Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Kalau bicara selalu betul,,


__ADS_3

"Apaan sih kamu Chris,, jangan berbicara seperti itu,, aku udah melayang tinggi terus dihempaskan,, kan sakit Chris,, mana mungkin cintaku nggak bertepuk sebelah tangan,, secara cintaku itu sangat bertepuk sebelah tangan,, tapi kok aku nggak bisa benci dan lupain dia sih,, padahal kalau aku tuh udah diperlakukan seperti itu pasti aku udah benci dan benar-benar usaha buat lupain orang itu nah sementara sekarang aku nggak melakukan itu,, aku malah meminta bantuan juga sama kamu,, yang aku nggak tau itu ngaruh buat Fandi atau nggak," ucap Citra sambil duduk di sebuah kursi yang berada di taman kampus itu.


Chris pun ikut duduk juga sambil melihat Citra.


"Mungkin akan berpengaruh Cit,, menurut penglihatan aku yah sepertinya Fandi cemburu kok kalau lihat kamu dekat dan lebih perduli sama aku," ucap Chris lagi.


"Coba deh kamu ingat-ingat ekspresi Fandi kalau lihat kita dekat,," ucap Chris lagi sambil melihat Citra.


Citra pun tampak mengingat-mengingat kejadian setiap kali dia dekat dengan Chris.


"Yah emang kalau kita dekat dia itu kesal,, tapi itu bukan berarti dia cemburu secara dia kan emang gitu orangnya Chris,,," ucap Citra lagi yang tidak mau terlalu berharap.


"Kalau dia ada perasaan sama aku,, yah seharusnya dia tuh kepo gitu sama aku,, nah ini dia nggak ada kepo-keponya tuh,, aku belum bertemu dengan dia lagi sekarang,, padahal aku benar-benar merindukan dia Chris,, tapi nggak punya alasan biar bisa bertemu dengan dia,, menyedihkan sekali nasib aku rindu tapi bukan siapa-siapa,," ucap Citra.

__ADS_1


"Pinjam bahu kamu dulu yah Chris," ucap Citra sambil melihat Chris.


"Boleh nggak?" tanya Citra lagi sambil melihat Chris.


"Boleh lah, ngapain juga coba kamu izin dulu Cit,," ucap Chris sambil tersenyum pada Citra.


"Jangan senyum nanti aku oleng sama kamu Chris,," ucap Citra lalu segera menyandarkan kepalanya di bahu Chris.


"Hah oleng? maksud kamu apa Cit?" ucap Chris yang tidak mengerti dengan maksud Citra.


Chris hanya diam sambil mengernyitkan keningnya.


"Ana itu bukannya Chris dan Citra?" ucap Reno ketika sedang mendorong kursi roda Ana dan ada Tasya juga yang berjalan di samping Ana.

__ADS_1


Mereka bertiga akan ke taman untuk mengerjakan tugas bersama namun Reno tidak sengaja melihat Chris dan Citra.


Ana segera menoleh ke arah tatapan mata Reno. Sedangkan Tasya hanya diam saja.


"Ehh iya itu mereka,,, mereka ngapain mesra-mesraan di taman kampus,, kayak nggak ada tempat lain aja," ucap Ana sambil tersenyum.


"Yah nggak taulah Citra itu,, dari semenjak aku mengenal kamu dan Citra yah Ana,, aku udah sadar banget kalau Citra itu sedikit gesrek otaknya" ucap Reno lalu tertawa sambil melihat Ana.


Ana pun ikut tertawa begitu mendengar ucapan Reno.


"Apaan sih kak Reno kalau bicara selalu betul,, tapi untung yah Citra nggak dengar coba kalau dia dengar pasti dia akan ribut lagi seperti biasanya,," ucap Ana.


"Ayo kita ke sana kak Reno,, aku penasaran dengan apa yang mereka lakukan disini," ucap Ana lagi sambil melihat Reno lalu kembali melihat Citra dan Chris.

__ADS_1


Reno pun segera mendorong kursi roda Ana menuju ke tempat Citra dan Chris duduk.


Sementara anak buah Fandi masih senantiasa mengikuti Citra dan Chris,, lalu dia pun segera mengirimkan foto-foto kepada Fandi,, yang dia ambil sebelumnya.


__ADS_2