
Rara pun tersenyum begitu mendengar ucapan Rafa.
"Iya, itu tadi yang aku pikirkan juga," ucap Rara.
"Itulah kita jodoh karena kita sepemikiran," ucap Rafa.
"Hmmm dasar,, kamu lanjut kerja lagi deh,, aku mau ke kantor kamu sekarang," ucap Rara
"Baiklah sayang,, hati-hati yah,, kalian diantar aja dengan sopir,, jangan bersama Citra,, pokoknya harus dengan sopir," ucap Rafa.
"Iya," ucap Rara.
"Kok iya aja sih,, nggak ada tambahan kah?" ucap Rafa.
"Iya suamiku yang bawel," ucap Rara sambil tersenyum.
"Bawel begini kan tapi kamu cinta juga,,, yang kamu tangisi ketika jalan dengan wanita lain,," ucap Rafa dengan bangganya begitu dia mengingat sewaktu dia pura-pura dekat lagi dengan Gracia,, bagaimana Rara selalu menangis dan sebenarnya Rafa tau hanya saja dia belum bisa jujur pada Rara,, dulu dia sangat sedih melihat Rara yang menangis dan dia juga sangat tidak tega,, tapi sekarang dia bisa memakai kenyataan itu untuk menggoda istrinya.
"Isshh apaan sih,, kamu sengaja kan bahas itu," rengek manja Rara.
"Aku rindu kamu,, cepetan dong kamu datang,, coba aja kalau kamu merengek manja di depan aku pasti langsung aku...," ucap Rafa yang langsung di potong oleh Rara cepat.
"Udah ihh,, pasti kamu mau bilang sembarangan lagi deh,, iyakan?" ucap Rara.
Hemm sweet banget mereka,,, Rara lupa yah ada orang jomblo di sampingnya,, nggak enak banget disaat jomblo dengar orang uwu-uwuan,, berasa pengen uwu-uwuan juga tapi kagak punya,, batin Citra ngenes.
"Iya nih," ucap Rafa sambil nyengir.
"Jangan,, aku nggak mau dengar," ucap Rara.
"Yakin sayang?" tanya Rafa.
"Iya dong,, ada Citra tau disini,, dan disitu jangan sampai ada orang lain juga," ucap Rara.
"Nggak ada kok,, aku memang lagi bertemu klien hanya aku sedang berada di luar ruangan sekarang,, kebetulan kamu nelfon ketika aku dari wc tadi,, dan kalau Citra dia nggak bakalan dengar juga sayang kalau aku bicara,, atau kamu takut yah kelihatan pipi merona nya di hadapan Citra,, kamu malu nih ceritanya?" goda Rafa.
"Iya ihhh," rengek Rara.
Rafa langsung tertawa gemas mendengar rengekan istrinya.
"Oke kalau gitu sayang kalau kamu malu,, aku tutup dulu telfonnya,, kamu langsung kesini yah," ucap Rafa lembut.
"Iya,," ucap Rara.
"I love you sayang,," ucap Rafa lembut.
"Iya, sama," ucap Rara yang membuat Rafa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Hati-hati, dan ingat di antar sopir yah," ucap Rafa yang mengingatkan Rara lagi.
__ADS_1
"Iya suamiku," ucap Rara.
Rafa pun menutup panggilan telfonnya dengan Rara sambil tersenyum manis.
Dia benar-benar menggemaskan,, batin Rafa.
Rara yang sudah telfonan dengan Rafa pun kembali menoleh kepada Citra.
"Ayo Cit,, kita ke kantor suamiku," ajak Rara.
"Ayo,, untung kalian uwu-uwuan nya nggak lama,, coba kalau lama bisa-bisa anak buah Rafa aku ajak uwu-uwuan juga," ucap Citra sambil tersenyum centil pada anak buah Rafa yang langsung membuat anak buah Rafa merinding.
Citra langsung tertawa begitu melihat ekspresi wajah anak buah Rafa.
"Takut banget sih kamu Abang ganteng,, harusnya aku loh yang takut bukan kamu," ucap Citra.
"Apaan sih Cit,, udah godain anak buah Rafa kasihan tau,, dia ini polos,, nggak seperti kamu yang sudah pengalaman dengan cowok karena mantan kamu saja banyak," ucap Rara.
"Kamu udah pernah pacaran?" tanya Rara kepada anak buah Rafa.
"Belum pernah Nyonya," jawab anak buah Rafa jujur dan berharap Citra jauh-jauh darinya,, tidak menggoda dirinya lagi.
"Tuh kan benar dugaan aku,, jadi jangan gangguin dia,," ucap Rara kepada Citra.
"Mau aku ajarin nggak? pacaran aja sama aku," ucap Citra sambil tersenyum.
Citra pun tertawa sambil mengikuti Rara karena Rara menarik tangannya.
"Ra kamu sweet banget sih sama anak buah Rafa,, kamu melindungi dia dari godaan aku sampai segitunya,, jangan sampai suami kamu tau,, suami kamu itu posesif loh,, aku khawatir sama pekerjaan anak buah Rafa nantinya kalau Rafa sampai tau," ucap Citra.
"Apaan sih Cit,, Rafa nggak mungkin banget kan akan memecat anak buahnya hanya karena itu,, karena aku pasti akan memarahi dia," ucap Rara.
"Yah kalau udah cemburu beda cerita lagi dong Ra,, biar kamu marahi pun dia pasti akan tetap melakukan itu,," ucap Citra.
"Nggak bakalan kok,, dan jangan sampai deh terjadi," ucap Rara.
"Iya deh semoga,, oh iya pakai mobil aku kan?" tanya Citra.
"Nggak nih,, pakai mobil Rafa,, kamu mau kan?" tanya Citra.
"Beneran? kenapa nggak mobil aku aja,, kita nggak bebas bicara berdua ada sopir yang dengar,, dan jangan sampai deh sopir ini lapor pada Rafa seperti yang di dalam tadi,, untung dia ganteng jadi aku maklumi," bisik Citra pada Rara.
"Makanya jangan bicara yang sembarangan Cit,, kita harus tetap memakai mobil yang sudah di siapkan Rafa,,, kamu tau sendiri kan suami aku itu gimana orangnya,, jadi jangan komentar yah,, ayo kita masuk saja ke dalam mobil," ucap Rara.
"Iya deh Ra,, aku tau suami kamu itu gimana orangnya,, dan aku nggak mau mencari masalah dengan dia," ucap Citra.
"Gitu dong," ucap Rara lalu segera masuk ke dalam mobil dan juga Citra mengikuti Rara masuk ke dalam mobil. Sopir itu pun juga masuk ke dalam mobil.
"Pak ke kantor suamiku yah," ucap Rara sopan.
__ADS_1
"Iya Nyonya saya sudah tau,, tuan Rafa tadi sudah menelepon saya sebelum Nyonya dan teman Nyonya keluar dari dalam rumah,, dia memberitahukan saya untuk siap-siap mengantar Nyonya,, karena dia tidak mau Nyonya keluar rumah tanpa naik mobil ini," ucap sopir itu yang membuat Rara dan Citra saling pandang.
"Tuh kan Cit,,," ucap Rara.
"Iya Ra," ucap Citra sambil nyengir.
Sementara di rumah Reno,, mereka telah selesai makan.
"Ana kamu jangan pulang dulu yah,, bisa kan nanti sore kamu pulangnya?" ucap mama Reno.
"Memang nggak apa-apa tante?" tanya Ana.
"Iya dong nggak apa-apa,," jawab mama Reno cepat.
"Kamu tuh Ana yang nanti kenapa-kenapa,, jangan sampai kakak kamu nyariin kamu,," ucap Reno.
"Kalau dia nyariin kamu,, berikan saja ponsel kamu kepada Tante biar Tante bicara dengan kakak kamu," ucap mama Reno.
"Kamu jangan pulang dulu yah sayang," ucap mama Reno.
"Iya tante," ucap Ana.
"Tante mau merawat bunga-bunga Tante sebentar,, kamu temani tante yah?" ucap mama Reno.
"Benarkah Tante? aku akan membatu tante juga,, aku suka bunga," ucap Ana semangat.
"Benarkah? Tante senang banget,, oke kalau gitu sayang," ucap Mama Reno.
Seandainya saja Fania bisa dekat dengan mama seperti Ana dekat dengan Mama,, batin Reno penuh harap.
############
Rara dan Citra akhirnya sampai di perusahaan Rafa. Mereka pun segera turun dari dalam mobil lalu berjalan masuk ke dalam perusahaan.
Rafa tersenyum begitu melihat kedatangan istrinya.
"Ra,, sana Rafa,, kita langsung ke sana aja,," ucap Citra.
"Tapi Cit,, dia masih sibuk sepertinya," ucap Rara tidak enak.
"Duh nggak kok itu,, kamu nggak lihat tadi dia tersenyum begitu melihat kamu,, lagian paling itu cuma klien yang udah mau pulang,,, inikan udah mau jam makan siang," ucap Citra.
"Ya udah deh kalau begitu," ucap Rara.
Dan mereka pun segera berjalan ke dekat Rafa.
"Sayang kamu udah datang," ucap Rafa sambil tersenyum lembut.
Seperti dugaan aku dia pasti akan ke kantor Rafa,, dia ternyata jauh lebih cantik daripada di foto,, batin Denis klien Rafa begitu melihat Rara.
__ADS_1