
Fandi dan Aldi sedikit terkejut mendengar ucapan Rafa apalagi Rara dialah orang yang paling terkejut.
"Rafa loe yakin bukannya loe nggak mau?" tanya Fandi.
"Iya gue yakin, gue nggak mau waktu itu karena gue mau mencari istri yang cocok dulu, sekarang gue udah punya" ucap Rafa.
"Bohong, bukannya waktu itu karena loe masih belum move on yah" ledek Aldi.
"Sembarangan ajah loe kalau bicara untuk yah loe lagi sakit" ucap Rafa.
"Iya makanya gue berani" ucap Aldi.
"Sudah jangan bertengkar dulu nanti kalau sudah sehat baru lanjut lagi" ucap Fandi.
"Oh iya Rara kenapa loe diam ajah, nggak berekspresi apa-apa, seharusnya loe senang Rara karena loe nggak bakalan tinggal lagi di rumah sempit" ucap Fandi.
"Loe pikir Rara cewek matre apa, dia itu mau dimanapun asal ada gue pasti dia mau, iyakan sayang?" ucap Rafa sambil merangkul pinggang Rara.
Rara hanya menganggukan kepalanya saja karena tidak tahu mau bilang apa lagi, dia masih terkejut dengan apa yang di tahunya secara bertubi-tubi, karena dia tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya.
"Tuhkan" ucap Rafa dengan bangganya.
"Heem lebay loe Rafa, ada paman juga disini" ucap Aldi.
"Ya ampun ini sih nggak terlalu lebay, semalam gue jadi obat nyamuk tahu nggak, ngenes banget gue terus Rafa nggak peka sama sekali sama gue yang jomblo ini, dia malah asik-asik ajah tuh dengan Rara malahan gue dengar suara Rara yang tidak seperti biasanya" cerocos Fandi.
"Fandi apaan sih" ucap Rara yang pipinya sudah merona.
"Fandi loe ajah yang salah tahu nggak, seharusnya loe tidur biar loe nggak mendengar suara-suara aneh" ucap Rafa dengan entengnya yang mendapat pelototan mata dari Rara.
"Gue juga nggak tahu kenapa semalam gue susah banget tidurnya mungkin karena jiwa kepo gue meronta-ronta pengen keluar" ucap Fandi.
Ayah Rafa hanya tersenyum saja mendengar obrolan mereka, dan dia juga sangat bahagia melihat Rafa dan Rara yang sudah saling mencintai dan Rafa yang sudah mau memimpin perusahaan karena memang itulah yang dia inginkan.
#####
__ADS_1
Tak lama keluarga Aldi pun datang bersama ibu Rafa.
"Mamaku sayang kesini juga ternyata, aku pikir mama nggak datang loh karena kesal sama aku" ucap Rafa sambil nyengir.
"Iya dong aku kan mau melihat keadaan keponakanku yang ganteng dan juga menantuku yang cantik ini" ucap mama Rafa.
Mama Rafa memang kesal kepada Rafa karena selalu menyakiti Rara, hanya dia saja yang tidak setuju dengan rencana Rafa waktu itu, hampir saja dia membawa Rara pergi untung saja sekarang Rara sudah tidak sakit hati lagi, Rara sudah mengetahui semuanya.
Mama Rafa tahu dari Ayah Rafa yang mengirimkan pesan kepadanya makanya dia sangat semangat untuk datang ke rumah sakit dan juga sangat khawatir sewaktu mengetahui bahwa Aldi terkena tembakan karena menyelamatkan Rara.
Dia ingin langsung ke rumah sakit namun Ayah Rafa melarangnya, Ayah Rafa menyuruh istrinya untuk menenangkan diri dulu, baru bisa ke rumah sakit, itulah dia baru datang paginya dan juga sudah mendapat kabar baik dari Ayah Rafa.
"Sayang kamu nggak apa-apakan?" tanya mama Rafa kepada Rara sambil memeriksa tubuhnya.
"Dia alhamdulillah nggak apa-apa kok ma, hanya memar sedikit saja dan aku sudah membawanya ke dokter untuk di periksa" jawab Rafa.
"Mama bertanya sama menantu mama loh" ucap mama Rafa.
"Mama tega" ucap Rafa sambil berpura-pura sedih.
"Memang mama tega" ucap mama Rafa lalu tersenyum.
"Iya alhamdulillah nggak apa-apa ma," jawab Rara.
"Baguslah sayang, kamu tidak usah malu-malu atau terkejut dengan apa yang barusan kamu ketahui, pokoknya kamu santai ajah dan habisin uang Rafa" ucap mama Rafa lalu tertawa.
"Ya ampun tante aku sakit loh ini kok nggak di tanyain keadaannya juga" ucap Aldi sambil berpura-pura sedih.
"Bukannya begitu keponakanku sayang, kan mama dan papamu lagi melihat keadaan kamu jadi aku melihat keadaan menantuku dulu," ucap mama Rafa lalu tersenyum.
"Udah ahh aku ngambek" ucap Aldi yang membuat orang yang berada di dalam ruangan itu tertawa kecuali Citra, dia kelihatan tampak kesal mengetahui Rafa ternyata sudah menikah dan begitu melihat istrinya dia semakin kesal lagi karena Rara tidak ada apa-apanya di mata Citra, Rara terlihat biasa saja.
Citra adalah teman Aldi yang sangat mengincar Rafa, sejak Aldi mempertemukan dirinya dan juga Rafa, dia sudah langsung sangat menyukai Rafa hanya Rafa orangnya sangat tertutup, sehingga dia melakukan banyak cara untuk mendapatkan Rafa sewaktu kuliah di luar Negeri, namun tetap saja dia tidak bisa mendapatkannya sampai Rafa kembali lagi ke Indonesia.
Citra yang mengetahui Aldi terkena tembakan langsung datang ke Indonesia dan dia juga sudah yakin pasti bertemu dengan Rafa, namun pertemuannya membuatnya sakit hati karena ternyata Rafa telah menikah, bahkan sekarang Rafa belum menegurnya sama sekali karena dia selalu fokus pada istrinya.
__ADS_1
Citra mengetahui kalau Aldi terkena tembakan dari adik Aldi yang juga sudah akrab dengan Citra.
Citra pun memutuskan untuk ikut dengan keluarga Aldi bahkan Citra sudah berencana akan tinggal di Indonesia.
"Hem ngambekmu kok imut sih sayang" ucap mama Rafa sambil mencubit gemas pipi Aldi.
"Ya ampun aku udah besar jangan mempermalukan aku" ucap Aldi yang membuat mereka tertawa lagi.
"Tapi sayang terima kasih loh karena kamu sudah menyelamatkan Rara, kalau kamu tidak ada entahlah tante nggak tahu apa yang akan terjadi pada menantu tante." ucap mama Rafa.
"Iya tanteku sayang lagian Rara bisa sampai di culik itu karena aku tante yang teledor" ucap Aldi.
"Udah Aldi tidak usah menyalahkan dirimu sendiri, loe nggak salah apa-apa dan gue juga benar-benar berterima kasih atas pertolonganmu" ucap Rara.
Hemm sok banget sih nih cewek, Aldi juga ngapain sih dia nolongin seharusnya biarin ajah supaya dia meninggal batin Citra.
"Iya Rara nggak usah berterima kasih terus nanti gue suka padamu" ucap Aldi.
"Apa tadi loe bilang apa" ucap Rafa sambil menjewer telinga Aldi.
"Nggak ada Rafa lepasin telinga gue sakit, ehh Citra loe datang juga ternyata," ucap Aldi yang menemukan alasan agar Rafa melepaskan jewerannya.
Rafa pun melepaskan jewerannya kemudian membiarkan Citra menjenguk Aldi, Rafa sendiri sudah lupa kepada Citra.
Rafa pun pergi bersama Fandi, Ayahnya dan juga Rara setelah meminta izin kepada semua orang yang berada di dalam ruang rawat Aldi.
"Rafa kita mau kemana?" tanya Rara bingung.
"Ke salon sayang, kamu harus di dandan karena aku akan mengumumkan pernikahan kita biar semua orang tahu kamu adalah istriku" ucap Rafa.
#######
Kamar Zahra
"Zahra, Zahra loe kesini cepetan Zahra" teriak Fania yang sedang menonton di televisi.
__ADS_1
"Gue mau mandi, bentar" teriak Zahra.
"Ini tentang Rafandra Alexander" teriak Fania lagi sambil mengucek-ngucek matanya seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.