Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Benar-benar bingung


__ADS_3

Rara benar-benar terkejut mendengar ucapan manajer itu, karena seingat dia, dirinya tidak punya kesalahan apapun mengapa langsung di pecat saja.


"Saya di pecat pak?" Tanya Rara ulang untuk memastikan ucapan manajer restoran itu.


"Iya Rara" Jawab manajer itu dengan wajah sedih karena sebenarnya manajer itu tidak tega untuk memecat Rara, mengingat Rara yang sangat rajin dan juga semangat dalam bekerja serta sebisa mungkin Rara tidak melakukan kesalahan membuat manajer itu sangat susah untuk melepaskan karyawan seperti Rara tapi apa boleh buat itu adalah kemauan Rafa, manajer itu tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti kemauan Rafa, orang yang mempunyai restoran itu.


Sebenarnya saya bingung dengan bos bukannya dia sangat mati-matian membela Rara waktu itu bahkan dia bilang bahwa Rara itu adalah kekasihnya dan kita harus baik-baik memperlakukan Rara, tapi sekarang kok malah memecat Rara sih mana Rara juga kasian kehidupannya, apa ini karena wanita tadi sehingga Rara di pecat, apa bos dan Rara sudah putus padahal cantikan Rara daripada wanita yang bersama bos tadi, aku ingin sekali menanyakannya pada Rara tapi Rara tidak tahu apa-apa batin manajer itu.


Sebelum Rara ke restoran, Rafa sudah datang lebih dulu ke restoran untuk memberitahu manajer restoran itu secara langsung agar memecat Rara dan Rafa juga menyuruh manajer restoran itu untuk memberikan Rara pesangon yang banyak, setelah itu Rafa pergi bersama Gracia dan manajer restoran itu sempat melihat Gracia yang tampak tak ikhlas naik motor bersama Rafa.


"Pak salah saya apa? kenapa langsung di pecat, saya hanya mengharapkan kerjaan disini pak, tolong jangan pecat saya, saya akan bekerja dengan lebih baik lagi pak" Ucap Rara berusaha meminta kepada manajer itu agar dirinya tak di pecat dan berusaha menahan air matanya.


Manajer itu pun benar-benar sangat kasian kepada Rara bahkan sangat tak tega melihat Rara orang yang baik di perlakukan seperti ini tapi apa boleh buat dia juga di suruh oleh bosnya.


"Maaf Rara ini juga bukan kemauan saya Rara, kamu memang adalah salah satu karyawan yang baik di restoran ini serta kamu tidak memiliki kesalahan tapi saya tidak bisa untuk tidak memecat kamu Rara karena ini kemauan bos, orang yang mempunyai restoran ini jadi saya tidak bisa berbuat apa-apa Rara, sekali lagi maafkan saya" Ucap manajer restoran itu yang tampak sangat kasian kepada Rara dan juga tak tega.


"Apa saya bisa bertemu dengan orang yang memiliki restoran ini? saya ingin menanyakan langsung apa kesalahan saya pak kenapa saya langsung di pecat" Ucap Rara.


"Maaf Rara bos tidak mau bertemu dengan karyawannya, dia orangnya tidak mau di tahu bahkan karyawan disini pun tak pernah bertemu dengan bos, hanya saya saja yang bertemu dengannya tapi bos tahu setiap karyawannya di restoran ini dan mungkin kamu secara tidak sengaja berbuat kesalahan kepada bos yang tidak kamu sadari itulah sehingga bos memecat kamu secara tiba-tiba begini" Ucap manajer restoran itu berusaha bohong kepada Rara, padahal hanya Rara saja karyawan di restoran itu yang tidak tahu bahwa Rafa adalah pemilik restoran itu.

__ADS_1


Rara pun mengernyitkan keningnya bingung setelah mendengar ucapan manajer restoran itu, karena seingat Rara dia tidak berbuat kesalahan kepada orang lain secara tidak sengaja dan juga bos yang tidak mau bertemu karyawannya.


"Tapi pak saya tidak pernah berbuat kesalahan kepada orang lain akhir-akhir ini dan juga apakah bertemu sekali saja tidak bisa pak?" Tanya Rara masih dengan usahanya.


"Maaf Rara tidak bisa dan tadi itu saya hanya asal bilang Rara karena siapa tahu saja, dan ini uang pesangon kamu Rara" Ucap manajer itu sambil memberikan amplop kepada Rara.


Rara pun tak punya pilihan lain lagi selain pasrah sama takdir hidupnya yang harus di pecat tanpa tahu apa kesalahannya dan mengambil uang pesangon itu.


"Baiklah kalau begitu pak, saya pamit dulu dan terima kasih pernah menerima saya kerja disini serta menjadi bos yang baik kepada saya selama bekerja disini" Ucap Rara sambil menjabat tangan manajer restoran itu.


"Iya Rara maaf yah Rara saya tidak bisa membantu kamu" Ucap manajer restoran itu.


Ya Allah gimana ini kalau aku di pecat dari restoran ini, aku harus kerja dimana, sekarang susah banget cari kerjaan yang cocok dengan aku yang sambil kuliah begini semoga uang pesangon ini cukup buat aku sebelum mendapatkan pekerjaan baru yang cocok dengan aku yang kuliah ini batin Rara di depan ruangan manajer itu sambil melihat isi dari amplop yang di pegangnya.


Rara pun sangat terkejut melihat isi amplop itu yang sangat banyak melebihi dari gaji pesangon yang di ketahui Rara, Rara pun mengetuk kembali ruangan manajer itu, dan dia pun masuk.


Manajer restoran itu mengernyitkan keningnya melihat Rara kembali namun dia tetap mempersilahkan Rara duduk.


"Ada apa Rara?" Tanya manajer itu setelah Rara duduk.

__ADS_1


"Ini pak, apa ini uangnya tidak terlalu banyak, mungkin disini ada kesalahan pak, coba bapak hitung kembali dan berikan saya sesuai dengan gaji pesangon saya" Ucap Rara sambil memberikan kembali amplop kepada manajer itu.


Manajer itu pun tersenyum lalu memberikan kembali amplop itu kepada Rara tanpa mengurangi sedikit pun isinya.


"Itu memang yang telah di berikan oleh bos Rara, jadi ambil saja itu semua tidak ada kesalahan sedikit pun, kamu tenang saja uang itu memang untuk kamu" Ucap manajer restoran.


Rara pun masih bingung namun dia tidak bisa juga mengembalikan karena manajer itu tak mau menerima lalu Rara pun pamit untuk pulang.


Sebelum ke luar restoran Rara melihat-lihat ke dalam restoran mencari keberadaan Rafa. Namun Rara tidak melihat Rafa di sekitaran restoran itu, Rara pun keluar dan melihat di parkiran mencari-cari motor Rafa namun dia tidak melihat motor Rafa.


Apa Rafa tidak masuk kerja lagi, gimana kalau dia di pecat seperti aku ini, dia akan kesusahan nantinya, apa dia tidak masuk kerja karena telfonannya tadi batin Rara merasa sedih.


Rara pun mengendarai motornya tak tentu arah sambil memikirkan cara untuk menyambung hidup karena dia tidak mau terlalu bergantung kepada Rafa, karena nantinya dia tidak akan bersama Rafa terus jadi dia harus memiliki pekerjaan dan juga Rara berusaha keras untuk membuat hatinya biasa saja walaupun nanti dia akan melihat Rafa bahagia dengan wanita pilihannya.


Rara pun melihat taman, dia pun memutuskan untuk singgah duduk di taman.


"Ya Allah dimana aku harus mencari pekerjaan dalam waktu dekat, yang cocok dengan aku yang kuliah begini, aku benar-benar bingung sekarang" Ucap Rara setelah cukup lama duduk di taman dan melamun.


Tiba-tiba ada yang memegang bahu Rara membuat Rara tersentak kaget dan melihat orang yang memegang bahunya.

__ADS_1


__ADS_2