
"Itu sih masalah gampang kalau urusin Zahra, tunggu ajah malam ini loe pasti senang lihat pemberitaaan malam ini," ucap Fandi sambil tersenyum sinis karena mengingat apa yang akan di lakukan kepada Zahra.
"Okelah gue percaya dengan kerjaan loe," ucap Rafa.
"Setelah loe urusin si Zahra itu, loe kesini yah, kita makan malam bareng, sekarang Rara masih masak dengan mama, loe kesini juga kita ngumpul," ajak Rafa.
"Okelah dengan senang hati gue datang, kebetulan lagi pengen juga makan masakan Rara gue," ucap Fandi lagi.
"Ehem itu bibir di jaga yah," ucap Rafa.
"Yee loe lupa yah, Rara itu suka masakin gue kali waktu itu sebelum loe jadi suami dia gimana sih, kan gue yang duluan dekat dengan Rara," ucap Fandi.
"Iya deh lupa gue yang pada intinya gue yang jadi suaminya sekarang jadi bibir harus di jaga," ucap Rafa lagi.
"Iya ribut banget loh," ucap Fandi gemas.
"Ehh tapi siapa yang jagain Aldi nih sekarang?" tanya Rafa yang teringat dengan sepupunya itu, karena Rafa tahu sudah pasti Fandi tidak berada di rumah sakit sekarang hanya untuk mencari tahu pelaku yang menjelek-jelekan istrinya.
"Lupa yah loe, kan disana ada Ana dan juga Citra jadi mereka yang jagain, dan juga banyak pengawal kok disana jadi aman," ucap Fandi.
Mereka memang menyiapkan juga penjagaan buat Aldi karena tidak mau kalau sampai Aldi di celakai juga. Berjaga-jaga tidak ada salahnya menurut Fandi dan juga Rafa.
"Oh oke bagus deh, gue emang lupa karena otak gue isinya Rara doang," ucap Rafa.
"Haduhh lebay loe, lebay tahu nggak hargai gue yang jomblo ini," ucap Fandi.
"Berapa sih harga loe?" tanya Rafa sambil menahan tawanya.
"Astaga loe berdosa banget Rafa," jawab Fandi.
__ADS_1
"Nggak kok, gue beneran nanya loh, kan loe bilang hargai loe yang jomblo, makanya gue nanya," ucap Rafa lalu tertawa karena tidak bisa menahan tawanya lagi.
"Nggak jadi nggak usah hargai gue," ucap Fandi.
"Oke, kalau gitu gue tutup dulu yah telfonnya, bye jomblo," ucap Rafa lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Fandi tanpa mendengar lagi ucapan dari Fandi.
Benar-benar yah tuh si Rafa tega banget hina gue yang jomblo ini, nggak tahu apa kalau gue jomblo karena gue udah ngalah demi dia untuk menikahi Rara, padahal dulu aku bisa saja mengikuti kemauan paman buat di jodohkan dengan Rara tapi karena aku melihat Zahra bukan wanita yang cocok untuk bersama dia, aku jadi ngalah, ehh tapi pas aku ngalah dia menghina aku, ngenes banget sih nasib aku, tapi bukan salah Rafa juga sih kan dia nggak tahu tentang perasaan aku yang sebenarnya, batin Fandi.
Itulah kenyataan sebenarnya Fandi hampir menikah dengan Rara tapi karena Fandi bersikeras agar Rafa saja yang menikah dengan Rara mengesampingkan perasaannya sendiri untuk Rara demi Rafa agar tidak salah pilih wanita, jadilah ayah Rafa memaksa Rafa menikah dengan Rara.
Ayah Rafa tidak masalah siapa saja yang akan menikah dengan Rara, baik itu Fandi maupun Rafa karena Fandi sudah dia anggap anak sendiri juga, dan ayah Rafa tahu kedua anak itu memiliki sifat yang baik, mereka bisa menjaga Rara tapi pada awalnya ayah Rafa lebih mau jika Fandi yang menikah dengan Rara karena Rara dan Fandi sudah sangat dekat tapi Fandi menginginkan lain. Ayah Rafa merasa sangat berhutang budi kepada ayah Rara jadilah dia ingin menjaga anak dari orang yang telah menyelamatkan nyawanya waktu itu. Terlebih lagi Rara anaknya baik.
########
Rafa segera berjalan untuk menemui istrinya tapi langkahnya terhenti begitu melihat ayahnya yang baru pulang.
"Kan di rumah ada anak dan menantu ayah jadi ayah harus cepat pulang dong dan lagi nggak terlalu sibuk juga di kantor," jawab Ayah Rafa.
"Mana menantuku?" tanya ayah Rafa sambil melihat-lihat di sekeliling.
"Lagi di dapur dengan mama, mereka lagi masak buat makan malam, menantu ayah itu menantu idaman banget kan," ucap Rafa dengan bangganya.
"Iyalah menantu idaman kan ayah yang pilih, nggak salah pilihkan ayah, nggak sama kayak pilihanmu itu," ledek ayah Rafa.
"Haduh nggak usah bahas itu deh ayah, iya itu menantu pilihan ayah, ayah emang nggak salah pilih, bahagia aku bersama dia mahh, di urus baik-baik, di sayang, hemm pokoknya ayah memang yang terbaik dalam memilihkan aku pasangan," ucap Rafa lagi.
"Akhirnya kamu akui juga, hampir saja kamu rugi nak kalau nggak nikah sama dia waktu itu" ucap ayah Rafa.
"Iya ayah, untung ayah paksa yah waktu itu kalau nggak aku sama saja telah membuang berlian," ucap Rafa.
__ADS_1
"Lah memang iya," ucap ayah Rafa.
"Ayah mau ke kamar dulu mau mandi, jaga baik-baik tuh istrimu jangan sampai di ambil orang atau di celakai orang, karena tidak akan ada Rara kedua," ucap ayah Rafa lagi.
"Iya itu sudah pasti ayah," ucap Rafa.
"Bagus nak," ucap ayah Rafa lalu segera berjalan menuju kamarnya untuk segera mandi dan kembali berkumpul bersama keluarganya sedangkan Rafa segera ke dapur untuk melihat istri dan mamanya.
"Harum banget sayang masakanmu," ucap Rafa sambil memeluk Rara dari belakang dan memberikan kecupan di pipi istrinya, Rara tentu saja terkejut dengan kedatangan Rafa.
Sedangkan pelayan hanya senyum-senyum sambil menundukan kepala mereka melihat kemesraan itu.
"Hemm si modus Rafa datang, itu yang harum masakan atau istrimu?" kata mama Rafa sambil mencebikan bibirnya.
"Dua-duanya ma," ucap Rafa sambil nyengir dan masih memeluk istrinya.
"Hemm dasar pengantin lama rasa pengantin baru," ledek mama Rafa yang membuat Rara hanya tersenyum sambil menahan malu, dia tidak habis pikir dengan kelakuan Rafa yang tidak malu sama sekali sedangkan Rara langsung ingin menghilang dari tempat itu.
"Sayang ihh masa kamu peluk-peluk, disini banyak orang jangan peluk-peluk, aku juga lagi masak ini," ucap Rara pelan.
"Kan kangen sayang makanya peluk-peluk, kamu mahh maunya di kamar, yah disini juga nggak ada yang larang kok kalau aku peluk-peluk lagian ini supaya kamu semakin semangat masaknya sayang," ucap Rafa dengan entengnya.
"Astaga," ucap Rara langsung yang membuat orang yang berada disitu langsung tertawa seketika termasuk Rafa.
"Menantuku nggak usah malu-malu gitu, lagian benar yang di bilang suami kamu kalau lagi masak terus ada suami yang mesra-mesraan sama kita jadi tambah semangat," ucap mama Rafa.
Ya ampun mama sama anak sama ajah, kenapa aku di gangguin terus kan malu sama yang lain batin Rara.
Sementara di tempat lain Zahra sedang shock setelah melihat videonya yang beredar di media sosial bersama preman bayarannya waktu itu.
__ADS_1