
Begitu sampai di kampus Rara pun berjalan masuk ke dalam ruangan dengan tidak menunggu Rafa dan Rara hanya berjalan bersama Fandi saja, itu semua Rara lakukan karena keinginan Rafa yang tidak mau dekat lagi dengan Rara supaya mereka di tahu telah putus oleh teman-temannya yang lain.
Rara sebenarnya hatinya sangat sakit sehingga dia berjalan bersama Fandi namun dia tak ribut seperti biasanya, Rara hanya diam sambil berjalan membuat Fandi merasa bingung dengan sikap Rara sekarang.
"Rara loe kenapa dari tadi hanya diam saja, loe lagi mikirin Rafa yah?" Tanya Fandi yang sangat benar.
"Nggak kok Fandi gue hanya lagi mengingat pelajaran saja, hari ini kita masih final kan" Ucap Rara berusaha mengelak.
"Iya sih tapi nggak biasanya, pasti ini karena loe pisah rumah dengan Rafa, iya kan?" Tanya Fandi lagi.
"Nggak kok Fandi loe salah kalau berpikiran seperti itu" Ucap Rara.
"Rara loe lebih baik jujur ajah sama gue, sebenarnya apa yang terjadi antara loe dengan Rafa, apa yang terjadi semua ini karena kemauan Rafa bukan atas kemauan loe?" Tanya Fandi.
"Nggak kok Fandi, udah nggak usah bahas itu lagi, ini sudah jadi keputusan gue" Ucap Rara lalu tersenyum palsu kepada Fandi.
"Baiklah Rara, makanya loe jangan nggak semangat lagi biar gue nggak mikir macam-macam" Ucap Fandi.
Maafin gue Fandi kalau berbohong sama loe tapi ini semua kemauan Rafa, kemauan orang yang sangat gue cintai tapi dia mencintai orang lain, loe benar-benar teman yang sangat baik dan perhatian Fandi gue benar-benar beruntung bisa kenal dan berteman sama loe batin Rara.
"Iya Fandi gue bakalan semangat walaupun lagi mencoba mengingat pelajaran" Ucap Rara lalu tertawa.
Fandi pun ikut tertawa mendengar ucapan Rara sedangkan Rafa berada di belakang Rara dan Fandi, Rafa juga sedang berjalan menuju ke kelasnya.
Zahra yang barusan datang dan sedang berjalan juga menuju kelas bersama dengan Fania langsung saja mengejar Rafa yang terlihat sedang berjalan sendiri tidak seperti biasanya semenjak mereka mengetahui Rara dan Rafa yang pacaran, Rafa pasti bersama dengan Rara.
"Rafa" Teriak Zahra.
Rafa pun menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang, suara Zahra yang memanggil Rafa terdengar juga di telinga Rara namun Rara terus berjalan berusaha untuk tidak perduli lagi padahal sebenarnya dia ingin sekali tahu mengapa Zahra memanggil Rafa.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Rafa sinis.
Fania hanya diam di tempatnya sambil melihat usaha Zahra untuk mendekati Rafa yang jelas-jelas miskin di mata Fania.
"Loe tumben jalan sendiri Rafa, biasanya loe bersama dengan Rara" Ucap Zahra sambil tersenyum manis padahal Zahra hanya tidak tahu saja kalau Rafa benar-benar tidak mau dekat dengan Zahra lagi dan juga sudah tidak menyukai Zahra lagi biar sedikit pun.
"Apa urusan loe sih, gue sudah putus dengan Rara jadi loe nggak usah menanyakan atau kepo tentang Rara sama gue karena gue udah nggak mau loe bahas Rara di depan gue, mengerti loe" Ucap Rafa benar-benar sinis.
Zahra benar-benar senang mendengar ucapan Rafa.
"Kalau gitu loe jomblo dong" Ucap Zahra dengan bahagianya.
"Nggak usah banyak tanya loe, lagian gue mau jomblo atau nggak itu urusan gue, loe nggak perlu ikut campur" Ucap Rafa.
"Gue minta maaf Rafa atas perlakuan gue sama loe sejak dulu Rafa, bisakah loe kasih kesempatan buat gue untuk jadi pacar loe dan gue juga nggak perduli kok walaupun loe miskin" Ucap Zahra lagi.
"Loe dengar baik-baik yah Zahra gue udah nggak suka sama loe dan gue menyesal pernah suka sama loe" Ucap Rafa lalu berjalan pergi meninggalkan Zahra yang hanya berdiri mematung setelah mendapat penolakan dari Rafa.
Sial, kenapa gue nggak menerimanya sejak dulu, akhirnya susah banget kalau gini batin Zahra.
Fania lagi-lagi tertawa lalu berjalan mendekati Zahra.
"Dia cuma pelayan doang tapi loe harus menurunkan derajat loe seperti itu dan kalau dia sudah putus dengan Rara bagus dong loe nggak perlu ngejar-ngejar dia lagi, tujuan loe ngejar dia karena cuma Rara kan" Ucap Fania begitu berada di dekat Zahra.
"Nggak gue harus dapatin Rafa" Ucap Zahra kemudian berjalan masuk ke ruangan juga di ikuti oleh Fania yang hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Zahra.
Rara yang sudah duduk berdekatan dengan Fandi terus melihat ke arah pintu masuk dan Fandi terus melihat kelakuan Rara yang berada di sampingnya.
Tak lama Rafa pun masuk ke dalam ruangan dan Rara langsung melihat ke arah lain karena tidak mau di tahu oleh Rafa. Fandi hanya mengernyitkan keningnya melihat kelakuan Rara.
__ADS_1
Rafa menoleh ke Rara namun Rara tidak melihatnya karena dia sudah memalingkan wajahnya ke arah lain. Fandi melihat kelakuan mereka berdua hanya geleng-geleng kepala.
*M*ereka berdua ini nggak sanggup berpisah sebenarnya, kayak film-film ajah batin Fandi.
Rafa duduk di belakang seperti sebelum-sebelumnya membuat teman-temannya yang lain sedikit bingung karena tidak seperti biasanya semenjak Rafa berpacaran dengan Rara dan tak lama Zahra serta Fania masuk juga ke dalam ruangan.
Zahra melihat Rafa yang duduk di belakang sendirian tanpa ada Rara di dekatnya langsung saja berjalan menuju kepada Rafa yang sedang duduk dengan perasaan bahagia.
Rara pun melihat Zahra yang sedang berjalan ke belakang dan Rara yakin kalau Zahra pasti ingin pergi ke tempat duduk Rafa.
"Rafa gue duduk di dekat loe yah" Ucap Zahra kepada Rafa dan Rara pun menoleh ke belakang namun Rafa tak melihatnya karena dia lagi melihat Zahra.
"Udah Rara lebih baik loe pergi larang dia, loe kan istrinya Rafa jadi loe berhak" Bisik Fandi yang juga mendengar ucapan Zahra.
"Apaan sih Fandi gue juga kan cuma istri sementara" Ucap Rara pelan sambil menoleh kembali ke depan.
Rafa benar-benar sedang malas berbicara jadi dia hanya melihat sinis ke arah Zahra namun tempat duduk di sampingnya dia menaruh tasnya.
"Rafa boleh yah" Ucap Zahra lagi dengan manjanya dan itu membuat telinga Rara panas namun tak bisa berbuat apa-apa.
"Loe nggak lihat disini sudah ada tas gue lebih baik loe pergi cari tempat duduk lain dan nggak usah dekat-dekat gue karena gue sangat malas dekat-dekat dengan loe" Bentak Rafa membuat Zahra benar-benar malu karena teman-teman yang lainnya langsung menertawakan dirinya, padahal dulu dia yang memperlakukan Rafa seperti itu.
Rara sedikit tersenyum mendengar ucapan Rafa kepada Zahra namun dia tidak sampai tertawa berbeda dengan Fandi yang tertawa ngakak.
"Fandi gue mau ke toilet dulu yah" Ucap Rara lalu segera keluar dari ruangan.
"Minggir loe gue mau ke toilet dan loe jangan coba-coba duduk di dekat gue" Ucap Rafa kemudian berjalan keluar.
Rafa melihat Rara yang berjalan sedikit cepat menuju ke toilet juga namun dia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang beruntung Rara tidak jatuh ke lantai karena di tahan oleh orang tersebut.
__ADS_1