucap Ana sambil nyengir melihat Citra.
"Nggak boleh gitu Ana," ucap Citra.
__ADS_1
"Kamu ganggu aja tau,, aku sedang melihat ke samping juga,," ucap Citra lalu kembali melihat ke arah Fandi namun Fandi sudah melaju dengan cepat begitu lampu hijau.
Ana pun langsung menertawai Citra.
"Kamu suka yah sama kak Fandi? ayo jujur Cit,, nggak usah malu-malu padaku,, siapa tau aja kan dia jodoh kamu Citra,, kan jodoh nggak ada yang tau,, kak Fandi dan Delia terlihat seperti bukan orang berpacaran loh,, kalau menurut penglihatan aku begitu tapi nggak tau juga kalau orang lain,, ucap Ana sambil melihat Citra.
"Apaan sih Ana,, aku nggak suka,, aku hanya mau melihat ke samping bukan melihat Fandi, lagian terserah mereka mau terlihat seperti apa,," ucap Citra.
"Ehh,, tapi Fandi buru-buru banget,, jangan-jangan Rara parah lagi sakitnya," ucap Citra yang menjadi sangat khawatir pada Rara.
"Semoga saja nggak,," ucap Ana.
"Pak,, lebih cepat lagi,, aku ingin segera sampai ke rumah kak Rafa,,," ucap Ana.
"Cit,, beneran kamu nggak suka pada kak Fandi? dia itu tipe kamu banget loh Cit,," ucap Ana sambil melihat Citra.
"Idiihh nggak kok,, dia tipe aku sebagain tapi sebagiannya lagi tidak, apalagi cara dia memperlakukan wanita,, aku sangat tidak suka," ucap Citra sambil mengingat Fandi yang selalu berbicara seenaknya pada dirinya.
"Itu pasti karena dia kesal aja Citra,, kak Fandi itu baik loh,, dan wanita yang bersama kak Fandi benar-benar sangat beruntung," ucap Ana lagi.
__ADS_1
Dan wanitanya itu sudah pasti bukan aku tapi Delia,, bagaimana mungkin aku masih menyukai pacar orang lain,, aku nggak mungkin jujur padamu Ana,, batin Citra.
#############
Fandi akhirnya sampai ke rumah Rafa,, dengan segera Fandi memarkirkan motornya,, Fandi melihat mobil Aldi ada di rumah Rafa juga.
Fandi dengan segera berlari masuk ke rumah Rafa.
"Rara,," ucap Fandi sambil menuju kepada Rara.
"Rafa,, ayo kita bawa Rara ke rumah sakit,," ucap Fandi begitu berada di dekat Rafa sambil melihat Rara yang tampak pusat.
Kekhawatiran Fandi semakin menjadi.
"Fandi,, Aldi kalian sudah tau kan apa yang kalian perlu lakukan?" ucap Rafa.
"Iya,, sudah tau,, ketika di lampu merah tadi aku sudah menyuruh anak buah ku untuk berjaga-jaga,, ayo bawa Rara," ucap Fandi lagi.
Begitu sampai di luar pandangan mata Fandi dan Citra bertemu.
__ADS_1
Citra bisa melihat kekhawatiran Fandi untuk Rara. Fandi sama sekali tak menghiraukan Citra dan segera melewati Citra.
#############