
"Wah kode nya jelas banget yah,, ngegas banget nih kak Reno," ucap Tasya lalu tertawa.
Ana hanya diam sambil memikirkan maksud perkataan Reno,, dia bukan wanita yang kegeeran jadi dia tidak mau pikir macam-macam.
Hahaha dasar polos,, udah di beri kode masih aja mikir,, nggak pernah pacaran sih,, nggak pernah di tembak cowok jadi gini nih,, Ana,, Ana,, batin Reno sambil tertawa melihat ekspresi wajah Ana.
Tasya pun hanya senyum-senyum melihat ekspresi Ana yang jelas-jelas telah diberi kode oleh Reno,, namun dia tidak mengerti.
Ini mah jauh beda banget dengan Fania,, wahh aku dukung banget,, dia pasti wanita baik-baik,, kali ini pilihan kamu Reno nggak salah,, pasti kalau tante tau Reno langsung direstui nih,, tapi aku nggak perlu beritahu Tante dulu,, nanti udah jelas baru aku beritahu,, takutnya Ana nanti nggak mau sama Reno begitu tau masa lalu kelam Reno waktu pacaran dengan Fania,, nanti tante kecewa lagi karena udah berharap,, batin Tasya sambil melihat Ana dan Reno secara bergantian.
"Udah Ana nggak usah terlalu banyak pikiran yah nanti cepat tua,," ucap Reno sambil tersenyum pada Ana.
"Ayo kita ke kelas saja,," ucap Reno lagi masih dengan senyum manisnya pada Ana.
Idiihh dasar,, usaha banget Reno mau deketin Ana,, pakai senyum-senyum segala lagi sok manis banget Reno,, batin Tasya sambil tertawa di dalam hatinya.
"Ayo kita ke kelas,, kak Reno bareng junior,, Yee, makanya jangan malas,," ejek Tasya lalu tertawa.
__ADS_1
Ana pun ikut tertawa begitu mendengar ejekan Tasya pada Reno.
"Yah bagus tertawa in aku aja,, untung aku sayang jadi nggak apa-apa," ucap Reno sambil mendorong kursi roda Ana.
"Maaf, abis Tasya lucu tadi kata-katanya jadi aku ikut tertawa kak Reno,," ucap Ana.
"Iya nggak apa-apa asal kamu tertawa aku nggak apa-apa kok dek," ucap Reno lagi.
Tasya langsung berekspresi langsung ingin muntah begitu mendengar ucapan Reno.
Dalam kelas...
"Kita dekatan yah duduknya," ucap Tasya sambil melihat Ana.
"Iya,," ucap Ana.
"Kak Reno jauh-jauh aja,, biar aku yang jagain Ana," ucap Tasya.
__ADS_1
"Hah apa kata kamu? Ana sudah dipercayakan sama aku,, jadi aku harus selalu ada di samping Ana dimanapun dia berada,, kecuali toilet baru dia bersama kamu,, aku tunggu di luar," ucap Reno sambil melihat Tasya.
"Hahaha kirain kamu juga mau ikut masuk, niat banget tuh kalau kamu ikut masuk," ucap Tasya.
"Pikiran kamu Tasya gitu amat,, semenjak kenal Andre nih pikiran kamu jadi gini,," ucap Reno.
"Hidihh apa-apaan sih,, bawa-bawa Andre pacarku tersayang,, dia nggak salah apa-apa juga,, kan tadi cuma bercanda aja, Andre nggak pernah ngajarin aku yang salah-salah,, dia selalu ngajarin aku yang benar," ucap Tasya dengan bangganya sambil mengingat Andre.
"Iya deh bucin,, aku nggak bakalan menang kalau adu mulut dengan bucin,," ucap Reno sambil melihat Tasya.
Tasya hanya tersenyum begitu mendengar ucapan Reno.
"Ayo aku bantuin,, Ana duduk di tengah aja biar adil,, dosen udah mau masuk nih," ucap Tasya lagi.
Dan belum lama mengucapkan itu Dosen pun masuk ke dalam kelas.
Disisi lain Fania yang masih dirawat benar-benar sakit hati begitu mengetahui kabar tentang Reno.
__ADS_1