
Semua mata pun langsung tertuju pada Citra begitu mendengar ucapan Citra.
Tasya pun langsung melongo melihat baju itu dan langsung membayangkan apabila itu dipakai di hadapan Fandi.
Sedangkan Ana langsung nyengir begitu mendengar ucapan konyol Citra.
Citra ini ada-ada saja, ehh tapi gimana yah ekspresi kak Fandi kalau melihat Delia memakai baju itu,,, lagian kan nggak apa-apa sebenarnya karena ini di pantai jadi wajar saja memakai baju itu,, akhh aku benar-benar penasaran,, kak Fandi yang sangat polos itu,, akan bereaksi seperti apa yah? batin Ana yang menjadi sangat penasaran.
"Cit,, jangan aneh-aneh deh,, kasian tau Delia kamu suruh dia memakai pakaian seperti itu," ucap Rara sambil melihat Citra yang tampak nyengir..
"Nggak apa-apa kali,, kan memakai pakaian seperti ini pada tempatnya,, lagian aku,, dan Tasya juga akan pakai seperti ini kok,, kita mau pergi menghitamkan kulit dulu," ucap Citra lagi sambil tersenyum.
"Ehh kok aku juga sih?" ucap Tasya.
__ADS_1
"Iya dong,, kamu juga harus sama,, lagian jangan bohong deh,, pasti di koper kamu ada pakaian yang seperti ini kan,, pasti kamu sudah tau kalau kita akan ke pantai dan sudah menyiapkan semuanya," ucap Citra lagi sambil mengedip-ngedipkan matanya melihat Tasya.
Ana terlihat langsung murung begitu mendengar ucapan Citra,, karena mereka akan bersenang-senang di pinggir pantai tidak seperti dirinya yang berada di kursi roda.
Dan itu tidak luput dari pandangan mata Rara,, Rara langsung mengerti dengan perasaan Ana begitu dia melihat ekspresi wajah Ana yang terlihat sedih.
"Ana jangan sedih yah,, kamu juga ikut kok,, tenang saja ada aku yang menjaga kamu,, dan kamu akan menikmati liburan ini,, walaupun kamu seperti ini,, jadi jangan sedih yah," ucap Rafa yang langsung membuat semua mata tertuju pada Ana..
Citra pun menyadari dirinya terlalu bahagia hingga lupa ada Ana yang sedang duduk di kursi roda sekarang.
Ana pun tersenyum begitu tau banyak yang menyayangi dirinya dan mengerti dirinya..
"Nggak usah minta maaf Cit,, kalian ke pantai ajah biar aku disini,, aku nggak mungkin ke pantai dengan keadaan seperti ini,, aku pasti akan terlihat aneh dimata orang-orang,, dan kalian juga pasti akan sibuk sama aku,, jadi aku disini saja nungguin kalian balik," ucap Ana lagi sambil tersenyum berusaha menutupi kesedihannya.
__ADS_1
"Eitss nggak boleh,, Ana harus ikut,, nggak boleh disini dan tidak usah terlalu banyak pikiran yah,, dan merasa nggak enak,, kita semua sayang sama kamu,," ucap Rara sambil tersenyum pada Ana.
"Iya benar kata kak Rara," ucap Tasya juga sambil tersenyum.
"Iya Ana, aku juga akan menjaga kamu,, dan itu tidak berat sama sekali dan tidak menggangu juga," ucap Delia sambil tersenyum juga.
"Makasih yah,, kalian semua baik banget, aku senang bisa kenal kalian semua," ucap Ana.
"Iya,, jadi sekarang ayo kita gantian,, kan hotel kita dekat dengan pantai," ucap Citra lagi.
"Ra,, aku tau apa yang kamu pikirkan,, kita bisa menutupi badan kita pakai kain ketika sedang menuju ke pinggir pantai,, nanti di pinggir pantai baru dehh kita perlihatkan pesona kita," ucap Citra lalu tertawa.
Rara hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Citra.
__ADS_1
Jadilah mereka gantian,, hanya Ana dan Rara saja yang memakai baju tidak terbuka.
Sementara Rafa,, Fandi dan Aldi sedang berbicara dan belum tau bahwa wanita-wanita mereka sedang ingin jalan-jalan ke pinggir pantai.