Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Harus menemukan teman


__ADS_3

"Gue belum mengurus bulan madu Rafa dan Rara, heemm kalau Rafa tanyain, gimana nih," ucap Fandi.


"Yah loe jawab ajah dong yang sejujurnya kalau loe belum mengurus itu karena sibuk mengurus gue," ucap Aldi.


"Ehh tapi loe nggak sibuk-sibuk amat urusin gue, sebenarnya loe ngurusin apaan sih kemarin?" tanya Aldi penasaran karena Fandi memang belum cerita apa-apa mengenai Rara yang di fitnah, di jelek-jelekan oleh Zahra.


"Kemarin gue ngurusin Rara, dia itu di gosipkan yang nggak benar tahu nggak pokoknya di fitnah deh, sama teman sekelas gue juga yang fitnah dia ngeri banget kan hanya karena dia iri Rara bisa menikah dengan Rafa, jadi yah gue urusin itu dulu, gue nggak mungkin kan biarin Rara mendapatkan fitnah," ucap Fandi.


"Ngeri banget sih tuh cewek, bisa-bisanya dia berbuat seperti itu pada Rara, memang dia pikir dia itu siapa, Rafa juga cinta banget sama Rara ngapain dia iri, pasti ceweknya matre kan?" tanya Aldi.


"Iya matre banget, dan juga sombong banget deh pokoknya," ucap Fandi.


"Hem sudah gue duga karena seingatku waktu Rafa belum mengumumkan identitas dia nggak ada tuh yang terlalu jelek-jelekin Rara dan juga mengejar-ngejar Rafa banget," ucap Aldi.


"Nanti setelah Rafa di tahu orang kaya semua cewek matre baru bermunculan," ucap Aldi lagi.


"Iya emang loe benar banget, malahan yah cewek yang memfitnah Rara itu, awalnya sangat membenci Rafa, bahkan Rafa pertama mengejar dia tapi karena dia matre dia nggak bisa deh menerima Rafa yang hanya seorang pelayan,, ehh giliran dia tahu kalau Rafa orang yang kaya banget, dia langsung mengejar-ngejar Rafa bahkan sampai memfitnah Rara juga, dasar wanita bodoh," ucap Fandi.


"Iya loe benar banget, bodoh banget wanita itu, tapi loe udah mengurus wanita seperti itu kan?" tanya Aldi.


"Itu sih loe tenang ajah udah kok gue ngurusnya, sekarang dia pasti sedang sembunyi dan nggak mau keluar-keluar karena malu," ucap Fandi.


Aldi langsung tertawa mendengar ucapan Fandi.


"Bangga gue sama hasil kerja loe," ucap Aldi setelah menyelesaikan tawanya.


Ketika Fandi ingin berbicara lagi, tiba-tiba ponselnya berdering. Fandi segera melihat siapa yang menelepon dirinya pagi-pagi dan ternyata Rafa yang meneleponnya.


"Ya ampun Rafa nih, pasti dia mau nanyain tentang bulan madunya," ucap Fandi.


"Angkat ajah dulu siapa tahu bukan itu yang ingin dia bicarakan," ucap Aldi.


Fandi segera mengangkat panggilan telfon dari Rafa.


"Halo Fandi," ucap Rafa begitu Fandi sudah mengangkat panggilan telfon dari dirinya.


"Iya Rafa, ada apa?" tanya Fandi langsung.

__ADS_1


"Ini tentang bulan madu gue," ucap Rafa.


Itukan pasti Rafa mau membicarakan tentang bulan madunya dan gue belum mengurusnya sama sekali batin Fandi.


"Loe nggak usah ngurusin bulan madu gue karena gue nggak jadi pergi bulan madu," ucap Rafa yang membuat Fandi terkejut.


"Loh kenapa loe nggak jadi pergi bulan madu? bukannya loe pengen banget yah pergi bulan madu," ucap Fandi heran.


Aldi ikut-ikutan terkejut begitu mendengar ucapan Fandi, dia tahu betul kalau Rafa sangat ingin berbulan madu tapi tiba-tiba dia membatalkan rencananya.


"Yah nggak kenapa-kenapa, gue udah bulan madu tiap hari kok, Rara nggak mau pergi bulan madu dia lebih menyuruh gue buat ke kantor ajah jadi gue menurut ajah sama istri gue," ucap Rafa sambil melihat istrinya.


"Oh kirain loe berantem sama Rara sehingga loe membatalkan rencana bulan madu loe, untung nggak seperti yang gue pikirkan" ucap Fandi merasa lega.


"Iya nggaklah dan jangan sampai itu semua terjadi, oh iya gue mau ke kantor sekarang loe juga ke kantor yah," ucap Rafa lagi.


Astaga Rafa ini benar-benar manusia dadakan yah, gue masih di rumah sakit sekarang nggak bawa baju ganti dan dia dengan seenaknya nyuruh gue ke kantor, dia nggak mikirin apa kalau gue mesti siap-siap dulu nggak mungkin kan gue ke kantor dengan baju santai begini batin Fandi.


"Lagi dimana loe sekarang?" tanya Rafa yang teringat sepertinya Fandi lagi berada di rumah sakit bersama Aldi.


"Di rumah sakit nih," jawab Fandi.


"Oke deh," ucap Fandi senang karena Rafa mengerti dengan dirinya yang perlu bersiap-siap juga untuk ke kantor.


Rafa segera menutup panggilan telfonnya dengan Fandi.


"Kenapa sih Rafa?" tanya Aldi langsung begitu Fandi sudah tidak berbicara lagi dengan Rafa.


"Ini dia mau ke kantor dan membatalkan rencana bulan madu dia bersama Rara karena Rara menginginkan Rafa masuk ke kantor ajah," jawab Fandi.


"Oh gitu yah, kalau gue jadi Rara sih lebih baik gue pergi bulan madu saja dulu, kan enak tuh jalan-jalan" ucap Aldi.


"Iya itu kalau loe, tapi kalau Rara beda lagi, gue tahu tuh kenapa Rara nggak mau pergi bulan madu, mungkin dia takut kalau Rafa akan meminta jatah terus tanpa jalan-jalan," tebak Fandi.


Aldi langsung tertawa begitu mendengar ucapan Fandi.


"Iya sepertinya loe benar," ucap Aldi.

__ADS_1


"Gue yakin sih memang benar," ucap Fandi.


"Gue balik dulu kalau gitu, loe nggap apa-apa kan sendiri disini?" tanya Fandi.


"Iyalah nggak apa-apa, lagian gue udah mau keluar juga hari ini, gue tunggu Ana ajah terus gue keluar," ucap Aldi.


"Oke deh, gue balik dulu," ucap Fandi.


"Iya hati-hati loe," ucap Aldi.


"Oke," ucap Fandi lalu segera ke luar dari ruang rawat Aldi menuju mobilnya.


#######


"Sayang aku pergi kerja dulu yah," ucap Rafa.


"Iya," ucap Rara sambil salam kepada suaminya.


"Emm sayang aku boleh nggak pergi jenguk Aldi sebentar?" tanya Rara.


"Tentu boleh dong tapi di antar sopir yah, hanya kamu telfon dia dulu memastikan dia lagi dimana sekarang karena dia sudah mau keluar dari rumah sakit sepertinya dia kan sudah cukup lama di rumah sakit," ucap Rafa.


"Iya aku akan menelepon dia sebentar sebelum pergi," ucap Rara sambil tersenyum.


"Oke, hati-hati yah kalau kamu pergi sebentar," ucap Rafa.


"Iya kamu juga hati-hati," ucap Rara.


"Iya," ucap Rafa lalu memberikan ciuman di kening, pipi dan bibir istrinya setelah itu dia segera berangkat kerja.


Mama Rafa yang melihat itu benar-benar sangat bahagia, dia senang melihat anaknya selalu mesra dengan istrinya, Rara langsung malu begitu berbalik dia melihat mertuanya, Rara hanya tersenyum canggung sambil menahan malu.


########


"Citra loe nggak ikut ke rumah sakit?" tanya Ana.


"Emm nggak deh, gue mau di rumah ajah," jawab Citra.

__ADS_1


Gue harus menemukan teman yang tidak menyukai Rara juga, kalau dengan Ana tidak bisa, dia menyukai Rara percuma saja batin Citra.


__ADS_2