
Reno dan Mama Reno langsung menjadi penasaran begitu melihat ekspresi wajah Ana.
Mereka segera berjalan ke dekat Ana dan Fania.
"Fania,, kenapa jadi seperti ini,, seharusnya kalau kamu tidak bisa kerja nggak usah sok tau,, jadi begini kan,, hancur begini,, kamu ini pasti nggak pernah kerja di dapur,, makanya seperti ini,," omel Mama Reno.
Reno langsung menepuk jidatnya begitu melihat hasil kerja Fania sedangkan Ana hanya menggelengkan kepalanya.
Isshhh sialan aku disini nggak pernah benar,, aku kan nggak pernah mau kerja di dapur,, ini semua karena Ana coba kalau dia tidak ada disini,, aku pasti tidak akan berakhir di dapur seperti ini,, batin Fania kesal.
"Tante aku kan tadi pengennya Ana bantuin aku,, tapi dia nggak mau bantuin,, ya udah aku kerjakan sendiri dan tadi cepat-cepat aku kerjakan makanya jadi hancur seperti itu,," ucap Fania membela diri.
"Udahlah nggak usah salahkan Ana,, jelas-jelas kamu yang salah,, malah mau menuduh Ana,," ucap Mama Reno.
"Biar aku yang urus ini siapa tau masih bisa tertolong, kamu ke sayur itu aja yang kak Reno udah selesai kerja dan juga cuci,,, aku juga udah siapkan bumbunya,, tinggal kamu tuangkan saja,," ucap Ana.
Hah,,, nggak mungkin aku mau berurusan dengan yang begituan,,, berurusan dengan minyak,, aku nggak mau banget,, batin Fania.
"Kok kamu diam sih Fania,, minggir aku mau kerja ini,, kamu lakukan apa yang aku bilang tadi,, cepat deh supaya cepat selesai dan bisa makan,, Tante pasti udah lapar,," ucap Ana lagi.
Fania benar-benar kesal begitu mendengar ucapan Ana,, dia di perintah-perintah dan terpaksa dia harus menurut.
"Ayo Fania jangan diam,," ucap Reno juga.
"Fania kalau kamu tidak bisa yah nggak usah,, aku tau kamu ini nggak bisa,, makanya jangan sok bisa,, aku nggak mau lagi nanti sayur-sayur itu hancur di tangan kamu,," ucap Mama Reno.
Isshhh aku di anggap enteng,,, nggak boleh seperti ini,, Ana pasti akan menertawakan aku kalau aku nggak mau,, lagian ini masalah gampang,, batin Fania dengan penuh kepercayaan diri.
"Aku bisa,, ini gampang mana mungkin aku tidak bisa," ucap Fania.
Reno tampak senang begitu mendengar ucapan Fania.
"Ya udah sana cepat nggak usah diam di dekat Ana terus,," ucap Mama Reno dan Fania pun mengikuti perintah mama Reno,, Reno juga ikut melihat Fania yang sedang ingin membuktikan kalau dia bisa dan lebih baik dari Ana.
Sedangkan Ana hanya melirik sebentar ke arah Fania dan Reno.
Reno memang sangat mencintai Fania,, sebenarnya Fania ini beruntung dapat Reno yang nggak pernah macam-macam sama wanita lain,, menjaga perasaan Fania,, ehh dia malah menuduh Reno sembarangan,, tapi aku nggak tau juga sih Reno di luar seperti apa karena jangan-jangan Fania berpikiran negatif seperti tadi sama aku karena Reno pernah macam-macam dengan cewek lain,, aku kan nggak tau,, batin Ana.
Fania terus melihat sayur,,, dan bumbu yang ada di depan matanya,, dia bingung bagaimana cara memulai semuanya. Sedangkan Reno juga tidak tau,, karena dia memang sangat jarang berada di dapur ketika mama atau pelayannya sedang memasak,, dia hanya akan di dapur ketika semuanya sudah masak.
Duhh aku mulainya bagaimana ini,, aku nggak mengerti sama sekali,, batin Fania.
Mama Reno yang sudah tau Fania pasti tidak tau diam-diam tersenyum sinis.
Hemm aku yakin banget Fania pasti tidak tau,,, dari ekspresi wajahnya sangat terlihat jelas,,, dia ini memang tidak bisa apa-apa,,, astaga anak aku ini kenapa sih bisa suka sama Fania,, memang nggak ada otak nih anak,,, masih saja berdiri di samping Fania pasti dia pikirnya si Fania pacar yang dia bangga-banggakan itu bisa,,, dasar goblok,, goblok,,, batin Mama Reno sambil menggelengkan kepalanya.
Tak lama kemudian.
__ADS_1
"Aaaa,," teriak Fania dan Reno bersamaan.
Mama Reno benar-benar menahan tawanya sedangkan Ana langsung melihat ke arah Fania dan Reno.
"Ada apa?" ucap Ana sambil berjalan ke dekat mereka dan dia menggelengkan kepalanya.
"Ya ampun ini tuh seharusnya jangan langsung kamu tuang ke dalam minyak,, ini kan airnya masih ada,,, kena kan kalian sama percikan minyak,," ucap Ana.
"Aku sudah beritahu Fania tadi tapi dia tidak dengar,,, duhh sakit banget lagi," keluh Reno.
"Kamu kok nyalahin aku sih,, tega banget,, aku juga kena nih,," ucap Fania kesal.
"Nggak sayang,, maaf refleks tadi," ucap Reno lagi.
"Biar aku yang urus ini juga,,, kalian obati dulu tuh,," ucap Ana.
Reno dan Fania pun mengikuti ucapan Ana,,, mereka segera mengobati tangan masing-masing,,, karena pelayan dengan sigap mengambilkan salep untuk mereka.
"Hemm makanya nggak usah sok tau,, kalau nggak tau,, jadi merugikan diri sendiri dan juga orang lain kan,," ucap Mama Reno sambil menggelengkan kepalanya.
"Ma,, ini nggak sengaja kok," ucap Reno membela Fania.
"Bela aja terus bela,, biar udah salah masih saja kamu bela,, mau kamu mama goreng hah?" ucap Mama Reno sambil melotot kan matanya kepada Reno.
"Nggak mau dong ma,, tega banget sih mama,, aku nggak maksud bela Fania,, aku pikir tadi itu nggak membela,," ucap Reno sambil nyengir.
Dia ini lemah banget sih,, masa mau kalah sama mama dia,, kalau aku sudah lama aku akan melawan dia kalau seperti ini,, dasar laki-laki nggak ada gunanya,,, batin Fania.
"Halaahh alasan saja kamu Reno,," ucap Mama Reno.
"Kamu kenapa sih mengalah terus sama mama kamu,, aku yang greget tau nggak,, kamu lawan dia dong,, biar dia tau rasa,," ucap Fania pelan yang masih di dengar oleh Reno.
"Aku nggak akan mau melawan mama aku Fania,, dia itu mama yang sudah melahirkan aku,, jadi aku nggak akan pernah melawan dia,, makanya aku menyuruh kamu untuk bisa mendapatkan simpati dari mama aku,, supaya hubungan kita bisa mendapatkan dukungan dari mama aku,, hanya kamu selalu saja seperti ini Fania,, berubah lah sedikit untuk kebaikan hubungan kita," ucap Reno yang tak kalah pelannya.
"Kamu ini apa-apaan sih seperti salahin aku,, aku bisa disini tuh berada di dapur seperti ini,, semua itu karena kamu yang berani macam-macam di belakang aku,,, kalau bukan kamu yang ke gatalan sama Ana aku pasti nggak bakalan berada disini dan seperti orang bodoh disini tau nggak," ucap Fania pelan tapi juga kesal pada Reno.
"Astaga Fania aku kan sudah bilang tadi kalau aku dan Ana itu nggak ada hubungan apa-apa,, kenapa sih kamu nggak percaya sama aku,, seharusnya kamu percaya dong sama aku,, aku itu nggak bohongin kamu sama sekali,, kalau mengenai aku yang pura-pura nggak kenal sama kamu tuh karena ada mama aku dan lagi ngerjain sesuatu tadi di dapur,, aku nggak mau aja mama aku akan menganggap kamu wanita yang mengganggu,, makanya rencananya nanti sudah selesai barulah aku akan menelepon kamu,, udah itu aja,, tapi kamu masih saja salah paham,," ucap Reno.
"Alaahh alasan banget kamu Reno,, aku nggak percaya,,, kamu sadar nggak kalau kamu itu sudah berubah,,, aku marah kamu nggak khawatir sama sekali seperti biasanya,, kamu cuek aja,, biasanya kamu selalu melakukan segala cara agar aku nggak marah lagi sama kamu,, jadi jangan salahkan aku kalau mikir macam-macam tentang kamu, karena kamu memang patut mendapatkan itu,, awas saja Reno kalau kamu macam-macam di belakang aku,, aku akan membuat kamu dan Ana menderita,,, aku nggak akan terima di khianati" ucap Fania.
"Fania jangan bawa-bawa Ana,,, dia itu nggak ada sangkut pautnya dengan aku,, aku bukannya berubah aku hanya tidak mau saja kamu memutuskan aku kalau aku terlalu memaksa kamu supaya nggak marah lagi sama aku,,, aku hanya memberikan kamu ruang supaya bisa menenangkan diri kamu,,, udah itu aja kok,, nggak ada orang ketiga di antara kita, kamu udah salah banget kalau menganggap Ana itu orang ketiga,, aku hanya baru bertemu dengan dia selama dua kali dengan hari ini,," ucap Reno yang malah membuat Fania semakin kesal.
"Oh jadi sudah dua kali kamu bertemu dengan dia dan kamu nggak bilang-bilang sama aku,, kamu benar-benar sangat menjengkelkan Reno,, aku benci banget sama kamu Reno,, bisa-bisanya kamu nggak bilang sama aku,," ucap Fania.
Haduhh bibir aku ini cerewet banget sih,, aku keceplosan disaat yang tidak tepat begini,, semakin marah deh dia,,, batin Reno yang bertambah pusing.
"Kenapa kamu diam? nggak usah cari alasan lagi yah kamu,,," ucap Fania.
__ADS_1
Sementara Ana dan Mama Reno lagi sibuk memasak melanjutkan apa yang di kerja Fania sejak tadi,,, tidak ada yang beres semuanya yang dikerjakan Fania. Semuanya hancur.
"Tidak Fania,, aku nggak lagi berusaha mencari alasan kok,, aku sebenarnya mau bilang sama kamu hanya kamu lagi marah sama aku makanya aku belum bilang sama kamu,, udah gitu aja,, cobalah sekali ini saja percaya sama aku,, aku nggak bohong,," ucap Reno.
"Dimana kamu bertemu dengan dia?" tanya Fania.
"Di Mall," jawab Reno.
"APA!!! Mall atau di hotel?" ucap Fania.
"Astaga Fania kenapa sih pikiran kamu seakan-akan aku itu akan melakukan hal-hal seperti itu kepada semua wanita,,, aku nggak seperti itu Fania,, dan Ana juga bukan wanita seperti itu,, dia itu polos,, kamu jangan mikir macam-macam terus,," ucap Reno sambil menggelengkan kepalanya melihat Fania.
"Terus di Mall,,, itu sangat tidak masuk akal Reno," ucap Fania kesal.
"Masuk akal dong,, dia itu lagi bersama mama aku,, dan mama aku nyuruh aku untuk menjemput dia,, jadi disitulah aku bertemu dengan Ana,, itupun kita nggak akur kok,, kita nggak dekat seperti yang kamu bayangkan,, aku dan Ana itu nggak ada hubungan apa-apa,, jadi kamu jangan kasar-kasar dong,, mama semakin nggak suka nanti,, please Fania,, kamu kontrol emosi kamu,, dan dekati mama,, kamu lihat Ana bisa dekat dengan mama aku,,, dia itu sangat akrab dengan mama aku bahkan mereka bertemu baru dia kali juga pasti, bisa kan kamu begitu juga? supaya kita bisa menikah,," ucap Reno.
"Jangan pernah menyuruh-nyuruh aku seperti orang lain,, aku nggak suka,, apalagi seperti Ana aku nggak sudi,," ucap Fania.
"Astaga Fania bukan seperti itu maksud aku,, kamu dekat aja sama mama,, kalau kamu bisa dekat sama mama seperti dia dekat,,, pasti hubungan kita nggak ada hambatan Fania,, kita bisa sama-sama tanpa mama aku harus marah-marah terus,, kamu mengertilah Fania maksud aku,, mama aku itu nggak suka dengan sifat kamu yang seperti ini,, kamu ubah lah sedikit Fania,," ucap Reno.
"Aku nggak mau Reno,, aku begini adanya,, aku tau ini cuma akal-akalan kamu saja supaya ada alasan buat selingkuh dari aku,, pasti nanti kamu akan bilang kalau Ana lebih baik dari aku,, itulah kamu memilih dia,,, aku tau kok Reno akal-akalan cowok kalau sudah menemukan mangsa baru lagi," ucap Fania.
"Ya ampun Fania pikiran kamu itu jauh banget tau nggak,, kenapa sih kamu selalu mikir begitu Fania padahal aku aja nggak pernah mikir sampai kesitu,, kenapa sih kamu nggak mengerti-mengerti juga sama maksud aku,, kita ini udah dewasa Fania,, aku itu ingin menikah dengan kamu dan juga mama aku merestui pernikahan kita,, makanya aku bilang seperti itu,, aku menyuruh kamu seperti itu,, aku udah nggak mau lagi pacaran-pacaran terus Fania,, tapi kamu masih saja mikir aneh-aneh,, aku itu udah punya rencana masa depan sama kamu,, aku ingin menyelesaikan kuliah aku terus kerja dan menikahi kamu,, makanya kamu harus bisa mendekatkan diri sama mama aku,, itu aja maksud aku,, tapi kamu malah..," ucap Reno sambil menggelengkan kepalanya.
"Reno aku itu nggak perlu mendekatkan diri sama mama kamu asal kamu memang berniat ingin menikahi aku,,, kita bisa menikah,," ucap Fania.
"Aku nggak mau seperti itu,, aku inginnya mama aku merestui pernikahan kita biar aku enak membangun rumah tangga dengan kamu,, aku sayang sama mama dan aku juga sayang sama kamu,,, tapi se sayang apapun aku sama kamu,, aku tidak mau menikahi kamu tanpa restu dari mama aku,, jadi please Fania kamu harus bisa merubah sifat kamu supaya mama aku suka sama kamu,, karena kalau kamu tidak berubah bisa saja hubungan kita tidak akan bertahan lama Fania,, karena mama aku menyuruh aku terus untuk putus dengan kamu kalau sifat kamu masih begini terus dan aku nggak bisa apa-apa lagi selain menuruti keinginan mama aku,," ucap Reno yang akhirnya jujur pada Fania.
Fania benar-benar tidak bisa menerima ucapan Reno.
"Oh begini Reno,, setelah kamu tidur dengan aku,, kamu sudah bosan dengan aku,, kamu pakai alasan itu supaya bisa putusin aku,, iya?" ucap Fania yang mendadak nyaring dan itu secara otomatis di dengar oleh Ana dan Mama Reno.
Mereka berdua langsung menoleh seketika ke arah Reno dan Fania.
"Astaga bukan begitu maksud aku Fania,," ucap Reno cepat.
"Pasti karena wanita tidak tau diri inikan makanya kamu mencari-cari alasan supaya kita bisa putus,, pakai bawa-bawa sifat aku,," ucap Fania sambil mendekati Ana.
Fania langsung menampar pipi Ana,, Ana yang masih bingung kenapa dia langsung di bawa-bawa tidak menyadari kalau Fania akan menampar pipinya.
##########
Mampir ke novel baru author Yee...
"Dendam dan Cinta"
klik profil ku aja,, mksh sebelumnya 🙏 😊
__ADS_1