Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Udah lebih baikan kah?


__ADS_3

Ketika Citra ingin menjawab pertanyaan Ana sekaligus ingin curhat kalau cintanya di tolak oleh Fandi,, tiba-tiba ponsel Ana berdering membuat Citra mengurungkan niatnya terlebih dahulu.


"Angkat dulu tuh panggilan telfon,,, dari siapa sih?" tanya Citra sambil melihat Ana.


Ana pun menggelengkan kepalanya sambil melihat Citra karena dia juga tidak tau. Sedangkan Reno dengan segera mengambilkan ponsel Ana. Dan Citra pun langsung senyum-senyum penuh maksud lagi begitu melihat Reno yang seperti itu pada Ana.


"Romantis banget sih,, iri aku tuh," ucap Citra sambil melihat Ana dan Reno secara bergantian.


"Apaan sih Citra ada-ada aja dia kan cuma mau membantu aku,, nggak usah aneh-aneh deh Cit,,," ucap Ana sambil melihat Citra kesal.


"Nggak kok,, aku nggak aneh-aneh," ucap Citra lagi.


"Makasih yah kak Reno," ucap Ana lagi sambil mengambil ponselnya dari Reno lalu segera melihat nama kontak yang meneleponnya,, dan Reno pun hanya tersenyum saja sambil melihat Ana.


"Loh kak Fandi ternyata,, tumben dia nelfon aku,, ada apa yah?" ucap Ana begitu melihat nama kontak yang menelepon dirinya.

__ADS_1


Ekspresi wajah Citra seketika berubah begitu mendengar Ana menyebut nama Fandi.


"Serius Fandi nelfon kamu Ana?" ucap Citra sambil melihat Ana.


"Iya nih kak Fandi nelfon aku,, aku masih tau membaca loh Cit," ucap Ana lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Fandi.


"Halo kak,, ada apa kak tumben kak Fandi nelfon?" tanya Ana langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Fandi.


Fandi pun tampak kebingungan mau berucap apa begitu mendengar pertanyaan Ana. Karena dia sebenarnya ingin memastikan Citra sudah berada di ruangan Ana atau belum karena tadi Citra pulang bersama Chris.


Fandi ngapain nelfon Ana? dia nggak berniat gitu nelfon aku,, ngeselin banget sih nih cowok tapi aku malah makin mencintai dia,, padahal aku sudah di tolak juga,, baru kali ini urat malu gue putus dengan mengejar-ngejar cowok yang nggak mencintai gue,, batin Citra.


Ana mengernyitkan dahinya bingung karena Fandi hanya diam saja tak berucap apapun.


"Halo kak Fandi,, kakak masih disitu kan? kakak dengar aku nggak?" ucap Ana lagi.

__ADS_1


Fandi pun tersadar dari lamunannya begitu mendengar suara Ana lagi.


Duhhh mau bilang apa ini? nggak mungkin juga kan aku langsung menanyakan mengenai Citra udah sampai atau belum disitu,, nanti Ana salah paham lagi,, padahal aku cuma mau memastikan saja karena dia pulang tadi bersama orang yang baru dikenalnya,, tapi gimana yah biar nggak terlalu jelas gitu,, sepertinya dia belum sampai karena aku nggak mendengar suara dia,, kemana lagi tuh anak,, batin Fandi.


"Kak Fandi,," ucap Ana lagi.


Citra pun mengernyitkan dahinya sambil melihat Ana,, namun dia tetap tidak bersuara karena dia kepo akan apa yang Fandi akan bicarakan pada Ana.


Sedangkan Reno hanya diam saja sambil melihat Ana dan Citra secara bergantian.


"Iya Ana," ucap Fandi setelah cukup lama diam.


"Akhirnya kak Fandi bersuara juga,, ada apa kak? tumben nelfon kak," ucap Ana lagi.


"Emmm ini mau nanya kabar kamu sekarang gimana? udah lebih baikan kah?" ucap Fandi pada akhirnya.

__ADS_1


Citra dan Ana langsung saling pandang begitu mendengar pertanyaan Fandi.


__ADS_2