
"Cit kamu jangan menggoda dia dong,, dia itu sangatlah datar,, datar banget, walaupun kamu kedipin mata begitu nggak bakalan ngaruh sama dia,," bisik Rara pada Citra,, yang membuat anak buah Rafa menjadi ingin tau tapi sayangnya dia tidak bisa mendengar apapun yang diucapkan Rara.
Mereka lagi ngomongin apa yah,,, jangan-jangan mereka lagi membicarakan yang tidak-tidak atau sedang merencanakan yang tidak-tidak karena aku terlalu ketat dalam mengawasi,, tapi ini semua kan sesuai dengan perintah tuan Rafa,, jadi aku nggak salah dong,, aku hanya mengikuti perintah tuan Rafa saja karena kalau aku nggak becus kerjanya bisa-bisa aku langsung dipecat dong,, masih untung kalau cuma dipecat aja tapi kalau di buat menderita,, hemm jangan sampai dehh,, batin anak buah Rafa.
"Udahlah tenang aja Ra,, dia walaupun datar tapi normal kan?" bisik Citra juga pada Rara.
"Hah,, normal gimana maksud kamu?" tanya Rara bingung.
"Dia masih suka sama wanita kan,, bukan suka sama laki-laki?" tanya Citra.
Rara pun tampak berpikir sambil melihat anak buah Rafa.
Hah!! pasti dia masih suka sama wanita,, kan nggak mungkin suami ku mempekerjakan pria yang suka sama sesama pria,, bahaya dong buat Rafa,, kalau dia disuka kan bisa gawat,, batin Rara yang tidak bisa membayangkan jika Rafa di suka dengan pengawal yang sedang berdiri di hadapannya ini.
"Iya dong dia masih suka sama wanita,, nggak mungkin banget dia suka sama pria," ucap Rara.
"Nah berarti bagus dong,, mau dia datar kayak bagaimana pun kalau dia masih normal ada kemungkinan dia akan suka sama aku," ucap Citra dengan penuh percaya dirinya.
"Gila kamu yah Cit,, udah nggak usah mikir macam-macam kamu,," bisik Rara.
"Maaf Nyonya dan Nona,, apa bisa saya menelepon tuan Rafa sekarang?" tanya anak buah Rafa karena dia melihat sepertinya Rara dan Citra masih lumayan lama akan berhenti saling bisik-bisik di depan dia.
"Ehhh tentu boleh dong,, ayo telfon bos kamu sekarang yah ganteng,," ucap Citra sambil tersenyum centil pada anak buah Rafa.
Rara hanya berusaha menahan tawanya begitu melihat ekspresi anak buah Rafa ketika di goda dengan Citra.
"Iya Nona,," ucap anak buah Rafa sambil bergidik ngeri lalu segera mengambil ponselnya dan menelepon Rafa.
Rafa yang sedang memimpin rapat dadakan yang dia adakan mendadak berhenti berbicara begitu mendengar bunyi ponselnya.
Para karyawan yang berada di dalam ruangan itu sedikit panik begitu mendengar bunyi ponsel,, karena mereka pikir itu salah satu dari mereka yang bunyi ponselnya,, mereka takut akan terkena marah semua jika ada salah satu yang membuat kesalahan,, tapi beruntung ternyata ponsel Rafa yang berdering,, itu membuat mereka sedikit bernafas lega,, karena terbebas sementara dari ketegangan di dalam ruangan rapat itu.
Rafa dengan segera melihat siapa yang meneleponnya dan langsung mengernyitkan keningnya begitu melihat ternyata panggilan telfon dari anak buah yang menjaga istrinya.
"Fandi,,, gantikan aku sementara dulu,, ini telfon penting,," ucap Rafa kepada Fandi.
"Oke," ucap Fandi.
Rafa segera berjalan ke luar dari dalam ruangan khusus rapat itu lalu berjalan menuju ruangannya sambil mengangkat panggilan telfon dari anak buahnya.
"Halo ada apa?" tanya Rafa langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari anak buahnya.
"Istriku tidak kenapa-kenapa kan?" tanya Rafa lagi walaupun pertanyaan sebelumnya belum dijawab.
Tuh kan tuan Rafa sangat menjaga istrinya,, batin anak buah Rafa.
"Emm iya tuan,, Nyonya muda tidak kenapa-kenapa kok," jawab anak buah Rafa.
__ADS_1
Citra langsung melihat ke Rara sambil tersenyum begitu mendengar ucapan anak buah Rafa,, sedangkan Rara hanya mendengarkan saja.
"Syukurlah,, lalu kenapa kamu menelepon aku, apa ada yang dia inginkan?" tanya Rafa lagi.
"Tidak juga tuan,, tapi ini dia kedatangan temannya tuan,," ucap anak buah Rafa yang membuat Rafa langsung mengernyitkan keningnya.
"Teman?" ucap Rafa untuk memastikan pendengarannya.
Perasaan istriku itu punya teman dekat hanyalah Fandi,, tapi Fandi sekarang lagi di sini sedang memimpin rapat,, lalu teman siapa yang di maksud,, batin Rafa.
"Iya tuan teman,," jawab anak buah Rafa.
"Teman siapa?" tanya Rafa.
"Namanya siapa?
"Cowok atau cewek?" tanya Rafa lagi.
"Cewek tuan sekarang wanita ini dan Nyonya muda sedang berada di hadapan aku,, nama wanita..," ucap anak buah Rafa yang tidak sampai selesai karena Citra lebih dulu berbicara.
"Nih aku Citra,, kamu tau aku kan Rafa?" ucap Citra yang tentu masih di dengar oleh Rafa.
Rafa lagi-lagi mengernyitkan dahinya begitu mendengar suara Citra,, dia tidak menyangka kalau Citra akan berada di rumahnya sekarang bersama istrinya,, Rafa sebenarnya masih belum terlalu percaya pada Citra. Dia hanya takut salah . mempercayai orang.
"Citra ngapain bertemu dengan istri aku,, coba berikan ponsel kamu pada Citra,, aku mau bicara dengan dia," ucap Rafa kepada anak buahnya sambil dia duduk di kursi kebesarannya.
"Tuan Rafa mau bicara dengan kamu,," ucap anak buah Rafa sambil memberikan ponselnya pada Citra.
Citra dengan segera mengambil ponsel itu,, sambil menyentuh sedikit tangan anak buah Rafa,,, Rara hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Citra sedangkan anak buah Rafa langsung menjauhkan tangannya dari jangkauan Citra.
"Halo Rafa,," ucap Citra dari balik telfon.
"Halo Citra,, kamu kenapa ke rumah aku? nggak seperti biasanya?" tanya Rafa langsung begitu dia mendengar sudah Citra yang berbicara.
"Yah nggak kenapa-kenapa Rafa,, aku hanya bosan saja di rumah Aldi,, jadi aku kesini deh untuk bertemu dengan istri kamu,, biar ada temannya gitu,," ucap Citra.
"Hah,, Ana kemana memangnya?" tanya Rafa yang teringat dengan Ana,, adik Aldi,, dia tau Ana pasti akan selalu bersama dengan Citra.
"Ana lagi nggak ada di rumahnya,, dia lagi ada urusan makanya aku bosan,, dan akhirnya aku menelepon Rara,, terus Rara juga mau aku ke rumah kalian,, jadi aku datang deh sekarang,, tapi aku harus melewati beberapa tahap dulu supaya bisa masuk ke dalam rumah kamu,, sungguh kasihan sekali diriku ini padahal tujuan aku datang kesini itu baik-baik,, hanya ingin mendapat teman ngobrol sekaligus bertemu dengan istri kamu," ucap Citra.
"Yah aku melakukan semua itu hanya untuk keselamatan istriku,, aku hanya nggak mau saja kejadian sebelumnya terjadi pada istriku lagi makanya aku seperti sekarang ini pada dirinya,, apalagi sekarang hubungan aku dan dia sudah di tau dengan publik,, jadi pasti semakin banyak pula yang iri pada dia jadi aku harus ekstra menjaga dia," ucap Rafa.
"Iya aku mengerti kok Rafa, tapi kamu nggak kepikiran macam-macam kan sama aku,, aku nggak ada niatan untuk macam-macam kok sama Rara,, aku sangat serius mengatakan ini,," ucap Citra.
"Yang benar saja kamu?" ucap Rafa.
"Iya dong,, percayalah padaku,, aku nggak akan macam-macam pada Rara istri kesayangan kamu ini,, jadi izinkan aku masuk dong ke dalam rumah kamu,, aku datang tapi masih di luar nih,, karena anak buah kamu tidak mengizinkan aku masuk sebelum mendapatkan izin dari kamu,," ucap Citra.
__ADS_1
"Hemm iya dong,, karena aku gaji dia begitu,, dia harus menjaga rumah dan menjaga istriku,, sekarang berikan ponsel itu pada istriku,," ucap Rafa.
"Ra,, ini suami kamu mau bicara sama kamu,," ucap Citra sambil memberikan ponsel anak buah Rafa kepada Rara.
Rara dengan segera mengambil ponsel itu.
"Halo,," ucap Rara.
"Halo sayang,, kamu beneran tuh mau bersama Citra,, kamu yakin nggak bakalan kenapa-kenapa kalau sama dia?" ucap Rafa langsung begitu Rara selesai bicara.
Astaga suami aku ini,, apa yang sedang ada di pikiran dia,, kok dia mikirnya seperti itu,, memang Citra mau apain aku juga coba,, hem,, hem,, hem,, batin Rara.
"Iya dong,, yakin sayang,,, lagian Citra kenapa sih,, dia hanya lagi butuh teman saja kok karena dia kesepian,,," ucap Rara.
"Biarkan dia masuk yah," ucap Rara lagi.
"Baiklah sayang,, aku hanya takut saja kok dia ada niatan jahat sama kamu kan kamu tau sendiri waktu itu Citra sepertinya tidak suka sama kamu,, makanya aku nggak bisa terlalu percaya sama dia," ucap Rafa.
"Udah nggak kok,, kamu fokus kerja saja lagi yah nggak usah mikir macam-macam,," ucap Rara.
"Iya kalau gitu sayang,, sekarang berikan ponselnya pada anak buah aku,, aku mau bicara dengan dia," ucap Rafa lagi.
Rara dengan segera mengembalikan ponsel anak buah Rafa.
"Suamiku mau bicara lagi dengan kamu," ucap Rara sambil memberikan ponsel anak buah Rafa.
Anak buah Rafa segera mengambil ponselnya kembali lalu bicara lagi dengan Rafa.
"Halo tuan," ucap anak buah Rafa.
"Halo,, kamu biarkan saja Citra masuk tapi periksa lebih dulu,, jangan sampai ada sesuatu yang berbahaya dia bawa untuk bertemu dengan istriku," ucap Rafa memberikan perintah.
"Baik tuan,," ucap anak buah Devan.
"Oke,, aku tutup dulu telfonnya,,," ucap Rafa lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan anak buahnya lalu kembali ke ruangan rapat.
"Gimana? aku diizinkan masuk,, iya kan?" tanya Citra sambil mendekat kepada anak buah Rafa yang langsung membuat anak buah Rafa menjauh sedikit secara perlahan-lahan.
Duh wanita ini benar-benar sangat menakutkan,, kenapa dia dekat-dekat aku sih,, batin Anak buah Rafa.
Rara yang melihat Citra hanya berusaha menahan tawanya saja,,, sambil melihat kasihan pada anak buah Rafa.
Citra ini sengaja banget ngerjain anak buah Rafa,, kan kasihan lihat dia seperti ketakutan pada Citra,, batin Rara lalu tertawa di dalam hatinya.
"Iya Nona di izinkan masuk tapi harus aku periksa dulu,, Nona tenanglah disitu jangan dekat-dekat terus karena jangan sampai Nona bervirus," ucap anak buah Rafa.
Hahaha sampai-sampai dia di kira bervirus,, batin Rara.
__ADS_1
"Ya ampun mana ada sih wanita secantik aku itu bervirus ada-ada saja kamu, kamu itu lagi berusaha merayu aku yah?" ucap Citra.