Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Akan menjadi,,,,


__ADS_3

Reno yang melihat kedatangan Tasya langsung memasang ekspresi wajah pasrah saja,, apalagi melihat senyuman Tasya yang tidak beres menurut Reno.


Haduh belum lama juga sampai kampus,, masalah udah datang aja nih,, pasti nih anak mau kepo nih,, mana senyuman dia sudah memperjelas semuanya lagi, hmmm dasar Tasya,, seharusnya dia nggak masuk kuliah aja dulu hari ini,, tapi nggak mungkin juga sih,, dia kan nggak sama seperti aku yang malas,, dia anaknya rajin,,, batin Reno sambil melihat Tasya yang berjalan menuju ke arahnya.


Sedangkan Ana yang tidak tau apa-apa mengenai Tasya hanya diam saja sambil heran dengan Reno yang tiba-tiba menjadi berhenti mendorong kursi rodanya. Ana pun tidak tau mengenai seseorang sedang berjalan menuju ke dirinya dan Reno.


Kenapa dengan kak Reno,, kok berhenti? hmm sudahlah mungkin kak Reno capek,,, aku diam saja sambil menunggu dia dorong lagi, batin Ana yang merasa tidak enak kalau harus menanyakan pada Reno.


"Hai kak Reno,,," ucap Tasya sambil tersenyum begitu berada di dekat Reno dan Ana.


Ana langsung melihat ke arah Tasya begitu pun dengan Reno. Sedangkan Reno langsung mencebikkan bibirnya begitu mendengar Tasya memanggilnya kakak.

__ADS_1


Hmm dasar nih anak tumben-tumbenan manggil aku kakak,, dengan senyum begitu lagi,, dia pasti sedang kepo sekarang,, batin Reno sambil melihat Tasya.


"Kok aku nggak di gubris sih kak Reno,,, tega banget sih,," ucap Tasya sambil mendekati Reno.


Ana hanya diam sambil melihat Tasya dan Reno secara bergantian,,, dan di pikiran Ana sudah penuh tanda tanya mengenai Tasya.


Siapa dia,, gebetan baru kak Reno kah? cantik banget,, tapi kok dia panggil kakak sama kak Reno,, seharusnya kan sayang atau yang lebih romantis gitu,, batin Ana sambil melihat Tasya yang memang cantik dan ceria di mata Ana.


"Nggak usah dekat-dekat kamu,, aku malas gubris kamu,, membuang-buang waktu aku aja," ucap Reno sambil membuat Tasya menjauh darinya.


"Kita akan satu kelas loh senior,, jangan seperti itu dong sama aku, nanti kamu butuh bantuan aku pasti buat mengerjakan tugas-tugas kamu," ucap Tasya lagi sambil menahan tawanya.

__ADS_1


"Aku nggak bakalan minta bantuan sama kamu,, jadi nggak usah dekat-dekat karena kamu itu seperti virus tau nggak," ucap Reno lagi sambil melihat Tasya dan bergidik ngeri.


"Cie yang nggak mau gebetannya salah paham," ucap Tasya yang membuat Ana mengernyitkan dahinya bingung.


"Atau jangan-jangan wanita ini pacar baru kamu lagi,, akhh aku benar-benar senang,," ucap Tasya lagi sambil melihat Ana,, Tasya sudah berpikir bahwa Ana pasti jauh lebih baik dari Fania.


"Aku yang kamu maksud?" tanya Ana sambil melihat Tasya.


"Iya dong,, kamu pacar baru kak Reno kan?" ucap Tasya sambil melihat Ana dan tersenyum pada Ana.


"Aku bukan pacar kak Reno," jawab Ana sambil tersenyum balik pada Tasya.

__ADS_1


Yah bukan ternyata padahal aku berharap banget Reno pacaran sama wanita ini,,, supaya Reno cepat melupakan Fania,, wanita jahat itu,, sedangkan wanita ini sepertinya baik,, dia juga bisa bersama Reno ke kampus berarti Reno ke kampus karena dia,, aku udah berpikir bahwa Reno pasti nggak bakalan masuk kampus lagi hari ini, batin Tasya penuh harap dengan hubungan Reno dan Ana.


"Akan menjadi nanti," ucap Reno yang langsung membuat Ana terkejut.


__ADS_2