Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Segera sadar...


__ADS_3

Istriku bisa-bisanya kamu langsung pergi ke pantai tanpa izin denganku dulu,, aku yakin banget nih dia lebih memilih menulis di kertas karena kalau izin langsung aku pasti nggak mengizinkan dia,, padahal aku hanya nggak mau terjadi sesuatu sama kamu,, tapi dia mana mungkin mengerti dengan orang jahat yang bisa datang kapan saja,, dia masih sangat polos,, dia selalu menganggap itu adalah hal yang tidak mungkin,, padahal disekitar dia bisa saja ada yang berniat jahat kalau dia keluar seperti ini,, batin Rafa yang mencemaskan istrinya begitu tau ada yang berniat jahat di waktu liburan mereka..


Sementara Gracia masih ada di sekitaran Pantai untuk mengetahui kondisi Rara. Gracia masih berharap Rara nggak akan tertolong.


"Rafa nggak usah terlalu panik,, aku yakin Rara baik-baik aja kok,, kan mereka perginya rame-rame,, mereka mungkin jenuh di dalam kamar hotel tanpa ngapa-ngapain,, tau sendiri kan wanita itu apa,, cepat bosan,," ucap Aldi mencoba menenangkan Rafa..


"Iya sih aku tau,, tapi perasaan aku nggak enak,," ucap Rafa lagi.


"Mungkin karena Rara sedang tidak bersama kamu sekarang,, makanya perasaan kamu nggak enak,, udah santai aja Rafa,, jangan buat orang disekitar menjadi curiga,, mungkin saja kan kita sedang diintai sekarang,, kita harus menangkap basah pelaku itu,, jadi tetaplah terlihat biasa saja,, supaya dia tidak menyadari bahwa rencananya sudah diketahui oleh kita,," bisik Aldi kepada Rafa.


Rafa pun menganggukan kepalanya.


Chris masih tidak curiga apapun,, dia masih mengira bahwa rencana Gracia masih aman-aman saja,, bahwa Rafa dan yang lainnya tidak curiga mengenai rencana Gracia...

__ADS_1


Sedangkan Zahra masih terus menunggu kabar mengenai keberhasilan rencana orang yang sedang menyandera nya,, karena keberhasilan orang itu menjadi kabar bahagia juga untuk dirinya..


"Hei,, sudah ada kabar dari bos kamu? gimana rencana dia,, berjalan lancar nggak?" tanya Zahra kepada anak buah Gracia.


Anak buah Gracia pun menggelengkan kepalanya.


"Belum ada kabar,, jadi kamu tunggu saja dulu,," ucap anak buah Gracia.


"Hmmm aku pikir udah ada,, aku benar-benar nggak sabar akan keberhasilan rencana dia," ucap Zahra lagi.


"Hmmm baiklah," ucap Zahra lagi lalu kembali duduk santai.


##############

__ADS_1


"Mereka dimana yah?" ucap Rafa sambil melihat ke sekeliling pantai.


Begitu pun dengan yang lainnya mereka ikut melihat ke sekeliling pantai.


"Mereka nggak terlihat sama sekali,, padahal mereka banyak loh,, massa kita nggak bisa melihat salah satu dari mereka," ucap Aldi juga.


Sementara Gracia semakin kesal begitu melihat Rafa dan yang lainnya.


Mereka pasti sedang mencari Rara,, akhhh sialan,, batin Gracia yang memilih pergi dari pantai itu untuk mencari aman.


"Ada apa disana? kok rame banget yah," ucap Fandi sambil melihat orang yang sedang berkumpul.


"Emmm iya yah, ayo kita kesana,, mungkin saja mereka ada disana,," ucap Rafa lagi.

__ADS_1


Mereka pun dengan segera berjalan menuju ke tempat ramai yang mereka lihat tanpa kepikiran sedikit pun bahwa di tempat itu ada Rara yang sedang tidak sadarkan diri. Rara masih berusaha diselamatkan.


Rafa langsung shock seketika begitu mendengar suara Ana yang sedang menangis berharap Rara agar segera sadar.


__ADS_2