
Citra mengernyitkan dahinya bingung begitu melihat ekspresi Fandi yang seperti itu.
"Apa-apaan pakaian kamu ini,, mau jadi perempuan nggak benar kamu," ucap Fandi kesal sambil membuka jas yang dia pakai untuk menutupi tubuh Citra.
Citra hanya melongo begitu mendapatkan perlakuan seperti itu dari Fandi.
Fandi juga melihat Delia dan Tasya yang memakai pakaian kurang bahan,, hanya Rara dan Ana saja lah yang berpakaian tertutup.
Fandi langsung memijit kepalanya melihat itu semua.
"Jangan berpakaian seperti ini lagi,, kamu ini wanita bukan pria,, ngapain pakaian terbuka seperti itu,, mau memancing pikiran pria agar mereka berpikiran yang tidak-tidak kemudian melakukan hal yang tidak-tidak," omel Fandi lagi sambil melihat Citra.
Fandi benar-benar tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak memarahi Citra.
"Kenapa kamu memarahi aku sih,, kan pacar kamu juga sama seperti ku,, ngapain ngurusin aku,, aku bukan pacar kamu,,,," ucap Citra kesal sambil melihat Fandi.
Fandi pun menyadari apa yang dia lakukan dan dia pun merutuki dirinya sendiri.
__ADS_1
Akhh kenapa aku seperti ini sih,, benar juga yang dia katakan,, tapi aku nggak bisa mengontrol diri,, bisa-bisanya dia berpakaian terbuka seperti ini,, batin Fandi kesal.
Delia pun hanya tertunduk begitu mendengar ucapan Citra.
Duhh gimana ini,, apa kak Fandi akan marah padaku,, tapi kok kak Fandi perduli banget yah sama Citra,, kan pacarnya aku walaupun pura-pura sih,, tapi orang akan curiga jika dia bersikap seperti itu,, batin Delia.
"Karena kamu teman Rara,, udah dehh nggak usah berisik,, intinya jangan memakai pakaian seperti itu lagi," ucap Fandi kesal sambil melihat Citra.
Fandi pun dengan santainya membuka jas yang dipakai Chris lalu dipakaikan kepada Delia.
"Kamu juga jangan ikut-ikutan Citra,," ucap Fandi sambil memakaikan jas pada Delia.
"Mikirin apa kamu?" ucap Fandi sambil melihat Citra.
"Nggak mikirin apa-apa," ucap Citra lagi.
"Awas yah kalau kamu seperti tadi lagi," ucap Fandi lagi yang masih kesal melihat Citra berpakaian terbuka.
__ADS_1
Mereka tidak sadar bahwa saat ini,, mereka menjadi pusat perhatian karena perdebatan mereka.
"Emang kenapa? terserah aku dong,, pacarku aja nggak marah tuh,, kok kamu yang sewot sih," ucap Citra juga yang tak mau kalah,, sebenarnya Citra sudah tidak ingin memakai pakaian kurang bahan lagi namun karena Fandi yang menjengkelkan dimatanya jadilah Citra ngelunjak.
Citra sengaja ingin membuat Fandi marah-marah.
"Apa aku harus memacari kamu dulu biar kamu nurut hemm?" ucap Fandi yang membuat Citra langsung membulatkan kedua bola matanya,, karena Fandi berbicara seperti itu sambil mendekat kepada Citra.
Deg...
Saat ini mereka sedang bertatapan membuat jantung keduanya berdetak tak karuan,, namun diantara mereka berdua tidak ada yang mau mengakuinya.
"Ishh apaan sih kamu,, jauh-jauh sana," ucap Citra yang tersadar dengan posisi mereka saat ini,, sambil mendorong Fandi agar sedikit menjauh dari dirinya.
Citra benar-benar sangat deg-degan begitu berada di jarak yang sangat dekat dengan Fandi tadi,, begitu pun dengan Fandi.
"Ayo kita bawa Rara ke rumah sakit," ucap Citra lagi yang tersadar begitu mendengar Rara yang batuk-batuk.
__ADS_1
"Ayo," ucap Ana juga sambil berdiri dan berjalan.
"Kamu sudah bisa jalan dek,," ucap Aldi sambil tersenyum bahagia.