
"Sayang kamu kenapa?" tanya Rafa begitu melihat Rara yang sedang duduk dan tampak memasang wajah kasihannya.
Mereka bertiga sedang duduk bersama sambil menonton siaran televisi karena Fandi memang sengaja mengajak Rafa dan Rara untuk menonton siaran televisi agar Rafa melihat hasil kerjanya. Sedangkan ayah dan mama Rafa sudah kembali ke kamar karena mereka ingin istirahat dan juga membiarkan anak-anaknya untuk berbincang-bincang.
"Itu Zahra kasihan banget, pasti sekarang dia sedang terpukul banget dengan pemberitaan ini, kira-kira sekarang dia lagi ngapain yah, semoga saja dia nggak kepikiran untuk berbuat hal yang aneh-aneh," jawab Rara.
Rafa sudah menduga pasti Rara akan kasihan pada Zahra, padahal Zahra sudah jelas-jelas selalu jahat padanya, Rafa bingung dengan istrinya yang terlalu baik, padahal jika dirinya yang menjadi Rara sudah pasti Rafa akan membalas perbuatan Zahra dan ketika melihat kejadian sekarang dialah yang akan tertawa paling depan, sayangnya dia bukan Rara.
"Kamu terlalu baik, sekali-kali kamu juga harus jadi orang jahat jangan baik terus, entar kamu gampang di manfaatkan sama orang sayang, seharusnya sekarang kamu itu menertawakan dia, karena dia kan selalu jahat sama kamu, selalu menghina kamu waktu itu, apa kamu sudah lupa, aku saja selalu mengingat penghinaan Zahra baik sama kamu maupun sama aku" ucap Rafa.
"Iya Rara betul yang di katakan Rafa sekali-kali loe juga harus jahat jangan baik terus, lagian Zahra pantas mendapatkan itu, itu semua dari hasil perbuatan dia selama ini, kalau gue sih yang jadi loe, gue bakalan ngetawain dia, hina-hina dia hemm pokoknya sampai dia gila deh, biar dia nggak sombong lagi jadi orang," ucap Fandi.
"Kalian kok bicara seperti itu kan dia kasihan dan juga pasti orang tuanya sekarang merasa sedih, Zahra juga pasti merasa malu banget, lagian kita nggak boleh dendam-dendam sama orang dan tertawa di atas penderitaan orang lain," ucap Rara yang membuat Rafa dan Fandi melongo tidak percaya dengan Rara yang kelebihan baik.
"Rara loe tahu nggak kenapa dia bisa begitu, kenapa videonya bisa tersebar seperti itu?" tanya Fandi.
"Nggak tahu," jawab Rara.
"Karena dia yang sudah mulai duluan untuk menjelek-jelekan loe Rara, makanya gue balas dia dengan begitu dan itu semua atas persetujuan dan perintah Rafa juga, jadi loe nggak perlu merasa kasihan padanya semua itu karena dia duluan yang mencari masalah, apalagi dia mencari masalah sama istri dari Rafandra Alexander sudah pasti dia tidak akan bisa lolos," ucap Fandi yang benar-benar gemas dengan Rara yang kelebihan baik jadi orang, padahal Zahra selalu jahat.
"Jadi loe Fandi yang melakukan itu semua?" tanya Rara terkejut.
"Loe yang menyebarkan video Zahra dengan orang itu?" tanya Rara lagi seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
__ADS_1
Rara memang terlalu terlewat polos sampai-sampai dia tidak sadar seberapa berkuasanya orang-orang yang dekat dengan dia terutama mertua dan suaminya.
"Iya gue Rara karena dia telah mencemarkan nama baik loe, tapi mungkin loe belum tahu, Rafa duluan yang mengetahuinya dan memberitahukan padaku juga," ucap Fandi.
"Iya sayang itu semua benar Fandi yang melakukan itu semua, karena dia yang duluan melakukan kesalahan, itulah akibat kalau berani memfitnah kamu," ucap Rafa.
"Fandi berarti loe yang sudah membayar pria itu juga dong untuk melakukan hal begitu pada Zahra, gue yakin sekarang pasti Zahra terpaksa melakukan itu, iyakan?" tanya Rara kepada Fandi, yang membuat Fandi benar-benar shock setelah mendengar pertanyaan Rara.
Rara tidak mau tahu lagi tentang pencemaran nama baik itu membuat dirinya akan sedih nanti, lagian Rara sudah yakin kalau Zahra pasti akan melakukan itu karena Zahra pasti benar-benar tidak terima jika Rara menikah dengan Rafa, Rara tahu Rafa itu benar-benar tipe Zahra begitu Rafa sudah memberitahukan identitas aslinya.
"Gue nggak mungkin melakukan itu Rara, kalau bukan Zahra duluan juga yang memulainya," jawab Fandi.
Rafa langsung mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar ucapan Fandi.
"Video itu darimana loe dapatkan?" tanya Rafa yang baru menyadari kalau dia juga tidak tahu asal video itu darimana.
"Gue mendapatkan video itu dari preman itu, gue memang sengaja menyuruh preman itu untuk melakukan hal itu dengan Zahra bahkan Fania juga sebenarnya ada videonya hanya gue nggak keluarkan, karena Fania tidak ikut-ikut Zahra dalam melakukan rencana busuknya jadi dia masih selamat," ucap Fandi.
"Kok loe lakuin itu Fandi, kan kasihan Zahra dan Fania," ucap Rara.
"Mereka itu nggak pantas untuk dikasihani Rara, lagian mereka duluan yang punya niat jahat sama loe makanya gue berbuat seperti itu pada mereka berdua," ucap Fandi sambil mengingat niat jahat Zahra dan Fania waktu itu, tapi ada Rafa yang datang menolong Rara di saat yang tepat.
"Kalian berdua apa benar-benar sudah lupa dengan wajah preman itu, coba deh perhatikan baik-baik wajah orang itu, masa kalian lupa sih," ucap Fandi sambil melihat siaran di televisi, karena sejak tadi berita tentang Zahra saja lah yang di bahas karena latar belakang keluarga Zahra juga yang orang kaya dan juga terpandang, jadi mendapatkan berita seperti itu merupakan hal yang sangat bagus untuk di beritakan jarang-jarang anak dari keluarga terpandang mendapatkan gosip seperti itu, apalagi gosip yang sangat memalukan seperti itu.
__ADS_1
Kini wajah Zahra dan preman itu terpampang jelas, hanya tubuh mereka di blur.
Rara dan Rafa langsung memperhatikan wajah preman itu baik-baik, mengikuti ucapan Fandi.
"Aku nggak ingat Fandi, itu siapa sih?" tanya Rara.
"Iya gue juga nggak ingat, itu siapa?" tanya Rafa kepada Fandi.
"Ya ampun masa kalian lupa sih sama orang yang kalian habis temui, terutama loe Rara, dia kan hampir berbuat jahat sama loe, tapi untungnya Rafa datang menolong loe di saat yang tepat," jawab Fandi.
Rafa langsung teringat dengan dua orang preman yang dia pukuli, untuk menolong Rara.
Jangan-jangan preman yang malam itu, berarti wajah penuh luka itu dari aku dong, malam itukan aku pukuli mereka batin Rafa.
"Fandi itu preman yang gue pukuli waktu malam itu lupa gue tepatnya kapan, tapi benaran mereka, iyakan?" tanya Rafa dan Rara juga tiba-tiba langsung teringat dengan kejadian dimana Rafa datang menolongnya di saat yang tepat.
"Iya mereka itu yang loe pukuli, ingat juga loe akhirnya," ucap Fandi.
"Jadi orang itu adalah orang yang sama pada malam itu," ucap Rara.
"Iya Rara, loe udah ingat juga, kompak banget kalian berdua" goda Fandi.
"Apaan sih," kata Rara.
__ADS_1
"Berarti Zahra dan Fania ada hubungannya dengan kejadian malam itu?" tanya Rafa.