Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Akhirnya melihat sendiri,,,


__ADS_3

"Loh itu bukannya wanita yang di kampus mahasiswi baru,, kenapa dia terlihat sangat berbeda,, aku melihat dia di kampus seperti wanita lugu,, pendiam,, tapi sekarang dia terlihat seperti kebalikannya,, seperti ada yang tidak beres dengan wanita ini,," ucap Fandi sambil menghentikan mobilnya dan menjaga jarak dari Gracia,, karena Fandi tidak mau kalau sampai Gracia melihat dirinya.


"Aku harus mengikuti dia,, perasaan aku nggak enak kalau dia dekat dengan Rara,, jangan sampai dia ini wanita yang memiliki niat jahat pada Rara,," ucap Fandi lagi pada dirinya sendiri karena dia tidak mau asal percaya lagi pada orang,, apalagi kalau orang yang mau dekat dengan Rara. Fandi sangat menjaga Rara,, baginya keselamatan wanita yang dia cintai sangatlah penting.


Aku akan selalu menjaga kamu Rara dari siapapun yang mau berniat jahat padamu,, karena kamu wanita yang aku cinta meskipun aku nggak bisa memiliki kamu tapi melihat kamu selalu bahagia dan aman itu sudah cukup buat aku,, batin Fandi sambil terus memperhatikan gerak-gerik Gracia.


Sementara Gracia sedang menunggu anak buahnya,, namun secara tidak sengaja dia melihat mobil Fandi.


Sialan itu kan mobil Fandi,, apa dia mengikuti aku? batin Gracia sambil berpura-pura tidak melihat Fandi.


Gracia pun dengan segera mengirimkan pesan kepada anak buahnya agar tidak menjemputnya sekarang.


Dia melihat aku tadi,, akhh bodoh banget aku,, batin Fandi yang yakin betul bahwa Gracia pasti sudah melihatnya tadi.

__ADS_1


Namun Fandi tetap masih berada disitu melihat Gracia.


"Aku rasa percuma saja mengawasi dia,, sepertinya tadi dia sudah melihat aku,, sudah pasti dia tidak akan bertindak sembarangan kalau dia memiliki niat jahat,, hmmm menghabiskan waktuku saja,," ucap Fandi di dalam mobilnya sambil melihat Gracia yang sedang duduk membaca buku.


"Lebih baik pergi dari sini,," ucap Fandi lagi lalu segera pergi.


Hmmm akhirnya pergi juga Fandi,, sialan aku duduk lama disini hanya karena dia sambil baca buku lagi,, aku seperti orang yang kehabisan pekerjaan saja,, batin Gracia kesal sambil mengambil ponselnya untuk segera menghubungi anak buahnya.


"Ehh tapi aku nggak boleh gegabah,, siapa tau aja dia masih ada disekitaran sini,," ucap Gracia lagi sambil melihat disekelilingnya.


Sementara Fandi dengan cepat mengemudikan mobilnya menuju kampus Ana.


Untuk seorang seperti Fandi,, tentu dia akan dengan mudah mendapatkan informasi mengenai kampus Ana.

__ADS_1


Fandi dengan segera mencari keberadaan Citra dan Chris begitu dia sudah memarkirkan mobilnya.


Sebenarnya apa sih yang aku lakukan ini,, kenapa aku jadi seperti ini,, pokoknya nggak boleh ada yang tau kalau aku melakukan hal seperti ini,, batin Fandi yang tidak mengerti dengan dirinya sendiri.


Dari foto yang dikirimkan anak buahnya,, Fandi sudah tau kalau Citra dan Chris sedang berada di taman,, maka dari itu Fandi dengan segera berjalan ke taman sambil melihat ke segala arah,, karena dia tidak mau sampai dilihat oleh Citra dan yang lainnya.


Tak lama dia akhirnya melihat sendiri Citra, Chris dan yang lainnya sedang duduk santai di taman. Fokus mata Fandi hanya pada Citra dan Chris.


Fandi terlihat kesal begitu melihat langsung Citra dan Chris yang sangat dekat bahkan Citra tersenyum terus di depan Chris.


Kenapa aku nggak suka melihat mereka berdua seperti itu? apa yang harus aku lakukan? samperin atau pulang yah? batin Fandi.


"Pulang Fandi pulang,, ngapain sih kamu kesini kalau ketahuan kan kamu nggak punya alasan,," ucap Fandi sambil ingin pergi kembali menuju ke mobilnya.

__ADS_1


"Loh bukannya sana kak Fandi," ucap Ana ketika tidak sengaja melihat Fandi.


__ADS_2