Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Nggak usah ribut terus...


__ADS_3

APA!!! aku memasak,, ogah banget aku benar-benar tidak suka memasak,, batin Fania kesal.


"Aku nggak mesti memasak hanya untuk di bantu dengan Reno,, seharusnya kamu wanita tidak tau diri tidak usah mencari perhatian Reno dan kamu Reno nggak usah sok perhatian sama dia,, sok bantuin dia,, yang pasti hanya modus saja sebenarnya,,," ucap Fania.


Astaga Fania kenapa dia seperti ini sih,, pusing,, batin Reno.


"Ya udah jangan salahkan Reno kalau membantu Ana,,, ayo kita masuk biarkan saja dia disini," ucap mama Reno yang sudah kesal karena Fania tidak ada sopan-sopannya sedikit pun.


"Fania kamu pulang saja dulu yah,, nanti aku jelaskan,," ucap Reno pelan pada Fania.


"Nggak,, oke aku akan masuk memasak," ucap Fania.


Hemmm seperti dugaan aku,, pasti gampang memancing dia,, padahal dia ini nggak tau sama sekali memasak,, kalau nggak sopan dia tau banget,, batin Mama Reno.


"Tapi Fania,,, kamu jangan bikin ribut lagi yah,, kamu hanya salah paham saja sebenarnya,, percaya sama aku,, kamu nggak lihat kalau dia selingkuhan aku pasti dia sudah kesal sejak tadi tapi dia biasa aja,, tanyakan sendiri saja pada dia,, apa hubungan aku dengan dia,," ucap Reno.


"Iya,,, aku nggak ada hubungan apa-apa kok dengan dia,,, aku kenalannya Tante,,, dan aku kesini karena Tante bukan karena Reno,, kamu hanya salah paham saja," ucap Ana yang sudah malas mendengar keributan.


"Kalian pikir aku akan percaya gitu sama omongan kalian berdua,, kamu bilang seperti ini supaya aku pulangkan dan nggak curiga lagi sama hubungan kalian berdua,, tapi aku nggak sebodoh itu,, aku bukan cewek yang gampang ditipu,, aku tau kalian mau mesra-mesraan di belakang aku,," ucap Fania yang malah semakin kesal.


Reno langsung menggelengkan kepalanya begitu mendengar ucapan Fania.


Fania kenapa sih nggak percaya banget sama aku dan Ana,, padahal kita udah jujur banget sama dia,, batin Reno yang semakin pusing dengan Fania.


"Nggak begitu Fania,, dia nggak bohong kok,, memang itulah kenyataannya,, kamu percaya dong sama kita,,, mana ada kalau dia selingkuhan aku dia mau bicara seperti itu sih,, kamu pikir dong Fania jangan emosi aja,," ucap Reno.


"Aku udah pikir,,, sekarang ayo kita masuk,, aku nggak akan pulang kalau dia belum pulang," ucap Fania sambil melihat Ana.


Reno menarik lalu membuang kembali nafasnya begitu mendengar ucapan Fania,, entahlah dia pusing mau memberikan penjelasan kepada Fania mau bagaimana lagi,, karena Fania tidak mau mendengarkan penjelasan dia,, dia jujur pun Fania tidak percaya,, dia malah tidak enak pada Ana karena Fania sejak tadi salah paham terus pada Ana yang jelas-jelasnya tidak ada hubungan apa-apa dengan dia. Reno juga benar-benar takut Fania akan semakin tidak di suka oleh mamanya,, itulah yang dia sangat takuti tapi Fania tidak mengerti.


Mereka pun segera masuk ke dalam rumah dan langsung ke dapur,, Reno sudah tidak berbicara lagi dan Ana hanya mengikut saja,, sedangkan mama Reno senang-senang saja karena Fania benar-benar sangat terpancing emosinya.

__ADS_1


Di dapur.


"Ayo kita lanjut lagi masaknya,, tadi kita belum selesai,," ucap Mama Reno.


"Reno lanjutkan yang kamu kerjakan tadi,, lama banget kamu tuh," ucap Mama Reno.


"Iya ma," ucap Reno.


"Fania sini kamu jangan dekat Reno terus,, dia nggak akan lari kok itu,, nggak ada juga yang bakalan ambil,, kamu lebih baik disini saja bantuin kita,, kebetulan daging ayam itu belum di potong dan juga ikan itu belum sepenuhnya selesai di kerja,, jadi kamu kerjalah itu,," ucap Mama Reno yang langsung membuat Fania melongo tidak percaya.


Yang benar saja aku akan kerjakan itu,, malas banget aku nggak tau,,, batin Fania.


Fania memang tidak pernah mengerjakan itu,, karena dia sudah terbiasa hanya senang-senang saja,, karena ada pelayan di rumahnya.


"Fania kenapa kamu hanya diam saja,, ayo sini kerjakan itu," ucap mama Reno lagi.


"Fania pergi sana, buktikan sama mama kalau kamu itu bisa,, biar mama bisa mau membuka sedikit hatinya buat hubungan kita," ucap Reno pelan namun masih di dengar oleh Fania. Reno juga sebenarnya ragu-ragu kalau Fania bisa kerjakan itu,, secara dia tau betul bagaimana Fania,, tapi tadi Fania bersikeras untuk ikut memasak jadi Reno menyangka mungkin Fania sudah ada kemajuan sedikit dalam hal urusan dapur.


"Fania kamu dengar nggak sih,, ayo cepetan mama aku itu sangat mengerikan kalau marah,," ucap Reno lagi pelan.


"Iya aku dengar kok," ucap Fania lalu segera berjalan ke dekat mama Reno.


Dia lalu melihat ikan dan daging ayam itu,,, baru lihat saja dia sudah bingung sedangkan Ana sibuk mengerjakan bumbu-bumbu yang lain tanpa mau ikut campur.


Fania lalu melihat Ana yang tampak sangat mudah kerjanya,, dia hanya mengerjakan bumbu-bumbu saja. Dan itu membuatnya tidak terima.


"Ehh kamu enak banget kamu cuma ngerjain itu, kamu bantuin aku kerjakan ini,, nggak usah sok sibuk disitu," ucap Fania yang langsung membuat Reno menggelengkan kepalanya.


Sepertinya dia belum tau apa-apa,, batin Reno begitu mendengar ucapan Fania.


"Hah tapi ini belum selesai,, kalau udah selesai nanti aku bantuin kamu,, kamu kerjakan saja dulu duluan," ucap Ana.

__ADS_1


"Ini dulu duluan baru itu,, gimana sih,," ucap Fania kesal.


"Ya sudah kamu cepat kerjakan,, nggak usah bicara terus,, dan marah-marah terus,, kamu bisa kan lebih duluan selesai daripada Ana?" ucap Mama Reno yang tampak sudah mulai semakin kesal pada Fania,, hanya dia berusaha menahan amarahnya supaya Reno bisa melihat perbedaan Fania dan Ana karena kalau dia mengusir pulang Fania sudah pasti Reno akan tidak bisa melihat dengan jelas perbedaan mereka.


"Bisa kok," ucap Fania dengan percaya dirinya lalu segera mengerjakan apa yang di perintahkan oleh mama Reno.


Reno pun langsung bernafas lega.


Mereka kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


"Kak Reno udah selesai?" tanya Ana yang langsung membuat Fania tampak kesal.


"Nggak usah sok imut panggil dia kakak,, dia bukan kakak kamu," ucap Fania.


"Udah kok,," ucap Reno tanpa memperdulikan ucapan Fania karena pasti akan panjang lagi jadinya.


Sialan Reno nggak menggubris aku,, batin Fania yang benar-benar sudah sangat kesal di tambah lagi dia di perintahkan hal yang dia tidak pernah lakukan sebelumnya.


"Fania udah selesai?" tanya Ana


"Kamu nggak sopan banget yah sama aku," omel Fania sambil melihat Ana.


"Kamu pasti nggak mau aku panggil kakak,, jadi aku langsung sebut nama kamu saja,, karena aku malas dengar kamu yang ribut terus," ucap Ana santai.


Reno pun nyengir begitu mendengar ucapan Ana,, karena memang benar yang dikatakan Ana.


"Kurang ajar banget kamu yah," ucap Fania tidak terima begitu mendengar ucapan Ana.


"Nggak usah ribut terus kalau lagi kerja di dapur. Udah selesai belum?" ucap Ana lagi sambil berjalan ke dekat Fania.


"Astaga Fania,," ucap Ana shock.

__ADS_1


__ADS_2