Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Nggak ada baju lain?


__ADS_3

Ketika Rara terbangun dari tidurnya, dia melihat Rafa yang masih tidur lelap sambil memeluk Rara dan juga Rara merasakan pegal-pegal pada tubuhnya.


Rara langsung tersipu malu begitu melihat tubuhnya yang masih belum memakai sehelai benang pun begitupun dengan Rafa, tubuh mereka hanya di tutupi dengan selimut saja.


Rara langsung teringat dengan apa yang dia lakukan dengan Rafa semalam, pipinya semakin merona begitu mengingat semua kejadian semalam dan dia pun tersipu malu.


"Suamiku ganteng banget sih, pantas saja banyak yang menyukainya," ucap Rara sambil memperhatikan Rafa lalu menyentuh pipi Rafa lembut agar Rafa tidak terbangun.


Iya istriku sayang suamimu ini memang ganteng tapi aku hanya mencintaimu saja yang tulus padaku, wanita lain yang menyukaiku hanya mengincar harta saja. Aku sangat mencintaimu batin Rafa yang sebenarnya sudah bangun.


Setelah berbicara seperti itu Rara pun tampak panik.


Ya ampun bagaimana caranya aku menghadapi Rafa sebentar kalau dia bangun, aku benar-benar malu, lebih baik aku mandi dulu setidaknya aku tidak langsung bertemu Rafa begitu dia bangun batin Rara.


Rara pun memutuskan untuk segera beranjak dari tempat tidur sambil mencoba memindahkan tangan Rafa pelan-pelan agar Rafa tidak terbangun, namun Rara langsung merintih begitu dia merasakan sakit di area sensitifnya.


"Baringlah dulu sayang, sebentar kita mandi bersama, biar aku menggendongmu karena pasti masih sakitkan," ucap Rafa sambil memeluk Rara lagi dengan mata yang masih tertutup.


Rara benar-benar terkejut mendengar suara Rafa, yang ternyata berarti Rafa sudah bangun. Lalu dia tadi memuji-muji Rafa, Rara akan merasa malu kalau Rafa sampai mendengar ucapannya.


"Kamu udah bangun dari tadi?" tanya Rara.


"Iya sudah sayang semenjak kamu bilang tadi aku ganteng banget," ucap Rafa lalu tersenyum sambil masih menutup matanya.


Rafa tahu betul sekarang istrinya pasti sedang merasa malu dan memang benar sekarang Rara benar-benar sedang merasa malu, setelah mendengar ucapan Rafa.


"Kamu kok nggak buka mata sih kalau udah bangun, aku kan jadi nggak tahu," rengek Rara.


Rafa pun langsung membuka matanya sambil tersenyum.


"Kalau aku buka mata sayang sudah pasti aku tidak akan mendengarkan pujianmu itu padaku dan juga aku sengaja tidak membuka mata tadi karena kalau aku sudah membuka mata dan melihatmu seperti ini, sudah pasti aku ingin lagi sayang," ucap Rafa sambil menindih tubuh Rara lagi lalu ******* leher istrinya lagi.


"Rafa kamu mau ngapain?" tanya Rara sambil menahan sensasi yang di berikan Rafa.


"Mau mengulang yang semalam sayang," jawab Rafa yang sudah bergairah lagi.


"Kamu nggak capek, kan semalam banyak kali kita lakuinnya," ucap Rara.


"Nggak dong kan enak jadi nggak capek tuh malahan pengen nambah terus," ucap Rafa enteng.


"Ihh Rafa kamu mesum banget sih," ucap Rara sambil menahan desahannya karena tangan Rafa yang sudah kemana-mana lagi.


"Mesum sama istri sendiri tidak apa-apa sayang," ucap Rafa lalu mencium bibir istrinya lagi.

__ADS_1


"Panggil aku sayang," ucap Rafa.


Rara pun menganggukan kepalanya.


"I love you sayang," ucap Rafa.


"I love you too sayang," ucap Rara.


Rafa pun tersenyum.


"Yang semalam enak kan sayang?" bisik Rafa lalu menjilat daun telinga istrinya lagi.


"Sakit," ucap Rara.


"Awalnya memang begitu sayang, tapi setelah itu enak kan," ucap Rafa lagi dengan tangan yang terus kemana-kemana.


"Iya, tapi tadi sakit lagi pas aku mau gerak," ucap Rara dengan polosnya.


"Sekarang awas sayang aku mau ke kamar mandi," ucap Rara lagi.


"Bentar ke kamar mandinya, aku masih mau lagi sekarang," ucap Rafa lalu segera ******* leher istrinya lagi.


Aku buas sekali, lehernya banyak banget tanda kepemilikan dari aku, dan akan aku tambah lagi batin Rafa lalu segera memberi kissmark di leher istrinya lagi membuat Rara hanya bisa mendesah saja menikmati permainan Rafa pada tubuhnya.


"Sakit," ucap Rara.


"Maaf yah sayang, kamu tahan yah, nanti lama-lama nggak sakit lagi kok," ucap Rafa lalu meneruskan aktivitasnya.


Lama-kelamaan suara desahan saja yang di keluarkan oleh Rara begitupun dengan Rafa.


#######


Rara yang benar-benar kelelahan akibat Rafa yang sudah melakukannya dua kali ingin segera ke kamar mandi sebelum Rafa meminta lagi.


"Mau kemana sayang?" tanya Rafa.


"Ke kamar mandi, aku mau mandi sayang," ucap Rara.


"Aww kok perih banget sih tadi waktu kamu lakuinnya nggak," ucap Rara.


Rafa pun langsung menggendong tubuh istrinya itu untuk segera ke kamar mandi.


"Rafa aku malu," ucap Rara karena Rafa menggendongnya tidak memakai sehelai benang pun begitu juga dengan Rafa.

__ADS_1


"Ngapain malu sayang disini hanya kita berdua, aku juga sudah melihat dan merasakannya jadi tidak usah malu," ucap Rafa.


Rara pun hanya tersipu malu mendengar ucapan suaminya itu.


"Sayang tadi itu kamu nggak rasa sakit karena kamu lagi kenikmatan, makanya supaya kamu nggak rasa sakit kita lakuin terus," ucap Rafa.


"Iihh apaan sih kamu tuh yah," ucap Rara.


Rafa pun tersenyum sambil menyiapkan air hangat untuk mereka berendam tentunya, karena Rafa memang sudah berniat akan mandi bersama istrinya.


Begitu selesai Rafa pun segera menggendong istrinya untuk segera berendam.


"Kok kamu ikut masuk juga?" tanya Rara.


"Aku kan mau bantu kamu mandi sayang, kan tadi kamu kesakitan," ucap Rafa.


"Nggak usah aku bisa sendiri sayang, aku duluan yang mandi baru kamu," ucap Rara sambil membelakangi Rafa karena nanti Rafa mikir mesum lagi dan minta jatah.


"Nggak mau," ucap Rafa sambil mendekati tubuh istrinya itu yang tertutupi busa.


Rafa menempelkan tubuhnya ke tubuh istrinya sekali-kali dan akhirnya membuat dia tidak tahan lagi, ingin segera meminta jatah.


Rafa langsung membalikan tubuh istrinya agar menghadapnya.


"Mau ngapain?" tanya Rara.


"Ahhh," desah Rara begitu Rafa sudah melakukan penyatuan lagi.


"Sekarang kamu yang ambil alih sayang," ucap Rafa.


Rara pun segera mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya lalu dia yang mengambil alih permainan membuat mereka berdua merasa sangat nikmat.


#######


Habis mandi bersama yang memakan waktu berjam-jam dan Rara yang sudah memakai baju kurang bahan lagi karena memang hanya baju-baju itu yang ada sekarang di dalam kamar akibat permintaan Rafa sendiri kepada bawahannya.


Rafa melihat tempat tidur mereka begitu sangat kacau balau akibat pergulatan mereka semalam di tambah hari ini, membuat Rafa akhirnya memutuskan akan membawa Rara ke kamar sebelah. Rafa melihat-lihat keadaan dulu sebelum membawa istrinya karena dia tidak mau kalau ada yang melihat istrinya berpakaian sexy selain dia. Setelah dirasa aman barulah Rafa membawa Rara ke kamar sebelah.


Rafa tersenyum begitu melihat darah keperawanan istrinya, dia sangat bahagia karena dia yang membuka segel.


"Sayang apa nggak ada baju lain?" tanya Rara begitu sudah di kamar sebelah. Rara masih belum terima dengan baju yang dia gunakan sekarang yang sangat kekurangan bahan di tambah Rara yang tidak memakai dalaman, Rafa memang sengaja menyuruh bawahannya menyiapkan satu pasang dalaman saja.


"Nggak ada sayang itu ajah yah kita akan di rumah kok seharian ini tepatnya di dalam kamar, kita makan dulu sekarang," ucap Rafa sambil menelepon pelayan untuk menyiapkan mereka makanan dan juga membersihkan kamar mereka yang di sebelah.

__ADS_1


__ADS_2