Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Ada yang menolong


__ADS_3

Rara yang lagi di tengah-tengah kebingungannya tetap melanjutkan kerjanya sambil menunggu Rafa menghubunginya.


"Aku sudah makan sayang barusan selesai" Jawab Gracia.


"Kamu sendiri?" Tanya Gracia kepada Rafa.


"Sudah juga barusan sayang" Jawab Rafa.


"Loe bisa kerja nggak sih, kerja nggak becus banget" Omel Zahra kepada pembantu yang masih di dengar oleh Rafa dan Rafa merasa tidak asing dengan suara itu.


Gracia langsung berjalan menuju kamar Zahra dan membiarkan Zahra memarahi pembantunya tanpa di dengar oleh Rafa.


"Sayang itu tadi suara siapa?" Tanya Rafa penasaran.


"Bukan suara siapa-siapa kok sayang hanya suara televisi ajah" Jawab Gracia.


Oh jadi suara televisi tapi kok seperti suara Zahra yah batin Rafa.


Zahra yang sudah selesai memarahi pembantunya langsung menuju ke kamarnya lagi dan melihat Gracia yang sedang telfonan. Zahra pun hanya diam karena sudah di suruh diam oleh Gracia.


"Sayang kamu besok ada waktu nggak?" Tanya Gracia dengan manjanya.


Rafa pun tampak berpikir.


"Ada kok, memangnya kenapa sayang?" Tanya Rafa.


"Kita keluar jalan-jalan dong kan udah lama kita nggak jalan berdua" Ucap Gracia.


"Boleh asal kamu senang" Ucap Rafa.


"Jadi jam berapa sayang kita jalan besok?" Tanya Gracia.


"Kamu maunya jam berapa?" Tanya Rafa balik.


"Aku sih terserah kamu ajah sayang" Jawab Gracia.


Rara yang mencoba menelepon Rafa lagi hanya merasakan kecewa karena ponsel Rafa memang sudah aktif namun sekarang sedang sibuk yang berarti Rafa sedang telfonan dengan orang lain, dan Rara menduga pasti Rafa telfonan dengan Gracia, Rara pun tak menelepon Rafa lagi setelah berkali-kali dia telfon namun tetap sibuk.


"Oke besok nanti aku kabari kamu yah" Ucap Rafa sambil tersenyum walaupun tak di lihat oleh Gracia.


"Oke sayang, aku tutup telfonnya dulu yah, aku mau tidur nih udah mengantuk" Ucap Gracia.


"Oke kamu tidurlah" Ucap Rafa.


Gracia pun mematikan panggilan telfonnya.


"Mau jalan loe besok, kenalin ke gue dong cowok loe" Ucap Zahra.


"Nanti ajah gue kenalin ke loe kalau udah waktu yang tepat, gue kan mau deketin loe dengan temannya dia supaya kalau loe nggak bisa dapatin yang loe lagi kejar sekarang, loe bisa sama temannya dia yang kaya raya juga walaupun sangat susah sih tapi apa salahnya di coba dulu" Ucap Gracia.

__ADS_1


"Serius loe" Ucap Zahra dengan mata berbinar.


"Iya serius gue" Bohong Gracia karena dia belum berpikiran sampai disitu.


"Okelah" Ucap Zahra dengan perasaan senangnya.


"Lebih baik loe pikirkan juga cara lain buat cewek yang loe jengkel itu, siapa sih namanya?" Tanya Gracia.


"Namanya Rara" Jawab Zahra.


"Oh Rara" Ucap Gracia.


Tiba-tiba ponsel Zahra berdering dia melihat ternyata cowoknya yang menelepon dirinya, Zahra dengan malas mengangkat panggilan telfon dari Andre.


"Halo, kenapa?" Tanya Zahra langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Andre.


"Aku kangen sama kamu sayang, kita ketemuan yuk sekarang" Ucap Andre.


"Aku lagi malas nih" Ucap Zahra.


"Aku jemput deh" Ucap Andre lagi.


"Aku lagi malas dan sekarang juga lagi ada sepupu aku nginap disini di rumah aku" Ucap Zahra.


"Udah dulu yah sayang, bye" Ucap Zahra lagi lalu mematikan panggilan telfonnya.


"Siapa?" Tanya Gracia kepada Zahra dengan wajah penasarannya.


"Oh kenapa dia nelfon loe?" Tanya Gracia.


"Dia ngajakin gue ketemuan dan gue lagi malas banget palingan juga dia ada maunya" Ucap Zahra yang sudah tahu betul dengan kelakuan pacarnya itu.


"Ketemuan ajah sama pacar loe, gue juga mau keluar nih ketemu sama pacar gue" Ucap Gracia.


Zahra mengernyitkan keningnya bingung mendengar ucapan Gracia.


"Bukannya gue dengar tadi loe janjiannya besok, kok jadi sekarang" Ucap Zahra.


"Sama pacar gue yang lain dong, iya kali Gracia harus punya satu cowok doang" Ucap Gracia dengan bangganya.


"Ya ampun gue pikir loe udah berubah, loe nggak takut ketahuan apa sama pacar loe yang kaya raya itu, kan kalau ketahuan loe nggak bakalan pacaran lagi dengan dia" Ucap Zahra.


"Nggak bakalan ketahuan kali gue bukan Gracia yang bodoh, udah loe iyain ajah ketemuan bareng cowok loe biar kita pergi bareng" Ucap Gracia.


"Emang dia mau ketemuan dimana sih?" Tanya Gracia lagi.


"Palingan juga di club" Jawab Zahra.


"Pas banget tuh, ayo kita ke club ajah" Ucap Gracia dengan semangatnya.

__ADS_1


"Loe yakin?" Tanya Zahra.


"Yakin dong gue" Jawab Gracia.


"Oke deh gue kabari Andre dulu, loe yang nyetir yah" Ucap Zahra.


"Iya gue yang nyetir, gue siap-siap duluan yah" Ucap Gracia dengan semangatnya.


Setelah Zahra memberitahukan kepada Andre dia pun segera berganti pakaian juga dan tiba-tiba dia teringat dengan Fania.


"Gue ajak Fania juga, bolehkan?" Tanya Zahra kepada Gracia yang sedang berada di depan cermin sambil berdandan.


"Boleh dong, rame tambah bagus, dia punya cowok?" Tanya Gracia.


"Iya dia punya cowok dan cowoknya itu kenal sama cowok gue juga" Jawab Zahra.


"Oke deh bagus lagi tuh, ajak juga dengan teman loe kalau gitu" Ucap Gracia.


Zahra pun menelepon Fania. Fania langsung mengangkat panggilan telfon dari Zahra begitu dia mendengar ponselnya berdering.


"Kenapa Zahra?" Tanya Fania langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Zahra.


"Ini kita mau ke club, loe mau ikut nggak?" Tanya Zahra balik.


"Kapan?" Tanya Fania.


"Sekarang dong Fania, mau ikut atau nggak?" Tanya Zahra lagi.


"Mau dong, bareng Gracia?" Tanya Fania.


"Iya" Jawab Zahra.


"Oke loe ke rumah jemput gue yah, gue lagi malas nyetir nih, oke?" Ucap Fania.


"Oke deh, loe dandan sekarang gue malas yah kalau mesti nunggu loe dandan" Ucap Zahra.


"Iya gue dandan sekarang, tapi gue mau ngabarin cowok gue dulu dong, loe pasti mau ketemu dengan Andre kan disana?" Tanya Fania lagi.


"Iya tadi dia yang ngajakin gue" Jawab Zahra.


"Oke deh gue tutup telfonnya" Ucap Fania kemudian mematikan panggilan telfon dari Zahra.


Fania pun mengabari kekasihnya terlebih dahulu.


Rafa yang selesai telfonan dengan Gracia tidak menelepon Rara sama sekali, dia sedang sibuk mencarikan rumah untuk Rara yang lebih dekat lagi dengan tempat kerja Rara karena dia berniat ingin tinggal berpisah dari Rara.


Rara yang sudah selesai bekerja memutuskan untuk berjalan kaki saja untuk pulang ke rumahnya yang memang tidak terlalu jauh tapi memakan waktu juga apabila berjalan kaki. Rara mau menelepon Rafa namun ponselnya sudah kehabisan baterai dan Rara juga pikir pasti Rafa tidak akan mengangkat panggilan telfon dari dirinya atau bahkan mungkin sekarang Rafa masih telfonan dengan Gracia.


Terlihat jelas Rara ketakutan untuk berjalan kaki namun mau bagaimana lagi Rara tetap mencoba untuk berani berjalan kaki sendiri.

__ADS_1


Sebenarnya banyak yang menawarkan untuk mengantar Rara namun dia merasa tidak enak dan juga kebanyakan cowok yang mau mengantarnya lebih tak enak hatilah dia karena dia sudah bersuami juga dan tidak mau merepotkan.


Di saat Rara sedang berjalan, tiba-tiba ada mobil yang mau menabraknya dengan sengaja namun beruntung ada yang menolong Rara di waktu yang tepat.


__ADS_2