
Kenapa perasaan aku jadi nggak enak gini yah? sepertinya ada yang aneh dengan kendaraan itu,, batin Aldi yang terus melihat ke mobil itu.
"Kak Aldi lagi lihatin apa?" tanya Ana yang melihat Aldi yang sedang duduk di belakang tampak sedang memperhatikan sesuatu.
"Mobil itu,, kok aku rasa aneh yah,, sepertinya ada yang nggak beres," ucap Aldi.
Ana pun ikut melihat sebentar.
"Mungkin itu hanya perasaan kak Aldi saja,, nggak ada yang aneh kok kak," ucap Ana.
Reno pun hanya diam saja karena dia fokus menyetir mobil.
"Hmm entahlah,," ucap Aldi lagi.
Aku mesti menyelidikinya,, batin Aldi lalu segera mengirim pesan kepada salah satu anak buahnya.
__ADS_1
Sementara Gracia yang selalu waspada tetap fokus menyetir mobilnya,, tanpa ingin membuat yang lain curiga.
Gracia sudah yakin bahwa akan ada penjagaan yang disiapkan oleh Rafa maupun yang lainnya,, makanya dia sengaja menyuruh salah satu anak buahnya bergerak mencurigakan hingga nanti anak buahnya akan diselidiki.
Supaya konsentrasi mereka terfokus pada anak buahnya dan Gracia bisa bebas dari pantauan Rafa dan yang lainnya.
Hmmm aku yakin sebentar lagi pasti akan ada anak buah mereka yang memantau kamu,, hmmm cara menghadapi mereka hanya dengan aku harus lebih pintar dari mereka,, batin Gracia sambil tertawa jahat di dalam hatinya.
"Rara,, bagaimana pun caranya kamu harus pisah dengan Rafa,, lalu aku yang akan berada di samping Rafa,, yah meskipun sebagai Felly bukan Gracia lagi,, yang penting Rafa bisa bersama aku lagi,," ucap Gracia lalu tertawa mengerikan di dalam mobilnya.
Rara dan Rafa yang berada di dalam mobil tampak sangat menikmati perjalanan mereka. Rafa terus tersenyum sambil sesekali memandangi wajah Rara. Entah kenapa Rafa sangat ingin terus melihat wajah Rara.
Rara yang menyadari Rafa yang seperti itu hanya senyum malu-malu saja.
"Fokuslah menyetir mobil,, jangan sesekali lirik-lirik kesini terus,, kan aku malu," ucap Rara sambil melihat Rafa.
__ADS_1
Rafa langsung tersenyum begitu mendengar ucapan Rara.
"Ihh senyum-senyum lagi," ucap Rara sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kamu ini masih saja malu,, aku kan suami kamu,, aku tuh lirik-lirik ke kamu karena kamu makin hari makin cantik saja,, istri ku emang paling bisa membuat aku ketar-ketir,, jangan sampai yah sebentar ada yang melirik kamu selain aku,,," ucap Rafa sambil melirik ke arah Rara sebentar lalu kembali fokus menyetir mobil.
Rara yang mendengar ucapan Rafa langsung tertawa membuat Rafa mengernyitkan dahinya bingung.
"Istriku sayang apa yang lucu? kok kamu malah tertawa sih?" ucap Rafa sambil melirik sebentar kepada Rara.
"Yah kata-kata kamu yang lucu,, aku mana ada cantik,, dan siapa juga sih yang mau melirik aku,, yang ada malah kamu sebentar yang menjadi pusat perhatian,,, tak sadar kah kau suamiku sayang,, bahwa diluaran sana banyak wanita yang membenci aku,, banyak wanita yang ingin berada diposisi aku,, jadi akulah yang ketar-ketir," ucap Rara sambil tersenyum melihat Rafa.
"Hmmm massa sih,," ucap Rafa.
Sementara di mobil Fandi,, ada Delia yang benar-benar deg-degan berada di samping Fandi.
__ADS_1