
"Tidak sama sekali Nona,," ucap anak buah Rafa cepat.
"Lalu kenapa kamu bicara seperti itu,, aku mana mungkin sih bervirus," ucap Citra lagi.
"Oke Nona tidak bervirus,, jadi Nona diam saja dulu aku periksa lalu Nona silahkan masuk ke dalam rumah tuan Rafa apabila Nona tidak berbahaya,," ucap anak buah Rafa.
"Hem,, hem,, hem,, iyalah aku tidak berbahaya sama sekali,," ucap Citra lagi.
"Udah Cit,, diam saja biar dia mengerjakan tugasnya lalu kita masuk ke dalam rumah,," ucap Rara.
"Baiklah Ra,,, ayo cepat ganteng lakukan tugas kamu,," ucap Citra sambil tersenyum centil pada anak buah Rafa.
Anak buah Rafa dengan segera melakukan tugasnya.
"Oke,, Nona bisa masuk," ucap anak buah Rafa pada akhirnya.
"Tuh kan,, apa aku bilang,,, ya udah aku masuk dulu yah,, kamu nggak mau ikut?" tanya Citra.
"Tidak Nona,, saya akan disini saja,, di dalam lain lagi yang punya tugas,,, saya tugasnya di bagian ini," ucap anak buah Rafa lagi.
"Ya ampun Ra,, gila benar masih ada lagi ternyata,,, wah Rafa emang sangat menjaga kamu yah,, enak banget kamu Ra punya suami seperti Rafa yang perhatian dan sangat mencintai kamu," ucap Citra.
"Udah Cit jangan bicara seperti itu,, aku jadi malu," ucap Rara sambil tersenyum.
"Ayo kita masuk nggak usah gangguin dia lagi,, kasian dia kamu gangguin terus," ucap Rara sambil melihat anak buah Rafa.
Iya Nyonya anda benar sekali,, bawalah wanita ini jauh-jauh dari aku,, batin anak buah Rafa.
"Ya ampun Ra,, yang ada bagus kali masa kasian sih," ucap Citra sambil mengikuti Rara melangkah karena Rara sedang menggandeng tangannya.
"Bagus apanya,, kamu nggak lihat apa ekspresi dia seperti sedang melihat hantu saja," ucap Rara lalu tertawa.
"Hantu cantik lebih tepatnya," ucap Citra sambil tersenyum.
"Mana ada hantu cantik Cit,," ucap Rara sambil menggelengkan kepalanya.
Sedangkan Citra langsung melihat-lihat di sekeliling rumah Rara dan Rafa yang benar-benar sangat mewah,, memang benar yang dikatakan anak buah Rafa kalau di dalam ada lagi yang bertugas. Citra hanya geleng-geleng kepala saja.
"Ra rumah kamu bagus banget,,, si Rafa kaya banget yah," ucap Citra.
"Apaan sih Cit,, biasa aja kok,, dan kalau kaya memang Rafa itu kaya sih,, banyak banget uang dia,,, punya rumah segede ini dan yang tinggal hanya aku dan dia beserta yang dia pekerjakan kayak sayang banget gitu sama rumah segede ini,, dan aku juga takut kesasar di dalam rumah ini,," ucap Rara lalu tertawa.
"Hahaha untung ada banyak anak buah Rafa kan di rumah ini,, jadi kamu nggak bakalan kesasar deh,,, lagian Ra,, nanti akan ada anak kalian jadi udah bagus lah Rafa menyiapkan rumah segede ini,," ucap Citra.
Rara pun hanya tersenyum begitu Citra membahas anak,, karena dia sebenarnya juga sudah tidak sabar ingin memiliki anak.
"Kenapa senyum-senyum kamu?" tanya Citra.
"Belum gila kan?" ucap Citra lagi lalu tertawa.
__ADS_1
"Belum lah Cit,, aku hanya pengen senyum aja,, oh iya aku mau ke kantor Rafa loh untuk membawa makan siang,, kamu beneran nih mau ikut?" tanya Rara.
"Iya Ra,, aku mau ikut kemanapun kamu pergi,,, daripada sendiri iyakan,, lebih baik aku ikut kamu saja,," ucap Citra.
"Oke kalau begitu,, aku mau masak dulu tapi," ucap Rara.
"Ya udah ayo kita masak,, aku ikut juga tapi sepertinya aku bantu liatin aja karena takut akan merusak cita rasa dari masakan kamu,, itukan buat Rafa jadi pasti kamu yang paling tau banget dengan yang disukai Rafa,," ucap Citra lagi.
"Kamu nggak bakalan merusaknya kok Cit," ucap Rara sambil berjalan ke dapur dan Citra pun mengikuti Rara.
"Jangan sampai aja Ra,," ucap Citra lagi.
"Kamu masakin aja kalau gitu buat Fandi,," goda Rara sambil menahan tawanya.
"Isshh malas banget Ra,, dia juga pasti nggak bakalan mau menerima masakan dari aku,, yang ada dia bakalan hina dan berpikiran macam-macam sama aku,, hemm ogah banget Ra,," ucap Citra sambil mengingat wajah mengesalkan Fandi.
"Fandi nggak seperti itu kok,, pasti dia akan menghargai pemberian dari kamu,, apalagi kalau makanan dia pasti akan menghargai banget loh,, Fandi itu baik Cit,,, bahkan sangat baik,, percaya deh sama aku,, karena aku tuh nggak lagi melebih-lebihkan,," ucap Rara kepada Citra.
"Iya mungkin dia baik Ra karena dia aja bisa dekat banget dengan Rafa dan kamu,, tapi sama aku dia itu jahat Ra,, ngeselin,, jadi aku malas berurusan dengan dia karena dia selalu mikir macam-macam sama aku," ucap Citra.
Rara hanya menggelengkan kepalanya begitu mendengar ucapan Citra,, sambil mulai membuatkan makan siang untuk Rafa.
Sedangkan Rafa yang masih belum tenang mengenai kedatangan Citra di rumahnya karena dia masih curiga,, memutuskan untuk menelepon Aldi,, untuk memastikan semuanya mengenai yang diucapkan Citra.
Aldi yang sedang bekerja juga di ruangannya mengernyitkan keningnya bingung begitu melihat nama kontak Rafa yang meneleponnya.
Lalu Aldi pun segera mengangkat panggilan telfon dari Rafa.
"Halo pak Rafa,, ada apa? ada yang bisa saya bantu pak?" ucap Aldi dari balik telfon yang membuat Rafa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya begitu mendengar ucapan asal Aldi itu.
"Nggak usah lebay kamu Al,, kamu lagi dimana sekarang?" tanya Rafa.
"Di kantor,, kenapa memangnya Rafa?" tanya Aldi.
"Emang kamu udah sehat betul?" tanya Rafa.
"Iya dong,, kalau belum sehatkan nggak mungkin ke kantor pak Rafa,, ada apa yah pak Rafa menelepon aku?" tanya Aldi lagi.
"Nggak usah lebay deh Al,," ucap Rafa lagi.
"Iya-iya,," ucap Aldi sambil tersenyum.
"Lalu kenapa kamu nelfon? pasti ini penting kan?" ucap Aldi lagi.
"Ana kemana sih?" tanya Rafa yang sudah yakin Aldi pasti tau tentang keberadaan Ana karena Rafa tau bagaimana Aldi sangat menjaga adiknya.
"Hah nggak salah nih kamu nanyain Ana tumben banget,, kenapa memangnya?" tanya Aldi heran.
"Astaga Aldi tinggal kamu jawab dulu pertanyaan dari aku,, nggak usah nanya balik bisa nggak," ucap Rafa lagi.
__ADS_1
"Hemm kan nggak biasanya Rafa makanya aku nanya balik sensitif amat,, Ana lagi nggak di rumah sekarang dia lagi di rumah ibu-ibu yang di kenal anak di Mall,, jadi intinya dia nggak lagi di rumah sekarang," ucap Aldi.
"Hah rumah ibu-ibu?" ucap Rafa untuk memastikan pendengarannya.
"Iya Rafa,, kenapa sih memangnya?" tanya Aldi penasaran.
"Hemm ini si Citra ada di rumah aku sekarang lagi ketemu sama istri aku,, kan kamu tau sendiri Citra seperti apa sama istri aku,, aku hanya nggak mau saja istriku nanti kenapa-kenapa," ucap Rafa.
"Oh Citra,, hemm sepertinya dia nggak bakalan macam-macam kok,, dia udah berubah sekarang,, sepertinya sih gitu, jadi nggak usah terlalu pikirkan,, lagian di rumah kamu pasti Rara nggak sendirian kan?" ucap Aldi lagi.
"Iya sih,, tapi aku takut saja jangan sampai Citra macam-macam pada istriku,, kamu tau sendirilah istriku itu bagaimana,, dia nggak pernah lihat orang itu jahat sekali pun dia udah di jahati sama orang," ucap Rafa.
"Iya sih Rafa,, Rara memang seperti itu,, tapi sudahlah nggak usah mikir macam-macam dia pasti nggak bakalan kenapa-kenapa kok,, Citra nggak seperti dulu lagi,, sepertinya dia udah insaf," ucap Aldi.
"Hem semoga saja,, tadinya aku pikir dia bohong mengenai Ana yang lagi nggak ada di rumah,, tapi ternyata dia nggak bohong,, okelah aku percaya dia sedikit,," ucap Rafa lagi.
"Iya Rafa,,, lagian kalau Citra berani macam-macam pada Rara,, tenang saja aku akan turun tangan langsung untuk menangani itu semua,," ucap Aldi lagi.
"Okelah,, aku tutup dulu telfonnya yah," ucap Rafa.
"Oke," ucap Aldi juga.
Rafa pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Aldi lalu segera kembali masuk ke dalam ruangan rapat yang sempat tertunda tadi.
Sementara di rumah Rara dan Rafa.
"Ra kok kamu bisa sih sampai menikah dengan Rafa dan membuat Rafa mencintai kamu seperti sekarang ini? karena kalian kan di jodohkan,," ucap Citra tiba-tiba sambil menemani Rara memasak.
Rara pun tampak berpikir untuk menjawab pertanyaan Citra.
"Aku juga nggak tau sih Cit,, aku saja nggak tau kenapa Rafa bisa mencintai aku,, dan sebenarnya yah aku duluan yang mengungkapkan perasaan aku sama Rafa," ucap Rara sambil mengingat kejadian dimana dia mengungkapkan perasaannya pada Rafa.
"Tapi kata Rafa sih sebenarnya dia udah cinta duluan sama aku hanya belum mengungkapkannya saja semua itu karena Gracia yang perlu dia urus dulu,, demi kebaikan aku juga katanya,, hanya kan sama saja aku duluan yang mengungkapkan perasaan ku pada dia,," ucap Rara sambil mengingat perjalanan kisah cintanya dengan Rafa yang tidak semulus orang bayangkan.
"Mungkin karena kamu beda kali yah Ra,, kamu menikah sama dia dan menerima dia apa adanya,, dan juga kamu orangnya baik makanya nasib kamu juga baik," ucap Citra.
"Apaan sih Cit,, lebay banget,," ucap Rara malu begitu Citra memuji dirinya.
"Nggak lebay Ra,, memang itu kenyataannya kok," ucap Citra lagi.
"Aku juga mau jadi orang baik sekarang supaya nasib aku baik," ucap Citra lalu tertawa dan Rara pun ikut tertawa sambil menggelengkan kepalanya begitu mendengar ucapan Citra.
Ada-ada saja Citra,, batin Rara.
Sementara di tempat Zahra,,, Fania masih bolak-balik karena menunggu kabar dari anak buah Zahra yang belum mengasih informasi juga mengenai keberadaan Reno sekarang,, padahal dia sudah sangat penasaran dimana Reno berada sekarang.
"Zahra lama banget sih anak buah kamu ngasih informasi nya," ucap Fania.
"Hemm sabar dong Fania,, aku kan belum lama habis telfon dia,," ucap Zahra sambil melihat Fania.
__ADS_1