Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Lengah sedikit saja,,


__ADS_3

Fandi yang melihat Delia hanya diam saja langsung mengernyitkan dahinya,, lalu kembali fokus menyetir mobil.


Delia kok diam saja? apa jangan-jangan dia tertekan lagi duduk di samping aku begini,, atau jangan-jangan dia lagi ada masalah? batin Fandi penuh tanda tanya.


"Delia kamu kenapa? lagi ada masalah yah? kok kamu diam saja?" ucap Fandi sambil melirik sebentar ke arah Delia lalu kembali fokus menyetir.


Delia sedikit terlonjak kaget begitu mendengar ucapan Fandi yang tiba-tiba.


"Tuh kan kamu sampai terkejut gitu? ayo katakan sama aku,, kamu kenapa? lagi ada masalah yah? ceritakan saja padaku aku pasti akan siap membantu untuk menyelesaikan masalah kamu,," ucap Fandi lagi yang membuat Delia benar-benar sangat beruntung bisa mendapatkan perhatian seperti itu dari Fandi.


Ya ampun Delia jangan baper,, kak Fandi itu memang baik orangnya dan juga sangat perhatian,, ingat dia bukan milik kamu,, kalian hanya pacaran pura-pura,, kalian hanya rekan saja,, hmmm sangat beruntung wanita yang bisa bersama dengan kak Fandi nantinya,, seandainya wanita itu adalah aku,, akhh apaan sih pikiran aku ini,, batin Delia sambil melihat Fandi.

__ADS_1


"Delia kok masih diam saja,, aku nggak enak nih ngajakin kamu pergi jalan-jalan kalau kamu sedang ada masalah,, nanti yang ada kamu nggak senang-senang disana," ucap Fandi lagi yang benar-benar khawatir pada Delia.


"Aku nggak ada masalah kok,, aku hanya memikirkan saja ucapan-ucapan apa nantinya dan aku mesti gimana nantinya bersikap di depan yang lainnya,, kan kita pacaran pura-pura,, jadi aku harus benar-benar bisa terlihat natural seperti orang pacaran pada umumnya,, apalagi ini cukup lama waktunya bersama dengan mereka,, karena kalau tidak seperti itu bisa-bisa mereka curiga akan hubungan kita ini,, makanya dari tadi aku diam,, karena memikirkan hal itu,," ucap Delia sambil melihat Fandi yang sedang fokus menyetir mobilnya.


Fandi pun tersenyum begitu mendengar ucapan Delia.


Kak Fandi semakin tampan saja kalau tersenyum,, akhh kok bisa pria setampan ini jomblo yah? batin Delia yang benar-benar terpesona pada Fandi.


"Emmm baiklah kak," ucap Delia lagi.


Huuffffff untung saja kak Fandi percaya dengan alasan aku,, aku diam sejak tadi kan karena aku sangat deg-degan berada di samping dia dengan waktu yang cukup lama seperti ini,, batin Delia merasa lega.

__ADS_1


Anak buah Aldi sedang menyelidiki anak buah Gracia.


Sementara Fandi langsung teringat dengan penjagaan yang dia perintahkan kepada anak buahnya.


Hmmm sepertinya tidak ada masalah karena sejak tadi tidak ada panggilan masuk maupun pesan,, batin Fandi sambil melirik ponselnya sebentar yang sejak tadi ponsel itu hanya diam saja,, tidak berdering sekali pun.


Sementara Aldi terus menunggu kabar dari anak buahnya.


"Kak Aldi jangan terlalu banyak pikiran,, ayo nikmati perjalanan ini,, dan juga liburan ini yah,, jangan pikirkan yang macam-macam,, karena pasti itu semua hanya kekhawatiran kak Aldi saja," ucap Ana yang tau betul bagaimana sifat Aldi.


Kamu hanya tidak tau saja Ana bagaimana orang bisa tega padamu jika kau lengah sedikit saja,, kamu terlalu polos Ana,, batin Aldi.

__ADS_1


"Hmm permainan masih berada dibawah kendali ku,," ucap Gracia.


__ADS_2