
Pantas saja rencana Gracia selama ini sangat susah untuk berhasil ternyata Rafa memang dikelilingi dengan orang-orang seperti ini,, hmm aku rasa sangat susah banget nih,, tapi aku harus percaya pada Gracia,, aku harus yakin,, aku pasti bisa bersama dengan Rara,, pasti ada celah bisa mendapatkan Rara,, dengan Rafa yang tidak mencurigai aku sedikit pun sudah kesempatan buat aku,,, maafin aku Ra kalau seperti ini cara mendapatkan kamu,, aku benar-benar mencintai kamu Ra,, aku nggak bisa ikhlas kamu bersama pria lain,, aku ingin kamu bersama aku,, kamu wanita pertama yang aku cintai, batin Chris sambil melihat Rara,, wanita yang tidak pernah bully dia dan juga wanita yang telah membuat dirinya jadi lebih baik sekarang.
"Ayo kalian duduk dulu,," ucap Rafa lagi.
Rafa pun segera menyuruh salah satu pelayan di rumahnya untuk menyiapkan minuman kepada tamu-tamunya.
Chris secara diam-diam terus melihat-lihat disekelilingnya,, bahkan dia memvideo sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan orang-orang disitu.
"Fandi,, sejak tadi kamu melihat Citra terus,, tumben banget nih," ucap Rafa yang langsung membuat Fandi terlonjak kaget sekaligus benar-benar merasa malu karena kedapatan oleh Rafa,, bahwa dirinya sedang memperhatikan Citra.
Citra langsung tersenyum malu-malu begitu mendengar ucapan Rafa. Citra sangat berharap yang dikatakan Rafa itu benar adanya tapi dia takut memandang ke arah Fandi jadilah Citra hanya tersenyum malu-malu sambil tertunduk.
"Rafa kamu nggak usah fitnah aku terus,, aku mana mungkin memperhatikan dia sih,, kayak nggak ada hal lain saja yang perlu diperhatikan,," ucap Fandi sambil melihat Rafa dengan tatapan kesal.
__ADS_1
Mata Rafa ini kenapa sama aku terus sih,, lagian nih mataku kenapa juga melihat pada Citra terus sih,, aneh nih mata,, sepertinya aku perlu memeriksa mata aku ini,, ngapain dia melihat ke arah Citra terus kalau Citra tau kan dia bakalan kegeeran nanti,, batin Fandi yang kesal sendiri pada dirinya.
"Fandi bohong itu dosa loh,, aku lihat sendiri mata kamu selalu tertuju pada Citra,, pakai nggak mau ngaku segala lagi," cibir Rafa.
"Wajar kalau Fandi matanya tertuju pada Citra,, karena Citra kan cantik apalagi malam ini Citra semakin cantik," ucap Rara sambil tersenyum.
Rara kamu lah yang paling cantik disini,, batin Chris sambil memandang kagum pada Rara.
"Hmm biasa aja Ra,, dia nggak cantik,, jangan buat orang kegeeran Ra,," ucap Fandi lagi.
"Sejak tadi Fandi memang melihat ke arah Citra kok,, aku juga lihat,, Fandi pakai nggak mau ngaku,,," ejek Aldi sambil tertawa.
"Haduh aku benar-benar bingung dengan kalian,, kalau mau ngerjain aku jangan sampai seperti itu dong,, nanti dia kegeeran dan berharap lagi sama aku," ucap Fandi sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Citra benar-benar kesal begitu mendengar ucapan Fandi.
"Aku nggak akan berharap lagi sama kamu,, ngapain mengharapkan kamu,, aku udah ada Chris yang selalu ada buat aku," ucap Citra sambil melihat Chris dan Fandi secara bergantian.
Rafa benar-benar menahan tawanya begitu melihat ekspresi Fandi,, bahkan yang lain pun ikut menahan tawa mereka.
"Oh bagus dong," ucap Fandi kesal.
"Iya emang bagus,, Chris juga ganteng," ucap Citra lagi.
"Iya dia memang ganteng,, kamu jelek nggak cocok," ucap Fandi juga yang tak mau kalah.
"Loh kamu kok memuji Chris,, kamu jeruk makan jeruk yah?" ucap Citra sambil menutup mulutnya dengan ekspresi wajah tidak menyangka.
__ADS_1