Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Reno ahlinya..


__ADS_3

Dasar Citra baperan banget tuh anak,, batin Ana sambil menyimpan kembali ponselnya di dalam tas.


Ana kemudian melihat-lihat di sekeliling tempat dia duduk.


Tante belum muncul-muncul juga yah,, aku ngapain yah disini,, bosan nih,, batin Ana.


Ana tidak sengaja melihat foto Reno yang terpajang begitu sedang duduk melihat-lihat di sekelilingnya.


Isshh tuh orang fotonya pun kelihatan banget dia itu menyebalkan,, untung banget deh dia nggak ada disini,, coba kalau ada sudah pasti dia memasang wajah menjengkelkannya itu lagi,, nggak nyangka banget dia akan menjadi anak dari tante yang baik itu,, hemm nggak cocok banget sama kelakuan dia,, batin Ana.


Sementara di kamar mama Reno sedang mengganti pakaiannya cepat karena ingin segera kembali ke tempat Ana duduk.


Semoga Ana tidak melihat pelayan-pelayan itu mengerjakan tugasnya,, maafin tante yah Ana harus melakukan ini supaya kamu bertemu dengan anak tante,, abis tante nggak ada alasan lain lagi,, batin Mama Reno.


Sementara di waktu yang sama di rumah Andre.


"Ren,, lebih baik kamu pulang aja deh,, percuma saja kamu ada disini,, kalau pikiran kamu nggak ada disini,, sama Fania terus,, capek kita lihat kamu yang begitu terus," ucap Andre.


"Apaan sih sejak tadi kamu menyuruh aku pulang terus,, aku nggak mau pulang,," ucap Reno.


"Ohh aku tau nih,, pasti supaya kamu bisa bebas nih gombalin sepupu aku yang polos ini,, makanya kamu menyuruh aku pulang terus,, iyakan? ngaku aja,, nggak bakalan aku biarkan tau nggak," ucap Reno yang langsung mendapatkan tatapan kesal dari Andre.


"Nggak lah,, aku tuh nggak bakalan gombalin dia,,, buat apa coba,," ucap Andre.


"Buat kesenangan kamu lah,," ucap Reno.


"Behhh pikiran kamu itu nggak ada bagusnya kalau mengenai aku,,, aku kan udah bilang walaupun aku dulu nakal tapi sekarang udah nggak lagi,, aku udah berubah,, oke. Jadi stop mikir macam-macam tentang aku,, karena aku bukan pria seperti itu lagi,," ucap Andre.


Sementara di tempat Zahra,, Fania terus menunggu kabar dari Reno. Tapi tak kunjung Reno menghubungi dirinya membuat Fania benar-benar kesal.


Reno lagi ngapain sih,, nggak seperti biasanya dia seperti ini,, kenapa dia jadi begini sih,, biasanya dia tuh nggak betah lama-lama nggak ada komunikasi dengan aku,, biasanya dia selalu mencari cara supaya aku nggak marah lagi sama dia,, tapi ini dia nggak ada kabar sama sekali,, usaha juga cuma segitu doang,, ngeselin banget,, omel Fania di dalam hatinya sambil melihat ponselnya yang tak kunjung ada panggilan telfon ataupun pesan masuk.


Sementara di rumah Andre.


"Hemmm iya deh,, tapi kamu terus aku pantau loh,," ucap Reno.


"Iya pantau aja terserah kamu lah," ucap Andre.


Tasya hanya tersenyum melihat kedua pria itu. Dia mengerti maksud Reno dan dia juga percaya pada Andre.


"Nggak jadi balik nih berarti?" tanya Andre lagi.


"Nggak lah,, aku mau disini saja,, aku mau balik tapi bawa Tasya juga,," ucap Reno.


"Enak aja,, aku lah yang antarin Tasya nggak perlu kamu bawa dia balik,,," ucap Andre lagi.

__ADS_1


"Ehh nggak boleh,, biar Tasya balik sama aku aja yang aman,," ucap Reno.


"Aku udah izin sama orang tuanya Tasya dan juga udah bilang bakalan antarin Tasya balik,, kan nggak enak Tasya pergi bareng aku terus balik bareng kamu,, nanti aku nggak di restui lagi,," ucap Andre.


"Takut juga kamu nggak direstui," ucap Reno lalu tertawa.


"Iyalah takut,, gimana nasib aku kalau kedua orang tua Tasya nggak merestui aku coba,, aku kan nggak mau galau seperti kamu,," ledek Andre.


"Hemm semoga saja nanti kamu galau deh kalau gitu,," ucap Reno.


"Sudahlah kalian ini ribut banget sih,, seperti di pasar saja,,," ucap salah satu teman mereka.


"Bukan seperti di pasar tapi seperti cewek,," ucap salah satu teman mereka juga lalu tertawa.


"Enak aja bawa-bawa cewek,," ucap Tasya.


"Hehehe sorry,, lupa lagi kalau ada cewek disini ternyata,"


"Oh jadi kalau nggak ada cewek,, kalian berarti menjelek-jelekkan cewek gitu?" tanya Tasya.


"Aduhh nggak gitu Tasya,, maaf-maaf salah ucap tadi,,"


"Hemm iya aku maafin,," ucap Tasya.


#######


Mama Reno tersenyum begitu melihat Ana yang sedang melihat-lihat foto Reno.


Hemm dia lihatin foto Reno,, lebih bagus lagi kalau kamu lihat aslinya sayang untuk kedua kalinya,, siapa tau kan bisa ada hati sedikit pada anak tante yang jelek itu,, batin Mama Reno.


"Jelek kan tuh anak?" ucap Mama Reno yang membuat Ana langsung terlonjak kaget,, dia tidak menyangka kalau mama Reno akan tiba-tiba bersuara.


"Sayang kamu nggak apa-apa?" tanya mama Reno karena melihat Ana terlonjak kaget.


"Iya tante nggak kenapa-kenapa kok,, aku hanya sedikit kaget saja tadi karena tante tiba-tiba bicara,, aku pikir tante masih gantian,," ucap Ana.


"Maafin tante yah sayang buat kamu kaget,," ucap mama Reno.


"Ehh iya nggak apa-apa kok tante santai aja,," ucap Ana sambil kembali duduk di sofa.


"Kamu bisa lanjut lagi kok lihat fotonya anak jelekku itu,, aku tau kamu pasti lihat fotonya sambil kesal kan?" ucap mama Reno.


Lahh tante kok tau,, batin Ana.


"Iya sedikit tante,,, abis aku masih nggak terima dia bisa menjadi anak tante yang baik ini,," ucap Ana yang membuat mama Reno lagi-lagi tertawa.

__ADS_1


"Dia baik kok anaknya kalau tante nggak salah ingat,," ucap mama Reno yang membuat Ana juga tertawa.


"Oh iya tunggu dulu yah,, Tante lupa ponsel di kamar,, takutnya suami tante bakalan nelfon,, karena dia suka nelfon kalau kangen,,, tante ambil dulu yah,," ucap mama Reno yang sengaja karena dia ingin mengecek para pelayannya mengenai tugas yang dia berikan.


"Oh iya tante ambil aja dulu ponselnya," ucap Ana sambil tersenyum.


Romantis bener suaminya tante,, batin Ana.


Setelah mengambil ponselnya,, mama Reno segera memeriksa para pelayannya,, karena tujuan utama dia itu sebenarnya.


"Gimana sudah selesai?" tanya mama Reno.


"Sudah Nyonya,, hampir semua kita sudah pindahkan ke rumah belakang,,"


"Bagus,, jangan semuanya di pindahkan nanti dia curiga,," ucap mama Reno.


"Iya Nyonya tidak semuanya kok kita pindahkan sesuai perintah Nyonya saja,,"


"Oke,, aku mau ke tempat Ana lagi,,," ucap mama Reno.


"Iya Nyonya,"


Mama Reno pun segera menemui Ana lagi sambil tersenyum bahagia.


"Enak banget yah wanita itu,, Nyonya sangat menyukai dia bahkan melakukan cara ini,, aku yakin Nyonya pasti punya suatu ide," ucap pelayan itu pada teman-temannya.


"Iyalah sudah pasti itu,," ucap mereka sambil tersenyum.


"Ayo kita beres-beres lagi biar ada kerjaan,,"


#########


"Udah tante?" tanya Ana ketika melihat mama Reno datang menemui dirinya lagi.


"Udah sayang,, ini," ucap mama Reno sambil memperlihatkan ponsel yang dia pegang.


"Emmm kita ke dapur yuk buat masak,,, kamu jadi kan bantuin tante?" tanya Mama Reno.


"Jadi dong tante,, ayok kita masak,," ucap Ana semangat.


"Ayok sayang,," ucap mama Reno juga yang tak kalah semangatnya lalu berjalan menuju ke dapur diikuti dengan Ana.


Begitu sampai di dapur dia dengan segera mengecek bahan-bahan dapur.


"Yah kok tinggal dikit," ucap Mama Reno berpura-pura terkejut.

__ADS_1


"Iya yah Tante,,, aku pergi belanja aja dulu tante,," ucap Ana.


"Ehh nggak boleh dong sayang masa kamu yang mau pergi belanja,,, udah mah tenang aja kalau masalah belanja begini,,, Reno ahlinya,, dia langganan kalau masalah belanja,, tante akan telfon dia dulu sekaligus mau memarahi anak itu bisa-bisanya dia tidak memperhatikan bahan-bahan dapur padahal dia paling kuat makan,," ucap Mama Reno.


__ADS_2